Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Siapa Ibu KGPH Hangabehi? Profil KRAy Winari, Istri Kedua Pakubuwono XIII Kini Disorot di Tengah Konflik Keraton Solo

Syahaamah Fikria • Sabtu, 15 November 2025 | 04:07 WIB
KGPH Hangabehi secara sepihak menobatkan diri sebagai PB XIV.
KGPH Hangabehi secara sepihak menobatkan diri sebagai PB XIV.

RADARSOLO.COM – Nama KRAy Winari Sri Haryani kembali menjadi perbincangan publik setelah polemik suksesi Keraton Surakarta menyeret putranya, KGPH Hangabehi, ke dalam pusaran konflik dua kubu internal.

Sosok Winari kembali mencuat karena ia merupakan istri kedua mendiang Pakubuwono XIII (PB XIII). Serta ibu dari putra KGPH Hangabehi, yang kini dinobatkan sebagai Pakubuwono XIV (PB) versi Lembaga Dewan Adat (LDA).

Situasi keraton yang memanas membuat latar keluarga PB XIII kembali disorot, termasuk perjalanan rumah tangga dan garis keturunan dari Winari.

Meski tidak lagi tampil di ruang publik dan telah lama bercerai dengan PB XIII sebelum sang raja naik takhta, namanya kini jadi perbincangan di tengah prahara Keraton Solo.

Profil KRAy Winari

KRAy Winari Sri Haryani menikah dengan PB XIII sebelum sang suami naik takhta pada 2004.

Pernikahan itu membuatnya resmi menyandang gelar Kanjeng Raden Ayu (KRAy) Winari.

Pada masa itu, ia menjadi salah satu figur penting dalam lingkar keluarga calon raja.

Dari pernikahan tersebut, Winari melahirkan tiga anak.

Yakni GRM Suryo Suharto, yang kemudian bergelar GPH Mangkubumi, dan pada 24 Desember 2022 berganti jadi KGPH Hangabehi.

Kemudian, BRAy Sugih Oceania (almarhum) dan GRAy Putri Purnaningrum

Ketiga anak tersebut lahir pada periode ketika PB XIII belum menjadi raja, sehingga Winari tidak menyandang status permaisuri dalam struktur resmi keraton setelah rumah tangganya berakhir.

Mengapa KRAy Winari Kembali Disorot?

Nama Winari kembali ramai dibicarakan sejak terjadi dua versi penobatan Pakubuwono XIV di Keraton Solo.

Putranya, KGPH Hangabehi, dinobatkan oleh LDA sebagai PB XIV dalam prosesi adat di Sasana Handrawina.

Penetapan ini berbeda dengan kubu keluarga inti PB XIII yang mendukung adik beda ibu Hangabehi, yakni Putra Mahkota KGPAA Hamangkunegoro (Gusti Purbaya), sebagai PB XIV.

Karena Hangabehi adalah putra tertua PB XIII, garis keturunan Winari otomatis ikut menjadi bahan perdebatan dua kubu keraton yang memperebutkan legitimasi suksesi.

Posisi Winari dianggap penting karena:

- Ia adalah ibu dari calon PB XIV versi LDA

- Hangabehi merupakan anak sulung PB XIII

- Garis keturunannya kerap menjadi dasar argumentasi kubu LDA

Di tengah tingginya tensi politik internal, Winari tetap memilih tidak tampil ke publik.

Namun, catatan sejarah keluarga PB XIII menjadikannya bagian penting dari narasi kisruh suksesi yang mencuat pasca wafatnya PB XIII.

Riwayat Pernikahan PB XIII: Tiga Istri, Tiga Garis Keturunan

Untuk memahami posisi Winari dalam dinamika keraton, berikut adalah rangkuman istri-istri PB XIII dan garis keturunannya:

1. Istri pertama: KRAy Endang Kusumaningdyah (Nuk Kusumaningdyah)

Dikaruniai tiga putri:

GRAy Timoer Rumbai Kusuma Dewayani

GRAy Devi Lelyana Dewi

GRAy Dewi Ratih Widyasari

Pernikahan berakhir sebelum PB XIII naik takhta.

2. Istri kedua: KRAy Winari Sri Haryani

Ibu dari:

KGPH Hangabehi (putra sulung PB XIII)

BRAy Sugih Oceania

GRAy Putri Purnaningrum

Pernikahan juga berakhir sebelum PB XIII naik takhta.

 

3. Istri ketiga: Asih Winarni (kemudian diberi gelar GKR Pakubuwana)

Ibu dari:

GRM Suryo Aryo Mustiko atau GPH Purubaya, yang kemudian bergelar KGPAA Hamangkunegoro, putra mahkota dan calon PB XIV versi keluarga inti.

Pada 2012, Asih Winarni ditetapkan sebagai permaisuri resmi PB XIII, sehingga ia memegang status tertinggi di antara istri-istri raja.

KRAy Winari dan Konflik Suksesi Keraton Solo

Konflik suksesi memuncak setelah PB XIII wafat. Keberadaan dua pangeran dari ibu berbeda—KGPH Hangabehi dan Gusti Purbaya—membuat dua kubu keraton mengeluarkan keputusan masing-masing.

Bagi LDA, Hangabehi yang lahir dari Winari adalah figur sah penerus takhta lantaran merupakan putra tertua PB XIII.

Sementara keluarga inti PB XIII, termasuk putra-putri dari istri ketiga, sepakat mendukung Gusti Purbaya sebagai PB XIV.

Dengan demikian, meski tidak terlibat langsung, Winari tetap memiliki posisi strategis dalam konflik tersebut karena garis keturunannya menjadi salah satu dasar klaim legitimasi.(ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#keraton surakarta #Istri Pakubuwono XIII #KGPH Hangabehi #PB XIII #perebutan takhta #raja keraton solo #Keraton Solo #KRAy Winari Sri Haryani #Pakubuwono XIII