Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Cucun Ahmad Syamsurijal dari Partai Apa? Rekam Jejak Wakil Ketua DPR yang Viral Soal MBG Tak Butuh Ahli Gizi, Berujung Minta Maaf

Syahaamah Fikria • Selasa, 18 November 2025 | 04:11 WIB
Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal.
Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal.

RADARSOLO.COM - Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal tengah menjadi sorotan publik setelah pernyataannya yang dianggap meremehkan ahli gizi dalam program Menu Bergizi Seimbang (MBG) viral di media sosial dan menuai kritik keras.

Politikus ini akhirnya menyampaikan permintaan maaf, dan memberikan klarifikasi atas viralnya pembahasan soal MBG yang sempat disebut tak butuh ahli gizi saat forum SPPG.

"Di forum berkembang ada usulan. Yang mengusulkan justru ahli gizi sendiri. Mereka tidak mau ada embel-embel kalau nanti mau mengubah istilah. Tapi kan itu tidak mungkin, sudah ada di perpres," ujar Cucun, Senin (17/11/2025).

Siapa Cucun Ahmad Syamsurijal?

Cucun Ahmad Syamsurijal adalah politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Ia kini menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI periode 2024–2029.

Sosok kelahiran Bandung, 8 November 1972 ini telah tiga kali berturut-turut duduk di kursi parlemen dan dikenal sebagai tokoh PKB yang memiliki akar kuat di lingkungan pesantren.

Latar Belakang Pendidikan

Lahir dan besar di Bandung, Cucun muda menempuh pendidikan pesantren setelah lulus sekolah menengah pertama.

Ia berpindah ke pondok pesantren yang diasuh oleh KH Ilyas Ruhiat—tokoh yang berperan dalam pendirian PKB.

Lingkungan ini kelak membentuk kedekatannya dengan NU dan menjadi pintu masuk karier politiknya.

Pada 1991, ia melanjutkan studi peradilan agama di Institut Agama Islam Cipasung dan merampungkannya pada 1996.

Cucun sempat bekerja sebagai komanditer dalam sebuah persekutuan komanditer sebelum kembali melanjutkan pendidikan S2 dan S3 di Universitas Padjadjaran (Unpad). Ia meraih gelar doktor Administrasi Publik dengan predikat cum laude pada 2022.

Awal Karier Organisasi dan Politik

Keterlibatannya di NU dimulai sekitar 1998 saat ia memimpin Majelis Wakil Cabang NU di Solokanjeruk.

Kemudian, ia aktif dalam kepengurusan PKB Jawa Barat sebagai wakil bendahara DPW pada 2005.

Pada 2010, Cucun dipercaya menakhodai DPC PKB Kabupaten Bandung.

Kiprahnya di wilayah inilah yang mengantarkan namanya menuju kursi parlemen.

Perjalanan Politik di DPR: Tiga Periode Beruntun

1. Periode 2014–2019

Cucun pertama kali lolos ke Senayan pada Pemilu 2014 dari Daerah Pemilihan Jawa Barat II yang meliputi Kabupaten Bandung dan Bandung Barat.

Ia mengisi posisi Sekretaris Fraksi PKB sampai 2017, serta bertugas di Komisi IV sebelum dipindahkan ke Komisi V.

Sosoknya juga dikenal tegas, termasuk saat ia bersama anggota Fraksi PKB dan Gerindra memilih walkout dalam sidang terkait hak angket KPK atas kasus e-KTP.

2. Periode 2019–2024

Dengan meraih 108.452 suara, Cucun kembali terpilih dan kali ini menduduki posisi strategis sebagai Ketua Fraksi PKB.

Pada periode ini, ia fokus di Komisi III yang membidangi hukum, HAM, dan keamanan.

3. Periode 2024–2029

Pada pemilu legislatif 2024, perolehan suaranya melonjak menjadi 267.788 suara, dan menjadi perolehan suara tertinggi di dapilnya.

Ia kemudian ditunjuk sebagai Wakil Ketua DPR RI bersama Puan Maharani, Adies Kadir, Sufmi Dasco Ahmad, dan Saan Mustopa.

Kontroversi

Nama Cucun sempat disorot publik sebelum kasus MBG, ketika ia meninggalkan pelantikan Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) karena penggunaan bahasa asing dalam prosesi resmi.

Ia mengkritik keras pilihan bahasa tersebut karena dinilai tidak mencerminkan identitas nasional.

Kini, Cucun kembali menjadi perbincangan setelah pernyataannya terkait MBG dianggap menyinggung profesi ahli gizi. Ucapannya memicu kecaman dari tenaga kesehatan hingga masyarakat umum.

Setelah viral, ia menyampaikan permintaan maaf dan mengklarifikasi bahwa ia tidak bermaksud meremehkan profesi tersebut.

Ia juga menggelar pertemuan dengan Persagi dan BGN untuk membahas kembali dinamika yang terjadi serta merumuskan langkah kolaborasi yang lebih konstruktif.

Dalam pertemuan tersebut, disepakati bahwa masalah kelangkaan tenaga ahli gizi harus dicari solusinya tanpa menurunkan standar profesionalisme dan kompetensi.

Pertemuan itu juga membahas formulasi kerja sama untuk memperkuat program Makan Bergizi Gratis.

Termasuk kebutuhan SDM yang tidak hanya melibatkan ahli gizi, tetapi juga tenaga akuntansi, juru masak, dan pendukung lainnya.

"Kita membahas tindak lanjut rapat RDP bahwa DPR dan BGN itu menyetujui bersama-sama untuk mencari solusi dari kelangkaan tenaga ahli gizi, akuntansi hingga juru masak,” terang Cucun dalam kalarifikasinya. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#cucun ahmad syamsurijal #viral #ahli gizi #Mbg #profil #Wakil Ketua DPR RI #pkb #BGN