Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Kronologi Kisruh Wakil Ketua DPR Cucun Sebut MBG Tak Butuh Ahli Gizi hingga Berujung Minta Maaf, Bagaimana Awal Masalahnya?

Syahaamah Fikria • Selasa, 18 November 2025 | 03:08 WIB
Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal saat Rapat Konsolidasi SPPG di Bandung, yang diwarnai kontroversi penyebutan MBG tak butuh ahli gizi.
Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal saat Rapat Konsolidasi SPPG di Bandung, yang diwarnai kontroversi penyebutan MBG tak butuh ahli gizi.

RADARSOLO.COM - Pernyataan Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal, soal profesi ahli gizi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), kini tuai kontroversi.

Video Cucun saat menghadiri sebuah forum di Kabupaten Bandung viral karena mengandung pernyataan bahwa program MBG tidak membutuhkan ahli gizi.

Dia bahkan menyebut lulusan SMA bisa menggantikan fungsi tenaga gizi setelah pelatihan singkat.

Pernyataan Wakil Ketua DPR RI itu langsung memicu kritik publik dan berbagai kalangan, terutama para tenaga kesehatan.

Awal Mula Kontroversi

Kegaduhan itu bermula saat Cucun Ahmad Syamsurijal menghadiri Rapat Konsolidasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bandung.

Forum tersebut dihadiri berbagai pihak termasuk tenaga gizi dan perwakilan instansi yang terlibat dalam pelaksanaan program MBG.

Dalam sesi diskusi, seorang peserta menyampaikan persoalan yang sedang dihadapi Badan Gizi Nasional (BGN), yakni sulitnya mencari tenaga ahli gizi yang sesuai kualifikasi untuk ditempatkan sebagai pengawas gizi di setiap satuan pelayanan.

Masalah kelangkaan tenaga gizi ini sebelumnya juga disampaikan Kepala BGN, Dadan Hindayana, dalam rapat bersama Komisi IX DPR pada Rabu (12/11/2025).

Peserta forum itu kemudian menyampaikan beberapa solusi, termasuk saran agar apabila tenaga pengawas tidak berasal dari pendidikan gizi, maka sebaiknya mereka tidak diberi label “ahli gizi”.

Peserta juga mengusulkan agar BGN menggandeng organisasi profesi seperti Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) dan juga Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) untuk membantu pemenuhan tenaga gizi sesuai kebutuhan.

Ia turut mengingatkan bahwa mengangkat tenaga non-gizi sebagai ahli gizi berpotensi membuat menu makanan tidak sesuai standar gizi bagi penerima manfaat program MBG.

Ketika peserta mencoba memberikan satu tambahan solusi, forum tiba-tiba berubah panas.

Cucun memotong pembicaraan dan menyebut peserta tersebut berbicara terlalu panjang.

Ketika peserta kembali meminta kesempatan menyampaikan satu poin lanjutan, Cucun menolak dan memintanya duduk.

"Itu kan terkait profesi kamu. Cukup ya? Kamu (bicara) terlalu panjang. Yang lain kasihan," jawab Cucun.

Cucun Tuding Peserta Forum Arogan

Dalam momen inilah perdebatan memanas. Cucun menyebut peserta tersebut sebagai sosok arogan.

Cucun juga mengklaim dirinya sebagai pembuat kebijakan yang berwenang menentukan apakah ahli gizi diperlukan atau tidak dalam program MBG.

“Saya tidak suka anak muda aroganMentang-mentang kalian sekarang dibutuhkan negara, kalian bicara undang-undang. Pembuat kebijakan itu saya," ujar Cucun.

Setelah itu, Cucun menyampaikan pernyataan yang memicu puncak kontroversi.

Ia mengatakan bahwa program MBG sebenarnya tidak membutuhkan ahli gizi.

MBG Tak Perlu Ahli Gizi

"Tidak perlu ahli gizi. Cocok nggak? Nanti saya selesaikan di DPR," tuturnya.

Politisi itu juga menyatakan dirinya akan mengubah diksi “ahli gizi” menjadi “tenaga yang menangani gizi”.

Menurutnya, tenaga tersebut bisa saja berasal dari lulusan SMA yang diberikan pelatihan selama tiga bulan serta sertifikasi dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).

Ia juga menyinggung bahwa sebagian ahli gizi dianggapnya sombong.

"Tidak perlu kalian (ahli gizi) yang sombong seperti ini," kata dia.

Minta Maaf Usai Viral dan Tuai Sorotan Tajam

Pernyataan-pernyataan tersebut langsung mengundang reaksi keras.

Tenaga gizi dari berbagai daerah, akademisi, hingga masyarakat umum menilai pernyataan itu meremehkan profesi yang membutuhkan pendidikan bertahun-tahun.

Setelah gelombang kritik semakin besar, Cucun akhirnya memberikan klarifikasi di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (17/11/2025).

Ia mengatakan bahwa pernyataannya di forum SPPG muncul karena menanggapi usulan peserta yang meminta agar istilah “ahli gizi” tidak lagi digunakan jika tenaga pengawas diambil dari pendidikan non-gizi.

"Di forum berkembang ada usulan. Yang mengusulkan justru ahli gizi sendiri. Mereka tidak mau ada embel-embel kalau nanti mau mengubah istilah," papar dia.

Menurut Cucun, pernyataannya tentang mengganti ahli gizi dengan profesi lain hanyalah respons terhadap usulan tersebut, bukan kebijakan final.

"Saya merespons, kalau keinginannya 'jangan ada embel-embel ahli gizi', nanti profesi panjenengan semua diganti. Habis. Nanti yang masuk bukan ahli gizi," ujar dia.

Ia juga menjelaskan bahwa usulan mengenai kebutuhan tenaga alternatif untuk program MBG merupakan keputusan dari Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi IX DPR dan BGN.

Dari sana, muncul wacana untuk mencari solusi atas kelangkaan ahli gizi, termasuk mempertimbangkan profesi lain yang relevan.

Setelah video viral, Cucun mengatakan sudah menyampaikan permintaan maaf melalui akun media sosialnya.

Ia juga menggelar pertemuan dengan Persagi dan BGN untuk membahas kembali dinamika yang terjadi serta merumuskan langkah kolaborasi yang lebih konstruktif.

Dalam pertemuan tersebut, disepakati bahwa masalah kelangkaan tenaga ahli gizi harus dicari solusinya tanpa menurunkan standar profesionalisme dan kompetensi.

Pertemuan itu juga membahas formulasi kerja sama untuk memperkuat program Makan Bergizi Gratis.

Termasuk kebutuhan SDM yang tidak hanya melibatkan ahli gizi, tetapi juga tenaga akuntansi, juru masak, dan pendukung lainnya.

Cucun menegaskan bahwa diskusi dengan Persagi sangat produktif dan ia menghargai pemikiran para ahli yang hadir dalam pertemuan tersebut. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#cucun ahmad syamsurijal #viral #ahli gizi #minta maaf #SPPG #Mbg #Wakil Ketua DPR RI