Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Jateng Sabet Penghargaan Provinsi Terbaik Intervensi Spesifik Stunting, Prevalensi Turun Jadi 17,1%!

Tri wahyu Cahyono • Kamis, 13 November 2025 | 00:52 WIB
Mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Sekda Sumarno menerima penghargaan bergengsi dari Menkes Budi Guna Sadikin di Jakarta, Rabu (12/11/2025).
Mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Sekda Sumarno menerima penghargaan bergengsi dari Menkes Budi Guna Sadikin di Jakarta, Rabu (12/11/2025).

RADARSOLO.COM- Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima penghargaan bergengsi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Prestasi ini diraih berkat capaian intervensi spesifik stunting terbaik kategori Regional I.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung Menteri Kesehatan RI Budi Guna Sadikin, kepada Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025 di Auditorium Kementerian Kesehatan, Jakarta, Rabu (12/11/2025).

Pada tahun 2024, prevalensi stunting Jawa Tengah berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia berada di angka 17,1%, jauh di bawah angka nasional yang sebesar 19,8%.

Upaya yang dilakukan oleh Pemprov Jateng dalam menurunkan stunting antara lain meliputi skrining anemia pada remaja putri, konsumsi tablet tambah darah (TTD) untuk remaja putri dan ibu hamil.

Berikutnya, pemeriksaan kehamilan (ANC), pemberian tambahan makanan untuk ibu hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK), pemantauan pertumbuhan balita, dan lain-lain.

Dalam kesempatan itu, Sumarno menyampaikan apresiasi yang tinggi atas penghargaan yang diberikan Kemenkes.

Menurutnya, prestasi yang diraih Jateng tak lepas dari kolaborasi semua pihak dalam upaya percepatan penurunan stunting, yang saat ini salah satunya diwujudkan melalui program dokter spesialis keliling (speling).

Penghargaan yang diperoleh diharapkan menjadi penyemangat bagi semua pihak yang sudah bersinergi untuk lebih giat lagi menurunkan angka stunting.

"Terima kasih kami ucapkan kepada semua stakeholder yang sudah bekerja sama dan berkolaborasi dalam upaya percepatan penurunan stunting," kata Sumarno.

Kepada bupati, wali kota, camat, lurah dan yang terutama kader posyandu, yang menjadi ujung tombak suksesnya pencapaian penurunan stunting di Jawa Tengah," lanjut dia.

Baca Juga: Pemprov Jateng Berangkatkan Ratusan Atlet Popnas XVII dan Peparpenas XI, Ini Targetnya

Sumarno juga menyampaikan selamat kepada dua penghargaan lain yang diterima oleh Jawa Tengah, termasuk kader Posyandu terbaik.

Pihaknya optimistis, melalui sinergi semua pihak, angka prevalensi stunting dapat terus ditekan.

Dalam sambutannya, Menteri Kesehatan Budi Guna Sadikin mengatakan, prevalensi stunting nasional telah berada pada 19,8% di tahun 2024.

Pemerintah Indonesia berkomitmen menurunkan prevalensi stunting menjadi 14,2% pada tahun 2029 dan mencapai 5% pada tahun 2045.

"Rakornas menjadi ajang strategis untuk menyatukan langkah seluruh pemangku kepentingan mulai pemerintah pusat, daerah, dari provinsi sampai desa dalam pencegahan dan penurunan stunting," kata Budi.

Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka dalam arahannya mengatakan, percepatan penurunan stunting adalah program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto yang harus dikawal bersama.

Gibran mengajak semua pihak agar 'keroyokan', untuk mencapai target penurunan yang sudah ditetapkan.

"Tantangan masih besar untuk mencapai prevalensi 14% di tahun 2029. Mari kita bersama-sama keroyokan untuk program penurunan stunting ini," tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, dua penghargaan lain juga diberikan kepada Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Banyumas dengan kategori terbaik Regional I untuk Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), dan kader Posyandu Mawar 3 Desa Bekutuk, Kabupaten Blora, Sofia Turrifqi sebagai kader Bidang Kesehatan Berprestasi Terbaik Regional I. (*)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#penghargaan #Provinsi Terbaik Intervensi Spesifik Stunting #Prevalensi #kemenkes #menkes #pemprov jateng