RADARSOLO.COM - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) resmi merilis rencana pembukaan seleksi CPNS 2026, dengan peluang bagi lulusan Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN) serta lulusan SMA.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa rekrutmen tahun depan akan lebih menitikberatkan pada jalur sekolah kedinasan karena Kemenkeu sebelumnya telah menjaring pegawai melalui jalur umum.
Pada rekrutmen umum sebelumnya, Kemenkeu menerima 1.113 pegawai baru.
Sementara dalam seleksi CPNS 2026, kementerian menargetkan menyerap 279 lulusan PKN STAN.
Baca Juga: Kapan Jadwal Seleksi CPNS 2026 Dibuka? Ini Bocoran Resmi Terbaru dari Kepala BKN
Untuk lulusan SMA, Purbaya memastikan bahwa Kemenkeu akan membuka kuota bagi 300 tenaga kerja.
Mereka nantinya akan diberdayakan sebagai petugas lapangan di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
“Bea Cukai masih kekurangan tenaga operasional. Karena itu, kami akan merekrut sekitar 300 lulusan SMA di seluruh wilayah Indonesia, dan perekrutannya dilakukan di tiap daerah,” ujar Purbaya, Jumat (15/11/2025).
Purbaya menyebut proses seleksi CPNS 2026 kemungkinan dilaksanakan secara hibrida.
Baca Juga: Kapan Pendaftaran CPNS 2026 Mulai Dibuka? Simak Dulu Penjelasan BKN dan Kemenpan RB
“Kemungkinan sistemnya hybrid, terbuka untuk lulusan STAN maupun non-STAN,” jelasnya mengutip laporan Antara.
Rencana rekrutmen pegawai diatur dalam PMK Nomor 70 Tahun 2025 tentang Rencana Strategis Kemenkeu 2025–2029.
Regulasi tersebut membuka ruang bagi penambahan pegawai melalui CPNS jalur umum dan sekolah kedinasan, serta PPPK, termasuk mempertimbangkan mekanisme ASN fleksibel.
Berdasarkan data Human Resources Information System (HRIS) per 31 Desember 2024, Kemenkeu memproyeksikan 5.738 pegawai akan memasuki masa pensiun sepanjang 2025–2029.
Di sisi lain, tren pegawai keluar selain karena pensiun diperkirakan mencapai 2.010 orang dalam lima tahun mendatang.
Dengan kondisi tersebut, jumlah SDM Kemenkeu diperkirakan tetap bertumbuh antara 0,01 persen hingga 0,50 persen per tahun pada periode 2025–2029, dan akan terus disesuaikan dengan kebutuhan organisasi.(np)
Editor : Nur Pramudito