Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Viral Bupati Bandung Pamerkan Film Biografi dan Buat Ajakan Nonton di Akun Resmi Pemkab, Netizen: NPD Final!

Syahaamah Fikria • Rabu, 12 November 2025 | 01:39 WIB

 

Postingan promosi film biografi Bupati Bandung Dadang Supriatna di akun Instagram resmi Pemkab Bandung.
Postingan promosi film biografi Bupati Bandung Dadang Supriatna di akun Instagram resmi Pemkab Bandung.

RADARSOLO.COM — Film biografi Bupati Bandung Dadang Supriatna, tuai sorotan tajam di media sosial.

Film berjudul “Bedas Manunggal Sajati, Dari Lio Bata Menuju Pendopo” itu dipromosikan lewat akun Instagram resmi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, lengkap dengan ajakan menonton.

Promosi itu muncul dalam beberapa unggahan di akun Instagram @bandungpemkab, menampilkan poster film dengan foto sang bupati sedang menyilangkan tangan di dada.

“Kisah nyata Dr. H.M Dadang Supriatna, Bupati Bandung,” demikian keterangan dalam poster, yang diunggah pada Jumat (24/10/2025) lalu.

Film tersebut sudah diputar pada 28–30 Oktober 2025 di Gedung Budaya Soreang.

Tidak hanya sekadar publikasi, Pemkab Bandung bahkan membuat situs khusus untuk pembelian tiket, yakni bedasmanunggal.com, serta menulis ajakan mengajak keluarga hingga “gebetan” untuk menonton bersama.

"Ajak teman, keluarga, dan gebetanmu. Jangan sampai kehabisan seat terbaik," demikian salah satu caption promosi yang diunggah akun resmi Pemkab Bandung.

Bahkan, acara peluncuran dan nonton bareng pun juga diunggah di akun Instagram Pemkab.

Menampilkan video saat peluncuran, nonton bareng hingga testimoni-testimoni penonton, termasuk dari pelajar hingga mahasiswa.

Disebut Tidak Pakai APBD, Tapi Promosi Pakai Fasilitas Pemerintah

Produser film, Yossi Aldesse Perwira, menegaskan pembuatan film biografi tersebut tidak menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Menurutnya, film ini adalah karya masyarakat Kabupaten Bandung sebagai bentuk apresiasi untuk kepemimpinan Dadang.

“Kami ingin memperlihatkan kepada maysrakat bahwa Kabupaten Bandung memiliki pemimpin yang luar biasa dan mampu menjadi inspirasi, dari nothing menjadi something,” ucapnya, dilansir dari situs resmi prokopim.bandungkab.go.id.

Bupati Dadang Supriatna juga menyampaikan pesan motivasi dalam acara peluncuran.

“Setiap orang memiliki biografi dan perjalanan hidupnya masing-masing. Tidak ada kesuksesan yang instan. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian,” ucapnya.

Namun, fakta bahwa film tersebut dipromosikan melalui akun resmi pemerintah membuat publik tetap mempertanyakan etika dan batasan penggunaan fasilitas pemkab.

Penggunaan akun dan situs resmi milik pemerintah ini memicu kritik tajam publik.

Platform milik pemerintah semestinya digunakan untuk menyampaikan layanan publik, bukan mempromosikan film tentang sosok kepala daerah.

Diduga Bukan Pertama Kalinya Manfaatkan Akun Pemkab

Sorotan semakin tajam karena ini bukan pertama kalinya akun resmi Pemkab Bandung digunakan untuk kepentingan pribadi keluarga bupati.

Sebelumnya, instansi pemerintahan di lingkungan Pemkab Bandung disebut pernah diminta memposting kegiatan anak Dadang saat menjalani sumpah dokter.

Kritikan Tajam Netizen

Komentar bernada kritik langsung memenuhi kolom komentar Instagram Pemkab Bandung.

Tak sedikit yang melabeli tindakan tersebut sebagai bentuk narsistik.

"NPD mang ah," komen @man*****.

"NPD akut," tulis @rek*****.

"NPD final boss," kata @sih*****.

Istilah NPD merujuk pada Narcissistic Personality Disorder atau gangguan kepribadian narsistik, sebagai sindiran terhadap Bupati Dadang yang membuat film tentang dirinya dan mempromosikannya lewat akun pemerintah. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#viral #Film Biografi #Dadang Supriatna #NPD #netizen #bupati bandung