RADARSOLO.COM - Teks Khutbah Jumat 14 November 2025 kali ini mengangkat tema bersyukur sebagai bahan renungan bagi umat Islam dalam menunaikan ibadah salat Jumat.
Hari Jumat, 14 November 2025 yang bertepatan dengan 22 Jumadil Awal 1447 H, menjadi momentum tepat bagi khatib untuk mengingatkan jemaah tentang pentingnya rasa syukur kepada Allah Swt.
Rasa syukur adalah bentuk pengakuan dan terima kasih seorang hamba atas segala nikmat yang telah Allah limpahkan.
Nikmat itu mencakup nikmat iman, kesehatan, rezeki, serta kesempatan menjalani kehidupan dengan penuh kemudahan.
Baca Juga: Teks Khutbah Jumat 31 Oktober 2025 Jumadil Awal: Menyucikan Jiwa dan Menjernihkan Akhlak
Dalam Teks Khutbah Jumat ini, khatib dapat menegaskan bahwa bersyukur tidak hanya diucapkan dengan lisan, tetapi juga harus diresapkan dalam hati dan diwujudkan melalui perbuatan.
Sebagaimana disebutkan dalam berbagai ayat Al-Qur’an, Allah Swt. menjanjikan tambahan nikmat bagi siapa pun yang selalu bersyukur.
Maka dari itu, dalam Teks Khutbah Jumat 14 November 2025 ini, penting untuk disampaikan bahwa bersyukur bukan hanya ketika mendapatkan kesenangan, tetapi juga saat menghadapi ujian hidup.
Karena di setiap kondisi, terdapat kasih sayang dan hikmah dari Allah yang patut direnungi.
Baca Juga: Teks Khutbah Jumat 17 Oktober 2025: Muhasabah Diri di Bulan Rabiul Akhir
Melalui Teks Khutbah Jumat 14 November 2025 bertema syukur ini, khatib diharapkan mampu mengajak jemaah untuk senantiasa menumbuhkan rasa syukur dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan begitu, hati akan menjadi tenang, hidup terasa berkah, dan nikmat Allah akan terus bertambah bagi mereka yang selalu mengingat-Nya dalam setiap keadaan.
Khutbah I
اَلْحَمْدُ للهِ حَمْداً يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَه، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلَالِ وَجْهِكَالْكَرِيْمِ وَلِعَظِيْمِ سُلْطَانِك. سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِك. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَه،
وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُه. خَيْرَ نَبِيٍّ أَرْسَلَه. أَرْسَلَهُ اللهُ إِلَى الْعَالَمِ كُلِّهِ بَشِيرْاً وَنَذِيْراً. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً وَسَلَاماً دَائِمَيْنِ مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْن.
أَمَّا بَعْدُ فَإنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ: وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah...
Segala puji bagi Allah Swt. yang telah melimpahkan berbagai macam kenikmatan, nikmat Islam, iman, hingga kesehatan, sehingga pada hari ini dapat memenuhi panggilan-Nya dan semoga senantiasa selalu menjauhi segala larangan-Nya.
Mari bersama-sama selalu meningkatkan iman dan takwa kepada Allah Swt. hingga menjadi umat yang berharga.
Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan Nabi Muhammad saw, juga para keluarga, sahabat, serta kepada kita selaku umatnya. Aamiin ya Rabbal’alamin.
Hadirin jamaah Jumat Rahimakumullah.....
Marilah kita meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dengan sebenar-benar takwa, yakni melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Karena takwa adalah sebaik-baik bekal yang akan kita bawa menghadap-Nya kelak.
Pada kesempatan siang hari ini, khatib ingin mengajak bersama-sama untuk merenungi sebuah topik yang sangat penting, yaitu tentang bersyukur.
Secara terminologi, syukur berasal dari kata “shukr” yang berarti mengakui dan menerima nikmat yang diberikan oleh Allah. Dalam hal ini, nikmat tidak hanya berupa hal hal besar seperti lulus ujian, naik jabatan, ataupun saat menerima bonus.
Bersyukur juga penting untuk kita lakukan saat masih mendapat nikmat berupa bernapas dengan lega tanpa bantuan tabung oksigen. Tak hanya itu, masih diberi waktu hidup di bulan Jumadilawal juga bagian dari nikmat Allah.
Allah telah menjanjikan rumus pasti bagi hamba yang bersyukur. Setiap hamba yang bersyukur dengan nikmat Allah, maka Allah akan menambah nikmat tersebut. Namun, bagi hamba yang ingkar terhadap nikmat Allah, maka akan mendapat azab yang pedih.
Hal ini termaktub dalam Al-Qur’an Surah Ibrahim ayat 7:
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan: 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat'."
Berangkat dari ayat di atas, umat Islam hendaknya bersyukur atas nikmat sekecil apapun yang Allah berikan. Sebab, kenikmatan-kenikmatan tersebut dapat dicabut oleh Allah.
Ma’asyiral Muslimin...
Bersyukur dapat dilakukan dengan tiga cara. Pertama, bersyukur dengan hati yaitu meyakini bahwa setiap nikmat yang ada adalah murni pemberian Allah. Tidak ada campur tangan kekuatan lain, dan bukan semata-mata karena kehebatan atau usaha kita.
Kedua, bersyukur dengan lisan yaitu mengucap Alhamdulillah. Kita memuji Allah atas segala karunia-Nya. Termasuk di dalamnya adalah berterima kasih kepada manusia yang menjadi perantara nikmat Allah. Rasulullah SAW bersabda:
لاَ يَشْكُرُ اللَّهَ مَنْ لاَ يَشْكُرُ النَّاسَ
"Tidak dikatakan bersyukur kepada Allah, siapa yang tidak tahu berterima kasih kepada manusia." (HR. Abu Daud & Tirmidzi)
Ketiga, bersyukur dengan perbuatan. Apabila mendapat nikmat harta, maka harta tersebut kita gunakan untuk sedekah, zakat, dan menafkahi keluarga, bukan untuk foya-foya dan pamer.
Jika mendapat nikmat sehat, maka dapat kita gunakan untuk shalat, puasa, dan menolong sesama, bukan untuk bermaksiat. Andai mendapat nikmat jabatan, maka kita gunakan dengan arif. Caranya adalah menegakkan keadilan, bukan untuk menzalimi yang lemah.
Apabila diberi nikmat waktu di bulan Jumadilawal ini, mari kita gunakan untuk memperbanyak dzikir dan amal shalih, bukan untuk hal yang sia-sia.
Jamaah Jumat Rahimakumullah...
Rasulullah SAW dalam sebuah hadis juga pernah memaparkan tentang sikap umat Islam dalam bersyukur.
عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
"Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin. Seluruh urusannya adalah baik. Jika ia mendapatkan kelapangan (kesenangan), ia bersyukur, maka itu baik baginya. Dan jika ia ditimpa kesempitan (musibah), ia bersabar, maka itu baik baginya." (HR. Muslim).
Di akhir bulan Jumadilawal, mari kita tingkatkan syukur dan menjadi hamba yang pandai bersyukur. Semoga dengan syukur, Allah tambahkan nikmat-Nya dan kita dihindarkan dari azab-Nya yang pedih.
بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
Khutbah II
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ الْقُرْأَنِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْأَيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمِ، وَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الخَلاَئِقِ وَالبَشَرِ. اَللَّهُمُّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ مَا اتَّصَلَتْ عَيْنٌ بِنَظَرٍ وَاُذُنٌ بِخَبَرٍ , أَمَّا بَعْدُ:
فَيَاعِبادَ الله إِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى وَذَرُوْا الفَوَاخِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بطَنَ وَحَافِظُوْا عَلَى الطَّاعَةِ وَخُضُوْرِ الجُمُعَةِ وَالجَمَاعَةِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلاَئِكَةِ المُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، فَقَالَ العَالَمِينَ رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ عِبادَ الله
إِنَّ اللهَ يَأمُرُ بِالعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِى القُربَى وَيَنْهَى عَنِ الفَخْشَاءِ وَالمُنْكَرِ وَالبَغْيِ يَعِظُكُم لَعَلَّكُم تَذَكَّرُوْنَ, فَاذْكُرُوْا اللهَ العَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ اشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكبَرُ
تَعَالىَ وَلَمْ يَزَلْ قَائِلاً عَلِيْمًا إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَااَيَّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وِسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، فِى الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.
رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ. يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ. وَ اشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ
Editor : Nur Pramudito