RADARSOLO.COM – Kabar baik bagi masyarakat penerima bantuan sosial (bansos). Pemerintah memastikan bahwa sejumlah program bantuan untuk keluarga kurang mampu akan tetap dilanjutkan pada tahun 2026.
Program-program tersebut menjadi bentuk tanggung jawab negara dalam memberikan perlindungan sosial kepada warga yang rentan secara ekonomi.
Beberapa di antaranya yakni Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan Program Indonesia Pintar (PIP).
Baca Juga: BLT Kesra Rp900 Ribu November 2025 Belum Cair? Jangan Panik Dulu, Ini Penjelasan Lengkapnya
Hingga saat ini, pemerintah belum mengumumkan secara resmi jadwal pencairan bansos tahun 2026. Namun, berdasarkan pola penyaluran sebelumnya dari Kementerian Sosial (Kemensos RI), PKH dan BPNT akan tetap disalurkan dalam empat tahap selama satu tahun, yakni:
-
Tahap 1: Januari – Maret
-
Tahap 2: April – Juni
-
Tahap 3: Juli – September
-
Tahap 4: Oktober – Desember
Selain memastikan keberlanjutan program, pemerintah juga menyiapkan peningkatan anggaran bantuan sosial dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026.
Total anggaran bansos naik sekitar 8,6 persen, dari Rp468,1 triliun pada 2025 menjadi Rp508,2 triliun di tahun 2026.
Langkah ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan angka kemiskinan ekstrem di Indonesia.
Baca Juga: Ulah Oknum Penonton, PSMS Medan Kena Sanksi dari PSSI
Di sisi lain, Kemensos juga merencanakan proses graduasi atau pengurangan penerima bagi keluarga yang dinilai sudah lebih mandiri secara ekonomi.
“Ada sekitar 300 ribu keluarga penerima manfaat (KPM) yang akan dinyatakan lulus dari Program Keluarga Harapan (PKH) pada tahun 2026,” demikian penjelasan dari pihak Kemensos.
Graduasi ini dilakukan agar bantuan dapat lebih tepat sasaran, diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan, sementara KPM yang sudah mandiri dapat fokus meningkatkan taraf hidupnya tanpa ketergantungan pada bantuan pemerintah. (an)
Editor : Andi Aris Widiyanto