RADARSOLO.COM - Langkah besar modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) TNI Angkatan Udara resmi tercatat dalam sejarah.
Pesawat angkut berat Airbus A400M pertama milik Indonesia akhirnya mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (3/11/2025).
Kedatangan pesawat canggih buatan Airbus Defence and Space itu disambut langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto, didampingi Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoedin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan KSAU Marsekal Mohamad Tonny Harjono.
Momen tersebut menandai babak baru bagi TNI AU dalam mengoperasikan pesawat angkut terbesar yang pernah dimiliki sepanjang sejarah.
Pesawat berwarna abu-abu tersebut mendarat dengan penuh kehormatan.
Baca Juga: UTP Surakarta Gelar PKKMB 2024: Bentuk Karakter Mahasiswa Baru dengan Kolaborasi TNI AU
Sorak tepuk tangan personel TNI AU mengiringi pendaratan, disusul momen mengharukan ketika dua mobil pemadam menyemburkan air membentuk lengkungan raksasa di atas badan pesawat—sebuah tradisi water salute sebagai simbol penyambutan resmi.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa kerja sama pertahanan tidak berhenti pada pembelian Airbus A400M, tetapi juga mencakup transfer teknologi serta peningkatan kemampuan sumber daya manusia militer Indonesia.
Dengan kehadiran pesawat ini, Indonesia kini bergabung dengan jajaran negara pengguna pesawat angkut militer kelas berat di dunia, yang beroperasi di berbagai kawasan mulai Eropa, Timur Tengah, hingga Asia Tenggara.
Mengapa Airbus A400M Jadi Game Changer bagi Indonesia?
Dilansir dari laman resmi airbus.com, Airbus A400M merupakan pesawat angkut militer bermesin turboprop empat yang memadukan kemampuan strategis dan taktis secara bersamaan—fitur yang jarang ditemukan di kelasnya.
Kemampuan Jarak Jauh (Strategis): Pesawat ini mampu terbang jauh dan cepat dengan kecepatan jelajah mendekati pesawat turbofan, ideal untuk operasi logistik besar lintas wilayah kepulauan seperti Indonesia.
Daya Angkut Super: Ruang kargonya dapat memuat kendaraan lapis baja berat, helikopter, atau peralatan teknik sipil besar yang sebelumnya sulit diangkut oleh pesawat menengah.
Kemampuan Pendaratan di Medan Sulit: A400M juga dapat mendarat di landasan pendek maupun tanah tak beraspal, menjadikannya aset vital untuk misi kemanusiaan dan militer di daerah terpencil.
Masuknya Airbus A400M dalam armada TNI AU menandai lompatan besar kemampuan proyeksi logistik dan tanggap darurat Indonesia.
Dengan keunggulan daya jelajah, kapasitas, dan fleksibilitasnya, pesawat ini dipastikan memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan udara yang disegani di kawasan Asia Tenggara.(np)
Editor : Nur Pramudito