RADARSOLO.COM — Sejumlah masyarakat masih mempertanyakan kapan Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan (BLT Kesra) atau Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) akan cair.
Ya, hingga awal November 2025, belum seluruh keluarga penerima manfaat (KPM) mendapatkan dana bantuan Rp900 ribu yang masuk ke rekening mereka.
Padahal, jadwal pencairan BLT Kesra oleh pemerintah telah dimulai sejak 20 Oktober 2025 lalu.
Terkait proses pencairan ini, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, akhirnya memberikan penjelasan.
Purbaya menegaskan, pemerintah menargetkan seluruh anggaran BLT Kesra atau BLTS sebesar Rp31,5 triliun bisa selesai disalurkan pada bulan November 2025.
Menurutnya, bantuan ini diharapkan mampu memberikan dorongan terhadap daya beli masyarakat dan memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal IV.
“Saya harapkan November sudah habis semua yang Rp31,5 triliun untuk memberikan dorongan tambahan lagi ke perekonomian,” ujar Purbaya.
BLTS Kesra diberikan selama tiga bulan, yakni Oktober sampai Desember 2025, dengan nominal Rp900 ribu per keluarga.
Total penerimanya mencapai 35.046.783 KPM yang masuk ke dalam kelompok masyarakat berpenghasilan terendah atau desil 1 hingga desil 4.
Dari total anggaran tersebut, Rp18 triliun telah dicairkan. Sedangkan sisanya sedang dalam proses percepatan penyaluran.
Purbaya memastikan pencairan dilakukan secara bertahap untuk memastikan bahwa data penerima benar-benar sesuai dan tepat sasaran.
Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul menegaskan, seluruh proses pencairan bansos, termasuk BLTS tidak dipungut biaya apapun.
Ia juga menjelaskan bahwa penyaluran dilakukan melalui dua mekanisme.
Yaitu melalui bank-bank Himbara bagi penerima yang sudah memiliki rekening.
Atau melalui PT Pos Indonesia bagi penerima yang belum memiliki rekening atau tinggal di wilayah terpencil.
Adapun berdasarkan data Kementerian Sosial (Kemensos), sebanyak 16.144.389 KPM tercatat telah memiliki rekening. Sedangkan 18.902.394 KPM belum memiliki rekening.
Gus Ipul mengatakan, proses penyaluran bansos sekaligus dimanfaatkan sebagai verifikasi lapangan untuk memastikan data terbaru penerima manfaat benar-benar akurat.
“Melalui PT Pos, kita bisa melakukan verifikasi langsung, seperti foto rumah, aset, dan profil keluarga penerima manfaat. Jadi selain menyalurkan bantuan, ada proses pendataan lapangan yang lebih akurat,” ujarnya. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria