RADARSOLO.COM – Kota Malang tengah diliputi duka mendalam menyusul kabar berpulangnya Hj Hanik Andriani Wahyu Hidayat, istri Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, pada Kamis malam (20/11/2025).
Kepergian mendadak perempuan yang dikenal aktif dalam kegiatan sosial dan pembinaan UMKM itu membuat publik terkejut, terlebih ia dianggap tidak memiliki riwayat sakit serius sebelumnya.
Jenazah almarhumah dimakamkan di TPU Kasin, Kota Malang, pada Jumat (21/11/2025) selepas shalat Jumat.
Ribuan warga, pejabat, hingga tokoh masyarakat memadati area pemakaman untuk memberikan penghormatan terakhir.
Duka Mengalir, Warga Memadati TPU Kasin
Pantauan di lokasi pemakaman menunjukkan antrean pelayat mengular sejak gerbang TPU hingga area liang lahat.
Banyak warga yang datang mengaku merasa kehilangan sosok almarhumah yang selama ini dikenal ramah dan hangat dalam berinteraksi.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat terlihat mendampingi jenazah istrinya dari rumah duka menuju pemakaman.
Ia berjalan bersama anak dan cucu sambil menahan duka mendalam yang sesekali tampak tak mampu ia sembunyikan.
Hadir pula sejumlah pejabat Malang Raya, seperti Wali Kota Batu Nurochman, mantan Wali Kota Malang Sutiaji, tokoh agama, dan perwakilan organisasi perempuan. Termasuk Arumi Bachsin, istri Wagub Jatim Emil Dardak.
Doa-doa pelan dari para pelayat menggema, menambah suasana haru sepanjang prosesi.
Dikenal Sehat dan Aktif, Sakit Apa?
Kabar meninggalnya Hanik Andriani terasa mengejutkan karena selama ini ia dikenal sehat, aktif, dan tidak memiliki riwayat penyakit jantung ataupun gangguan serius.
Wali Kota Wahyu Hidayat mengungkapkan bahwa istrinya mengalami sesak napas mendadak pada Kamis malam sekitar pukul 23.00 WIB.
Tanpa menunda waktu, keluarga membawa Hanik ke RS Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk mendapat pertolongan intensif.
Namun, kondisi terus menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pukul 23.33 WIB.
Wahyu Hidayat menceritakan kondisi sang istri sebelum kepergiannya.
Dia mengatakan, sang istri tidak pernah mengeluh sakit apa pun. Almarhumah juga diketahui tak memiliki riwayat sakit jantung.
Namun, pada Kamis malam tiba-tiba mengalami sesak napas.
Ia juga menceritakan, beberapa jam sebelum kejadian, Hanik masih menjalankan rutinitas seperti biasa, bahkan menyiapkan pakaian dinas untuknya.
Disemayamkan di Rumah Dinas
Sejak dini hari sebelum pemakaman, rumah dinas Wali Kota Malang di Jalan Ijen dipenuhi pelayat dari berbagai kalangan.
Mulai pejabat, tokoh agama, warga umum, hingga organisasi perempuan yang selama ini bekerja sama dengan almarhumah dalam berbagai kegiatan sosial.
Banyak yang mengenang Hanik sebagai sosok yang peduli UMKM, aktif dalam pemberdayaan perempuan, serta kerap terjun langsung dalam kegiatan sosial di Kampung Tematik hingga pelatihan ekonomi masyarakat.
Dalam sambutannya di pemakaman, Ketua MUI Kota Malang KH Israqunnajah, menyebut Hanik sebagai teladan yang selalu hadir dalam kegiatan sosial.
“Tiga hari lalu beliau masih turun ke masyarakat. Beliau wafat hari Jumat, hari yang baik. Beliau juga orang yang baik,” ujarnya.
Usai shalat jenazah, ribuan pelayat mengiringi langkah keluarga menuju liang lahat.
Wahyu dan putrinya tampak khusyuk memanjatkan doa hingga proses pemakaman selesai.
Meski prosesi telah ditutup, arus pelayat masih berdatangan untuk menyampaikan duka secara langsung kepada keluarga. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria