Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Viral Polemik Gus Elham Yahya Cium Anak Perempuan saat Dakwah! MUI Sebut Tak Wajar: Harus Tegas, Meski Dia Gus...

Syahaamah Fikria • Kamis, 13 November 2025 | 03:43 WIB
Gus Elham Yahya.
Gus Elham Yahya.

RADARSOLO.COM – Pendakwah muda asal Kediri, Gus Elham Yahya, masih jadi sorotan setelah video dirinya mencium anak perempuan saat berdakwah viral di media sosial.

Aksi tersebut memicu perdebatan luas dan kecaman dari masyarakat yang menilai perbuatannya tidak pantas dilakukan oleh seorang tokoh agama.

Dalam video yang beredar di platform X dan Instagram, Gus Elham tampak mencium pipi bahkan bibir seorang anak perempuan di tengah acara dakwah.

Momen itu terjadi di hadapan jamaah dan terekam jelas oleh kamera.

Tak hanya itu, dalam video lain terlihat ia juga memasukkan pipi balita ke dalam mulutnya, memancing reaksi keras netizen.

Publik menilai tindakan itu melampaui batas interaksi antara orang dewasa dan anak-anak, terlebih dilakukan dalam kegiatan keagamaan.

Banyak yang menganggap hal tersebut sebagai bentuk pelecehan dan mencederai etika seorang dai.

MUI Beri Tanggapan Tegas

Menanggapi polemik tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Ketua Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH M. Cholil Nafis, menegaskan, tindakan Gus Elham Yahya itu tidak pantas dilakukan siapa pun, termasuk seorang pendakwah.

“Perbuatan itu tidak patut dilakukan oleh siapa pun, apalagi oleh seorang pendakwah atau juga orang pesantren, bahkan mungkin anaknya kyai. Tidak ada yang membenarkan tindakan seperti itu,” ujar Kyai Cholil di laman MUI Digital.

Meski begitu, dia mengapresiasi langkah Gus Elham yang telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat.

Ia berharap kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

“Kalau soal hukum untuk kategori pelecehan, kita kembalikan kepada ahli hukum apakah perlu diproses atau tidak. Tapi sebagai dai, seharusnya berhati-hati dalam bertindak,” lanjutnya.

Dai Harus Jadi Teladan

Cholil juga mengingatkan bahwa seorang dai bukan hanya bertugas menyampaikan kebenaran, tapi juga harus menjadi teladan dalam akhlak dan kesopanan.

“Pendakwah itu tidak cukup meninggalkan yang haram dan mengerjakan yang wajib. Kepantasan dan kesopanan juga harus jadi ukuran,” tegasnya.

Ia juga berpesan kepada para orang tua agar berani bersikap tegas jika melihat tindakan yang tidak pantas terhadap anak-anak, siapa pun pelakunya.

Apalagi dalam kasus Gus Elham, yang bersangkutan juga seorang perokok yang semestinya menjaga jarak dengan anak-anak demi kesehatan.

“Meskipun dia gus, siapa pun dia, orang tua tetap harus tegas. Apalagi orang perokok, kurang sehat untuk anak kecil,” ujarnya.

MUI Jatim Sebut Tak Lazim dan Tak Wajar

Sementara itu, Sekretaris MUI Jawa Timur, KH Hasan Ubaidillah, menyebut tindakan Gus Elham Yahya tidak wajar dan tidak sesuai dengan standar kepantasan umum yang dijunjung masyarakat.

“Seorang Gus mencium seorang anak kecil, walau itu atas pengawasan dari orang tuanya tentu masyarakat menilai itu tidak patut dan tidak wajar, tidak lazim dalam acara-acara yang berbalut dakwah keagamaan,” ujarnya, Rabu (12/11/2025).

Hasan menambahkan, MUI Jatim telah menerima sejumlah pertanyaan dan laporan dari masyarakat melalui program Halo MUI terkait tindakan tersebut, meski belum ada laporan resmi yang masuk.

Atas kasus viral ini, dia menegaskan harus menjadi perhatian dan koreksi bersama, agar para pendakwah lebih berhati-hati.

"Siapa pun saat ini kita bisa mengakses informasi dan masyarakat bisa melihat dan mengontrol itu semua,” tegas dia.

Sudah Minta Maaf

Setelah ramai dikritik, Gus Elham Yahya akhirnya meminta maaf.

Ia mengaku khilaf dan menyesal atas tindakan yang menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#Cholil Nafis #viral #dakwah #pelecehan #video #gus elham yahya #mui #mui jatim