Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Pemakaman Pakubuwono XIII: Ini Aturan Berziarah di Kompleks Makam Raja-raja Imogiri Yogyakarta

Nur Pramudito • Rabu, 5 November 2025 | 17:55 WIB

Pemakaman Pakubuwono XIII: Ini Aturan Berziarah di Kompleks Makam Raja-raja Imogiri Yogyakarta
Pemakaman Pakubuwono XIII: Ini Aturan Berziarah di Kompleks Makam Raja-raja Imogiri Yogyakarta

RADARSOLO.COM - Pemakaman Pakubuwono XIII menarik perhatian ribuan warga.

Rabu (5/11/2025), masyarakat dari berbagai usia hingga pejabat Pemkot Solo memadati Loji Gandrung, lokasi transit jenazah Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat tersebut.

Sejak pagi, warga sudah berdiri di area citywalk sepanjang Loji Gandrung untuk menantikan kedatangan iring-iringan jenazah.

Petugas gabungan dikerahkan untuk mengatur arus lalu lintas dan memastikan situasi tetap kondusif. Pengendara sempat diminta berhati-hati karena kawasan semakin padat.

Di dalam area Loji Gandrung, sejumlah pejabat Pemkot Solo sudah menunggu kedatangan jenazah Pemakaman Pakubuwono XIII.

Wali Kota Solo Respati Ardi turut hadir mengenakan beskap hitam lengkap dengan jarit dan blangkon.

Baca Juga: Lautan Duka di Solo, Ribuan Warga Lepas Kepergian Pakubuwono XIII ke Imogiri: Loji Gandrung Penuh Sesak Sejak Pagi

Sekitar pukul 09.30 WIB, mobil jenazah PMS yang akan membawa jenazah PB XIII dari Solo menuju Kompleks Makam Raja-raja Imogiri, Yogyakarta, telah bersiap di halaman Loji Gandrung.

Sebelumnya, PB XIII yang wafat pada Minggu (2/11/2025) disemayamkan di Sasana Parasdya sejak Minggu malam.

Sebelum diberangkatkan, putra mahkota KGPAA Hamangkunegara memberikan sambutan perpisahan pada pukul 08.30 WIB, lalu dilanjutkan dengan tradisi brobosan, ketika keluarga dan keturunan PB XIII melintas di bawah peti jenazah sebagai bentuk penghormatan terakhir.

Setelah prosesi tersebut, peti jenazah diarak melewati Pendapa Agung dan menuju Sasana Sewaka.

Jenazah kemudian dinaikkan ke kereta kuda yang telah dihias bunga.

Kereta penarik jenazah dipacu delapan ekor kuda dengan dua kusir berseragam merah.

Di depan, para prajurit Keraton Solo dan abdi dalem berjalan membuka jalur.

Iring-iringan prosesi Pemakaman Pakubuwono XIII melewati Alun-alun Kidul, Perempatan Gading menuju Jalan Veteran, berlanjut ke Jalan Yos Sudarso, lalu ke Jalan Slamet Riyadi hingga tiba di Loji Gandrung.

Dari sana, jenazah dipindah ke mobil jenazah untuk diberangkatkan ke Yogyakarta.

Aturan Berziarah di Makam Raja-raja Imogiri

Berdasarkan laman resmi Pemkab Bantul, Kompleks Makam Raja-raja Imogiri merupakan kawasan sakral yang dihormati oleh Keraton Yogyakarta maupun Surakarta. Pengunjung wajib mematuhi aturan berikut:

Wajib Berperilaku Sopan

Pengunjung harus menjaga sikap selama berada di kompleks makam.

Berpakaian Sopan

Di beberapa area tertentu, peziarah harus mengenakan pakaian adat.

Menjaga Kenyamanan dan Kekhusyukan

Harus menghormati peziarah yang sedang berdoa atau berdzikir.

Larangan yang harus dipatuhi:

Dilarang membawa atau menyalakan musik, radio, dan alat musik apa pun.

Tidak boleh mengenakan alas kaki untuk memasuki area tertentu.

Dilarang menggunakan alat komunikasi di area inti makam.

Tidak boleh berbicara keras atau mengganggu peziarah lain.

Dilarang berdagang di dalam area benteng makam.

Tidak boleh mencoret, merusak bangunan, atau fasilitas makam.

Mematuhi aturan ini adalah bentuk penghormatan terhadap raja-raja yang dimakamkan di sana, termasuk dalam momentum Pemakaman Pakubuwono XIII yang menjadi perhatian masyarakat.

Dengan menjaga etika dan ketenangan, masyarakat dapat memberikan penghormatan terakhir kepada PB XIII tanpa mengganggu suasana khusyuk di Makam Raja-raja Imogiri.(np)

Editor : Nur Pramudito
#Pemakaman Pakubuwono XIII #Pakubuwono XIII wafat #imogiri #Keraton Solo #yogyakarta #makam raja imogiri #Bantul