RADARSOLO.COM — Nama Adam Alis sedang jadi sorotan panas di Malaysia. Bintang Persib Bandung yang baru saja tampil gemilang ketika menumbangkan Selangor FC, kini berubah menjadi target kemarahan publik Negeri Jiran.
Penyebabnya bukan soal permainan di lapangan, melainkan konten Live TikTok yang memicu kontroversi dan dianggap menghina aparat kepolisian setempat.
Insiden ini bermula setelah Persib Bandung mengalahkan Selangor FC dengan skor 2–3 pada lanjutan Champion Club Cup ASEAN 2025 di Stadion MBPJ, Kamis (6/11/2025).
Usai pertandingan, beberapa pemain Persib yang terdiri dari Adam Alis, Kakang Rudianto, Robi Darwis, dan Saddil Ramdani keluar dari hotel untuk makan malam menggunakan mobil sewaan.
Adam Alis, yang dikenal aktif melakukan live streaming di TikTok, tanpa sengaja merekam momen ketika polisi Malaysia menghentikan mobil yang mereka tumpangi.
Diduga, kendaraan tersebut masuk jalur yang salah.
Kronologi Kejadian Mobil Dihentikan Polisi
Di tengah sesi siaran langsung, polisi Malaysia meminta mereka menepi. Live TikTok terputus.
Tidak lama kemudian, Adam kembali online dari hotel dan menceritakan kejadian tersebut kepada penonton.
Dalam cuplikan video yang kemudian tersebar luas, Adam mengatakan bahwa sikap polisi berubah setelah Robi Darwis menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) TNI miliknya.
“Pas Robi kasih KTA-nya, langsung kaget dia (polisi Malaysia). 'Kamu prajurit?'” ujar Adam dalam video itu.
Adam juga menirukan respons polisi yang menyebut mereka melawan arah.
“Langsung sok baik dia,” tambahnya.
Pernyataan spontan tersebut rupanya memicu persepsi negatif di Malaysia.
Beberapa media Negeri Jiran bahkan menilai Adam seolah menuding polisi meminta uang.
Media Malaysia Beritakan Besar-besaran
Media Harian Metro memuat laporan dengan tajuk tegas bahwa Adam diduga menghina petugas polisi yang sedang bertugas.
Bahkan laporan itu mencantumkan klaim bahwa Adam menuduh polisi meminta uang dan mewanti-wanti para pemain untuk membawa paspor.
“Tindakan seorang pemain sepak bola dari negara tetangga yang menghina petugas polisi memicu kemarahan pengguna internet yang menuntut tindakan tegas,” tulis Harian Metro.
Banyak netizen Malaysia mendesak Kementerian Dalam Negeri (KDN) dan Polis Diraja Malaysia (PDRM) mengambil tindakan. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria