Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Pro Kontra Sekolah Enam Hari di Jateng, Akun Instagram Gubernur Ahmad Luthfi Dibanjiri Keluhan Netizen: Kami Butuh Istirahat

Syahaamah Fikria • Jumat, 21 November 2025 | 02:49 WIB
Ilustrasi siswa SMA.
Ilustrasi siswa SMA.

RADARSOLO.COM - Rencana Pemprov Jateng yang akan kembali memberlakukan jam belajar sekolah dari lima hari menjadi enam hari dalam sepekan terus menuai pro kontra.

Bahkan, akun Instagram Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menjadi sasaran komentar netizen yang menolak rencana tersebut.

Saat ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa tengah menyusun kajian lengkap sebelum mengembalikan jadwal sekolah menjadi enam hari dalam sepekan.

Kebijakan ini direncanakan untuk jenjang SMA/SMK/sederajat pada semester mendatang.

Namun tidak menutup kemungkinan diterapkan pula di tingkat SD dan SMP.

Kajian dilakukan dengan melibatkan akademisi, pakar pendidikan, organisasi profesi, hingga elemen masyarakat.

Alasan Pemprov Terkait Sekolah Enam Hari

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menjelaskan bahwa penerapan lima hari sekolah yang berjalan selama ini sebenarnya dimaksudkan agar peserta didik memiliki waktu berkumpul lebih banyak dengan keluarga.

Namun, kajian terbaru menemukan fakta berbeda.

Sebagian besar orang tua di Jawa Tengah ternyata bekerja enam bahkan tujuh hari dalam sepekan.

Kondisi itu membuat satu hari libur anak tidak terawasi dengan baik.

“Dengan kebijakan lima hari sekolah, ada dua hari libur anak, maka ada satu hari yang tanpa pengawasan,” ujar Taj Yasin.

Karena itu, Pemprov menilai sistem enam hari sekolah perlu dipertimbangkan kembali.

Meski demikian, Taj Yasin menegaskan bahwa pemerintah tidak akan terburu-buru mengambil keputusan. Rekomendasi dari para pakar pendidikan dan perguruan tinggi menjadi faktor penentu sebelum kebijakan diputuskan.

Instagram Gubernur Ahmad Luthfi Diserbu Netizen

Di tengah proses kajian, penolakan publik justru makin menguat.

Sebuah petisi berjudul “Menolak Usulan Kebijakan 6 Hari Sekolah SMA/SMK di Jawa Tengah” di Change.org viral sejak dirilis pada 12 November 2025.

Tak berhenti di situ, gelombang kritik juga memenuhi lini masa media. Aksi penolakan juga disampaikan netizen melalui kolom komentar di akun Instagram Gubernur Jateng Ahmad Luthfi.

Berdasarkan pantauan, akun Instagram @ahmadluthfi_official dibanjiri komentar berupa kritik dan penolakan atas kebijakan sekolah enam hari.

"Tolak 6 hari sekolah kami juga butuh waktu istirahat!!!" komen @_jun******.

"Sekolah 6 hari. Istirahat nya kapan?" tulis @dni******.

"Maaf pak bukanya bermaksud menolak kebijakan, tapi kasihan murid dan guru pak, SMK/SMA berangkat jam 7 pulang setengah 4 pastinya capek pak, guru dan siswa juga butuh istirahat serta refreshing pak dan menurut kebanyakan siswa juga lebih efektif sekolah 5 hari dibandingkan 6 hari, jadi kami memohon sebesar besarnya untuk dibatalkan rencana pemberlakuan sekolah 6 hari," komen @ary******.

"Pak gamauu sekolah 6 harii, hari sabtu itu waktunya me time dengan keluarga, istirahat malah di buat sekolah Ya Allah," kata @zal******.

Beberapa komentar bahkan meminta Ahmad Luthfi turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi sekolah dan beban siswa sebelum merumuskan kebijakan.

"Pak tolong tinjau dan batalkan 6 hari sekolah, saya sebagai guru yg mempunyai keluarga merasa keberatan kalo hanya libur minggu waktu untuk nyuci bersih² dll kapan waktu bersama keluarga. Setiap hari berangkat pagi pulang sore² sudah capek," tulis @sov******. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#gubernur jateng #sekolah enam hari #disdikbud jateng #Ahmad Luthfi #sekolah lima hari