Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Sehari Jadi Raja Keraton Solo, PB XIV Purbaya Anugerahkan Kenaikan Gelar kepada 5 Kerabat Pendukung Setianya: Siapa Saja?

Syahaamah Fikria • Selasa, 18 November 2025 | 02:29 WIB
Gusti Purbaya saat Jumenengan Dalem penobatan sebagai SISKS PB XIV, Sabtu (15/11/2025).
Gusti Purbaya saat Jumenengan Dalem penobatan sebagai SISKS PB XIV, Sabtu (15/11/2025).

RADARSOLO.COM – Usai resmi dinobatkan sebagai Raja Keraton Kasunanan Surakarta, SISKS Pakubuwono XIV (PB XIV) Purbaya langsung mengambil langkah penting di lingkaran internal keluarga.

PB XIV Purbaya mengukuhkan kenaikan gelar untuk lima kerabat yang selama ini dikenal sebagai pendukung paling setia dalam proses suksesi.

Penganugerahan gelar itu diberikan setelah prosesi Jumenengan pada Sabtu (15/11/2025), yang menandai naiknya Gusti Purbaya sebagai PB XIV.

Prosesi berlangsung mulai dari dalam keraton dan berlanjut hingga Siti Hinggil, yang disaksikan keluarga besar serta sentana dalem.

Tiga Kakak Perempuan Dinaikkan Menjadi GKR

PB XIV Purbaya menaikkan derajat tiga kakak perempuannya.

Yakni Timoer GKR Rumbay Kusuma Dewayani, yang kini bergelar GKR Panembahan Timoer, memperoleh gelar sepuh.

GRAy Devi Lelyana Dewi naik menjadi GKR, serta GRAy Dewi Ratih Widyasari juga naik menjadi GKR.

Menurut GKR Panembahan Timoer kenaikan gelar tersebut murni merupakan Sabda Raja dan tidak berkaitan dengan jabatan struktural di Bebadan.

Dua Pangeran Sepuh Dinaikkan Jadi KGPA Panembahan

Tak hanya saudara perempuan, dua adik dari mendiang PB XIII juga mendapatkan peningkatan gelar. Yakni KGPH Benowo dan KGPH Adipati Dipokusumo.

Keduanya dinaikkan statusnya menjadi KGPA Panembahan (Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Panembahan).

Menurut Gusti Panembahan Timoer, pemberian gelar tersebut berlandaskan rasa terima kasih PB XIV Purbaya kepada kerabat yang ikut memperjuangkan dirinya hingga diakui sebagai raja.

Ia menyebut, selama masa dualisme di internal keraton, mereka menjadi pihak yang paling aktif menjembatani komunikasi dan merangkul saudara-saudara lain.

“Beliau tersentuh dengan perjuangan kami. Walaupun ada beberapa yang menolak dirangkul, beliau tahu betul bagaimana upaya kami mendukung beliau,” tuturnya. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#pb xiv #keraton surakarta #gusti purbaya #raja keraton solo #Panembahan #Gusti Timoer #Pakubuwono XIV