Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Perkuat Perlindungan dan Pemberdayaan Pekerja Migran: Menteri P2MI Mukhtarudin Ajak BP BUMN Kolaborasi Tingkatkan Vokasi Logistik

Tri wahyu Cahyono • Selasa, 4 November 2025 | 21:27 WIB
Pertemuan bertujuan memperkuat komitmen pemerintah Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas pengiriman pekerja migran Indonesia ke luar negeri
Pertemuan bertujuan memperkuat komitmen pemerintah Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas pengiriman pekerja migran Indonesia ke luar negeri

RADARSOLO.COM– Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menggelar pertemuan strategis dengan Kepala Badan Pengatur Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Dony Oskaria di Gedung Danantara, Jakarta, Selasa (4/11/2025).

Pertemuan ini bertujuan memperkuat komitmen pemerintah Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas pengiriman pekerja migran Indonesia ke luar negeri.

Sebagai kementerian baru, Kementerian P2MI berperan sebagai regulator sekaligus operator.

"Target utama Bapak Presiden adalah dua hal utama: pendidikan vokasi bagi pekerja migran sebelum dan sesudah penempatan, serta pemberdayaan migran purna. Ke depan, pekerja migran kita harus cerdas dan memiliki keterampilan tinggi," ujar Menteri Mukhtarudin.

Menteri P2MI menyoroti keterbatasan infrastruktur kementerian yang masih menjadi tantangan, sehingga kolaborasi lintas lembaga menjadi sangat penting.

"Terutama dalam menghadapi bonus demografi. Oleh karena itu, penguasaan bahasa asing, keterampilan, dan kompetensi harus menjadi prioritas bagi pekerja migran kita," imbuh Menteri Mukhtarudin.

Menteri Mukhtarudin juga menekankan upaya pencegahan pengiriman pekerja migran secara nonprosedural tanpa job order yang jelas, yang sering kali menjebak mereka dalam situasi rentan.

Dari sisi pemberdayaan, program khusus untuk migran purna menjadi fokus.

"Kami akan mendorong pemberdayaan bagi pekerja migran yang telah pulang agar mereka bisa mandiri dan berkontribusi di tanah air," cetus Mukhtarudin.

Selain itu, Menteri Mukhtarudin menyentuh isu penumpukan kargo barang bawaan pekerja migran yang selama ini belum optimal.

"Penanganan kargo harus ditingkatkan untuk memperlancar proses kepulangan mereka," imbuhnya.

BP BUMN Siap Dukung Program Vokasi dan Logistik P2MI, Wujudkan Asta Cita Presiden Prabowo

Baca Juga: KemenP2MI dan Kemenkop Sinergi Wujudkan Koperasi Pekerja Migran untuk Keberlanjutan Purnamigran, Tingkatkan Kesejahteraan Pasca-Penempatan

Kepala BP BUMN Dony Oskaria menyambut baik inisiatif ini. "BP BUMN siap berkolaborasi, khususnya melalui BUMN di sektor pelatihan vokasi dan logistik," respons Dony.

Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan awal, termasuk peningkatan keterampilan melalui program vokasi bersama BUMN untuk sertifikasi bahasa asing dan kompetensi tingkat menengah hingga tinggi (medium-high skill).

Mukhtarudin menutup pertemuan dengan optimisme. "Ini langkah konkret wujudkan Asta Cita Presiden Prabowo, pekerja migran Indonesia yang terlindungi, kompeten, dan sejahtera," pungkas Menteri P2MI Mukhtarudin.

Kementerian P2MI menargetkan revisi Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran rampung pada awal 2026 guna mendukung agenda ini. (*)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#pemberdayaan #Perkuat Perlindungan #Menteri P2MI Mukhtarudin #pekerja migran