RADARSOLO.COM - Menjelang akhir tahun, proses pencairan PKH, BPNT, dan BLT Kesra kembali menjadi perhatian jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Setelah penyaluran PKH tahap 4, BPNT tahap 4, dan BLT Kesra triwulan terakhir dilakukan, pemerintah memastikan ada empat bansos tambahan yang ikut diberikan pada periode Oktober–Desember 2025.
Gelombang awal pencairan bansos sudah masuk ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) bagi sejumlah KPM di Jawa Tengah dan Sumatera Utara.
Sementara daerah lain masih menunggu validasi data dari pusat. Penyaluran dilakukan melalui bank Himbara, seperti Mandiri, BRI, BNI, dan BSI.
Baca Juga: 7 Bansos Siap Cair Serentak Mulai 17 November: Cek Saldo PKH, BPNT Tahap 4, dan BLT Rp900 Ribu!
Besaran bansos PKH tetap disesuaikan komponen, mulai dari pelajar SD Rp225 ribu, ibu hamil dan balita Rp750 ribu per triwulan, hingga bantuan lansia atau disabilitas berat.
Untuk BPNT, KPM menerima Rp200 ribu per bulan atau Rp600 ribu per triwulan, sedangkan BLT Kesra diberikan Rp900 ribu per triwulan sebagai penopang daya beli masyarakat.
Pemerintah juga menyiapkan sedikitnya empat bansos tambahan sebagai penebalan bantuan jelang tutup tahun 2025.
1. Program Indonesia Pintar (PIP)
PIP masih menjadi salah satu bansos prioritas bagi anak sekolah dari keluarga pra-sejahtera.
Besarannya berkisar Rp225 ribu hingga Rp750 ribu per semester, bahkan mencapai Rp1 juta untuk jenjang SMA/SMK.
Program ini menargetkan lebih dari 17 juta siswa penerima PKH dan BPNT yang berstatus KPM.
Verifikasi dilakukan melalui sistem PIP yang terhubung dengan Dapodik dan DTSEN.
Hingga November 2025, sekitar 85% dana PIP sudah ditransfer ke rekening siswa melalui bank Himbara. Untuk wilayah 3T, pemerintah tetap memberikan penyesuaian nilai bantuan.
2. Bansos Cadangan Beras Pemerintah (CBP)
Dalam rangka menjaga stabilitas harga dan daya beli, bansos CBP disalurkan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.
Paket ini ditargetkan untuk keluarga miskin dan rentan sebagai bagian dari mitigasi inflasi di akhir tahun.
3. Bansos Atensi Yatim Piatu (Atensi YAPI)
Bantuan Atensi YAPI menyasar sekitar 1,2 juta anak yatim, piatu, atau yatim piatu yang terdata dalam DTSEN dan keluarga penerima PKH.
Pada tahap 4, pencairan mulai dilakukan pada awal November 2025 melalui transfer langsung ke rekening anak penerima.
Besarannya Rp200 ribu per bulan atau Rp600 ribu per tahap. Dana tersebut digunakan untuk kebutuhan pendidikan, seragam, alat tulis, transportasi, hingga uang saku.
Untuk wilayah 3T, per 15 November 2025 tercatat 92% bantuan sudah tersalurkan, termasuk di Aceh Singkil yang mencapai 98%.
4. Bantuan Penerima Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN)
PBI JKN kembali dicairkan untuk periode Oktober–November 2025 dengan target 32 juta penerima dari keluarga miskin dan rentan.
Iuran Rp42 ribu per orang per bulan ditanggung sepenuhnya oleh APBN.
Dengan bantuan ini, KPM mendapatkan akses layanan kesehatan gratis melalui Kartu Indonesia Sehat (KIS) di fasilitas BPJS Kesehatan, mulai dari pemeriksaan dasar, obat rutin, hingga rawat inap kelas 3.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa PBI JKN bukan sekadar subsidi, tetapi perlindungan bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas.
“Setiap KIS aktif adalah investasi bagi generasi sehat dan produktif,” ujar Saifullah Yusuf.
Di akhir tahun 2025 ini, pemerintah memastikan proses pencairan PKH, BPNT, dan BLT Kesra berjalan paralel dengan empat bansos ekstra tersebut.
Masyarakat yang mengalami kendala dapat menghubungi WhatsApp Kemensos di 081111114114 atau layanan BPJS di 165 untuk memastikan bantuan tersalurkan dengan lancar.(np)
Editor : Nur Pramudito