Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Pemprov Jateng Tambah Alat Berat untuk Percepat Evakuasi Longsor Cilacap, Gubernur Ahmad Luthfi Prioritaskan Hal Ini

Syahaamah Fikria • Minggu, 16 November 2025 | 04:11 WIB
Alat berat terus ditambah untuk percepat evakuasi longsor Cilacap.
Alat berat terus ditambah untuk percepat evakuasi longsor Cilacap.

RADARSOLO.COM – Hari ketiga pasca musibah longsor yang melanda Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap, tim gabungan terus bergerak melakukan pencarian korban di area permukiman yang tertimbun material longsor.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah bersama berbagai instansi terkait melakukan pencarian setiap hari mulai pukul 07.00–16.00 WIB.

Seluruh tim berjibaku di lokasi, meski kondisi lapangan masih sangat berisiko.

Cuaca mendung menyelimuti kawasan terdampak pada Sabtu (15/11/2025), bahkan sempat turun hujan.

Kondisi ini membuat proses evakuasi harus dilakukan dengan kewaspadaan ekstra.

Struktur tanah yang labil dinilai dapat membahayakan petugas kapan saja.

“Kondisi di lapangan terutama di area terdampak adalah tanah longsoran. Penanganan harus dilakukan dengan sangat hati-hati,” ujar Kepala Pelaksana Harian BPBD Jateng, Bergas Catursasi Penanggungan.

Hujan Menghambat Pencarian

Bergas menjelaskan, cuaca menjadi faktor yang paling perlu diwaspadai.

Ketika hujan turun, potensi bahaya meningkat sehingga pencarian biasanya dihentikan sementara.

Situasi tersebut terjadi pada hari kedua pencarian, ketika hujan deras membuat tanah semakin lembek dan tidak stabil.

“Perubahan cuaca itu membawa risiko. Kalau hujan, evakuasi dihentikan dulu karena tanah makin lembek. Kondisinya seperti itu,” tambahnya.

Tambahan Alat Berat Didatangkan

Untuk mempercepat proses evakuasi, sejumlah alat berat terus ditambah.

Pada awal pencarian telah disiagakan dua unit alat berat, kemudian datang lagi dua unit tambahan.

Kemudian hari Sabtu ini, tiga alat berat lagi dikerahkan ke lokasi. Jumlah ini berpotensi bertambah sesuai kebutuhan lapangan.

Tim gabungan kini fokus mencari korban yang masih belum ditemukan.

Bergas memastikan, seluruh klaster penanganan darurat telah berjalan dan koordinasi antarinstansi berjalan baik.

Akses Lokasi Diamankan

Akses menuju titik longsor sementara ditutup untuk masyarakat umum demi menjaga keamanan, serta memberi ruang bagi tim evakuasi bekerja lebih optimal.

Menurut Bergas, kebutuhan dasar warga terdampak telah terpenuhi.

Bantuan logistik, termasuk sembako, makanan instan, hingga layanan dapur umum sudah disalurkan.

Ia juga mengungkapkan, pemerintah telah menyiapkan rencana pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

Proses pembangunan akan dilakukan BNPB, sementara lahan disiapkan oleh pemerintah daerah.

“Artinya, kebutuhan dasar warga betul-betul diperhatikan,” ujarnya.

Saat ini terdapat 17 kepala keluarga (KK) terdampak.

Sebagian besar memilih mengungsi di rumah kerabat karena wilayah Dusun Cibuyut dan Dusun Tarukan merupakan permukiman keluarga yang saling berdekatan.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Prioritas Pencarian Korban

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menegaskan, sejak hari pertama longsor, Pemprov Jateng memprioritaskan pencarian korban hilang dan evakuasi warga yang selamat.

Pemprov akan terus mendukung upaya penanganan hingga seluruh proses selesai. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#gubernur jateng #bpbd jateng #musibah #evakuasi #Ahmad Luthfi #pemprov jateng #alat berat #Longsor Cilacap #longsor