RADARSOLO.COM-Jumat keramat. Istilah ini kerap disematkan saat terjadi operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang kerap terjadi di hari itu.
Seperti yang terjadi di Ponorogo, Jatim. Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko kena OTT KPK, Jumat (7/11/2025).
Kabar penangkapan Sugiri Sancoko diamini Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto. “Benar,” ucap Fitroh singkat seperti dikutip dari radarmadiun.jawapos.com.
Baca Juga: Geger di Mojosongo! Sapi Mengamuk di Jalanan Boyolali setelah Tali Putus, Damkar Turun Tangan
OTT Sugiri Sancoko hanya berselang dua pekan setelah KPK memberikan teguran dan evaluasi keras kepada Pemkab Ponorogo terkait proses penganggaran daerah.
Pada evaluasi yang digelar di Gedung Merah Putih, Jakarta, 23 Oktober lalu, KPK menyoroti sejumlah potensi penyimpangan dalam perencanaan dan pelaksanaan anggaran.
Kepala Satgas Korsup Wilayah III-1 Jawa Timur, Wahyudi, kala itu menegaskan bahwa evaluasi tersebut bertujuan memperkuat sistem, bukan mencari kesalahan.
Dalam pertemuan tersebut, KPK memberikan rekomendasi strategis terkait:
- Pengadaan barang dan jasa.
- Pelaksanaan pokok pikiran (pokir) DPRD.
- Hibah daerah dan penggunaan e-katalog.
KPK juga secara khusus menyoroti proyek-proyek besar di Ponorogo.
Termasuk pembangunan RSUD, Monumen Reog dan Museum Peradaban (MRMP), serta irigasi air tanah dalam (IATD).
Bupati Sugiri Sancoko, atau yang akrab disapa Kang Giri, saat itu sempat menyambut positif koreksi KPK dan berjanji akan menjadikannya bahan introspeksi.
Kini, ia justru menjadi salah satu kepala daerah yang terjaring OTT. (wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono