Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Sepenting Apa Redenominasi Rupiah di Indonesia? Ada Kelebihan dan Risiko Kebijakan Ubah Rp1.000 Jadi Rp1

Syahaamah Fikria • Minggu, 9 November 2025 | 22:19 WIB
Ilustrasi redenominasi rupiah.
Ilustrasi redenominasi rupiah.

RADARSOLO.COM - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tengah mengebut persiapan aturan hukum terkait rencana penyederhanaan nilai rupiah atau redenominasi.

Kebijakan ini akan memangkas tiga digit angka pada uang rupiah, sehingga nilai Rp1.000 nantinya menjadi Rp1 tanpa mengubah daya beli masyarakat.

Agenda besar tersebut masuk dalam penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perubahan Harga Rupiah yang sedang digarap oleh Kementerian Keuangan.

Dokumen ini menjadi bagian program legislasi menengah yang tercantum dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 70 Tahun 2025 tentang Rencana Strategis Kemenkeu 2025–2029.

“Dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran strategis Kemenkeu, diusulkan empat RUU yang ditetapkan dalam program legislasi nasional jangka menengah,” tertulis dalam dokumen regulasi tersebut.

Pentingkah Redenominasi Dilakukan di Indonesia?

Berbeda dengan negara yang mengalami inflasi ekstrem, Indonesia saat ini tergolong stabil secara ekonomi.

Inflasi terjaga, dan nilai tukar rupiah masih terkendali. Namun, pemerintah tetap menilai redenominasi penting untuk jangka panjang.

Tujuannya bukan memotong nilai uang (bukan sanering atau devaluasi), melainkan menyederhanakan transaksi.

Contoh perubahan nominal:

Sebelum redenominasi: Rp1.000, dan setelah redenominasi: Rp1

Sebelum redenominasi: Rp10.000, dan setelah redenominasi: Rp10

Bank Indonesia menegaskan, redenominasi tidak mengurangi daya beli masyarakat.

Urgensi Redenominasi

Bukan sekadar isu kosmetik angka, urgensi pembentukan RUU Redenominasi didasarkan sejumlah hal strategis yang vital bagi perekonomian nasional:

- Efisiensi Perekonomian: Meningkatkan efisiensi dan daya saing ekonomi nasional, khususnya dalam transaksi.

- Kesinambungan Ekonomi: Menjaga kesinambungan perkembangan perekonomian negara.

- Stabilitas Nilai Rupiah: Menjaga nilai rupiah tetap stabil demi terpeliharanya daya beli masyarakat.

- Kredibilitas Rupiah: Meningkatkan citra dan kredibilitas mata uang rupiah di mata global.

Manfaat Redenominasi Rupiah

Transaksi lebih cepat dan efisien, terutama untuk sektor ritel dan sistem pembayaran digital.

Meningkatkan kepercayaan terhadap rupiah karena struktur angka menjadi lebih sederhana.

Memperkuat citra perekonomian Indonesia, terutama di mata investor global.

Tantangan dan Risiko Redenominasi Rupiah

Meski memiliki sejumlah manfaat, ada beberapa konsekuensi yang perlu dipertimbangkan:

- Potensi kebingungan masyarakat, terutama saat masa transisi dua mata uang beredar bersamaan.

- Risiko penyalahgunaan selisih nilai, misalnya pedagang memanfaatkan kelalaian konsumen.

- Membutuhkan biaya besar, mulai dari cetak uang baru sampai pembaruan sistem akuntansi dan pembayaran.

Editor : Syahaamah Fikria
#Purbaya Yudhi Sadewa #redenominasi rupiah #redenominasi