Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Kejutan Pendidikan Jateng, Kebijakan Sekolah Enam Hari Siap Jalan Lagi, Disdikbud Mulai Mutasi Guru Dekat Domisili

Alfida Nurcholisah • Rabu, 19 November 2025 | 16:13 WIB
Siswa SMK/SMA di Jateng bakal kembali masuk enam hari.
Siswa SMK/SMA di Jateng bakal kembali masuk enam hari.

RADARSOLO.COM - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah semakin mantap mengkaji pengembalian sistem pembelajaran enam hari sekolah setelah beberapa tahun menerapkan kebijakan lima hari atau full day school.

Kajian komprehensif yang melibatkan akademisi, pakar pendidikan, hingga elemen masyarakat tengah berlangsung untuk memastikan keputusan yang diambil benar-benar berpihak pada kepentingan anak.

Disdikbud Siapkan Mutasi Guru Agar Dekat Domisili

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah memastikan kesiapan internal untuk menyambut kemungkinan kembalinya sistem enam hari sekolah, khususnya di jenjang SMA/SMK.

Kepala Disdikbud Jateng, Sadimin, menjelaskan bahwa instansinya telah menyiapkan langkah antisipatif agar kebijakan berjalan optimal.

Baca Juga: Sekolah Enam Hari di Jateng Mulai Berlaku Semester Depan, Pemprov Siapkan Rotasi Guru Besar-besaran

Salah satu strategi yang ditempuh adalah pemindahtugasan guru dan tenaga kependidikan (tendik) agar lokasi mengajar lebih dekat dengan tempat tinggal.

“Efisiensi jarak ini kami upayakan untuk menghadapi semester depan dengan kembalinya enam hari sekolah. Langkah ini terbukti menjaga performa tenaga pendidik,” kata Sadimin saat ditemui di SMA Pradita Dirgantara, Selasa (18/11).

Wacana pemberlakuan enam hari sekolah difokuskan terlebih dahulu pada jenjang SMA/SMK, namun tidak menutup peluang diterapkan di jenjang SD dan SMP jika hasil evaluasi menunjukkan efektivitas.

Kelelahan Siswa Jadi Pertimbangan Utama Enam Hari Sekolah

Plt Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Jateng, Agung Wijayanto, menilai kebijakan kembali ke enam hari sekolah sangat relevan untuk mengatasi kelelahan siswa akibat jadwal belajar yang panjang pada sistem lima hari.

“Kalau 10 jam sehari itu kasihan anak-anak. Kebijakan ini melihat adanya kelelahan fisik dan mental pada siswa,” ujar Agung.

Ia menambahkan, dengan pembagian waktu belajar menjadi enam hari, siswa memiliki ruang lebih longgar untuk mengikuti kegiatan positif di luar sekolah seperti TPQ, ekstrakurikuler, dan pengembangan bakat non-akademik.

Meski demikian, Agung mengakui bahwa pemerataan tugas guru belum sepenuhnya optimal karena jumlah tenaga pendidik yang belum seimbang dengan kebutuhan sekolah.

Kebijakan Sekolah Enam Hari Didukung Pemprov, Didorong Demi Perlindungan Anak

Wacana enam hari sekolah sebelumnya mencuat dari Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen beberapa waktu lalu.

Dalam acara Gebyar Hari Santri JPPPM Pusat 2025 di Donohudan, Boyolali, Kamis (2/10/2025), ia menyebut kebijakan lima hari sekolah awalnya dibuat agar siswa punya waktu berkumpul dengan keluarga.

Namun, kondisi sosial justru menunjukkan banyak orang tua bekerja enam hingga tujuh hari.

“Dengan lima hari sekolah, ada dua hari libur anak. Maka ada satu hari tanpa pengawasan,” tegasnya.

Ia menilai potensi waktu tanpa pengawasan tersebut bisa berdampak negatif pada anak.

Karena itu, sistem enam hari dinilai mampu menjadi solusi perlindungan dengan membuat waktu luang siswa lebih terstruktur.

Baca Juga: Sekolah Enam Hari di Jateng Mulai Berlaku Semester Depan, Pemprov Siapkan Rotasi Guru Besar-besaran

Uji Coba Dimulai dari SMA/SMK, Berpotensi Meluas

Pemprov Jateng menegaskan kebijakan baru tidak diputuskan secara sepihak.

Hasil kajian dari perguruan tinggi, pakar pendidikan, hearing dengan dewan, hingga evaluasi teknis dari Disdikbud akan menjadi dasar keputusan.

Jika uji coba di SMA/SMK berhasil, kebijakan dapat diperluas ke SD, SMP, TK, dan PAUD yang berada di bawah kewenangan pemerintah kabupaten/kota.

Sekolah Mulai Bersiap Menjelang Perubahan

Kepala SMKN 3 Solo, Hendrina Widiastuty, menyatakan sekolahnya siap mengikuti keputusan pemerintah dan sedang menyiapkan sosialisasi kepada guru, tenaga kependidikan, siswa, serta orang tua.

“Kalau enam hari sekolah, pulangnya kan lebih siang. Ada positif negatifnya, tinggal pembiasaan saja,” ujarnya.

Ia menyebut pembagian jam kerja guru, penyelarasan kebiasaan baru, serta komunikasi dengan orang tua menjadi tantangan yang harus dipersiapkan.

“Harapannya semua warga sekolah bisa menerima dengan bijak meski dulu sudah pernah. Menuju enam hari sekolah tentu perlu penyesuaian dan pendampingan,” tutupnya.(np)

Editor : Nur Pramudito
#sekolah enam hari #disdikbud jateng #Semester #wakil gubernur #taj yasin #jateng #full day school #guru #rotasi