RADARSOLO.COM – Fakta baru terungkap dalam kasus kematian tragis Dwinanda Linchia Levi, dosen Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang yang ditemukan meninggal tanpa busana di sebuah kamar hotel kawasan Gajahmungkur, Semarang, Senin (17/11/2025).
Sebelum ditemukan tak bernyawa, Levi rupanya masih sempat berkomunikasi dengan keluarganya lewat pesan singkat.
Percakapan itu menjadi jejak terakhir sebelum dosen berusia 33 tahun tersebut meninggal dunia secara misterius.
Chat Terakhir Berisi Obrolan Ringan
Perdana Cahya Devian Melasco, kakak kandung Levi, mengungkapkan bahwa adiknya sempat menghubungi keluarga pada Jumat, dua hari sebelum kejadian.
“Kontak terakhir hari Jumat. Tidak ada hal penting yang disampaikan,” ujar Perdana.
Namun isi chat tersebut ternyata tidak membahas sesuatu yang serius.
Ia menjelaskan, percakapan mereka hanya seputar aktivitas ringan di media sosial.
Keduanya terbiasa saling melihat unggahan Story dan sekadar bertukar komentar kecil.
“Cuma soal Story medsos. Kita saling intip Story, biasa gitu,” tambahnya.
Perdana juga menyebutkan bahwa Levi selama ini dikenal sangat tertutup soal kehidupan pribadinya.
Termasuk terkait kondisi kesehatan maupun hubungan asmara.
Hubungan dengan AKBP Basuki Disembunyikan dari Keluarga
Pihak kepolisian menyebutkan bahwa Levi ternyata menjalin hubungan dengan AKBP Basuki, Kasubdit Dalmas Ditsamapta Polda Jateng.
Namun, hubungan itu tidak pernah diketahui keluarga.
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto menegaskan bahwa hubungan asmara antara AKBP Basuki dengan Levi sudah berlangsung sejak 2020.
Meski demikian, Basuki sempat membantah memiliki hubungan dengan dosen tersebut. Bahkan sempat beralasan jika dirinya sudah tua dan tak berpikir untuk menjalin hubungan terlarang.
Faktanya, keduanya tidak hanya telah menjalin hubungan selama 5 tahun. Mereka bahkan diketahui sudah tinggal bersama di hotel yang ditempati Levi sejak beberapa tahun terakhir.
Basuki juga merupakan orang pertama yang melaporkan Levi meninggal.
Ia menghubungi resepsionis, Polsek Gajahmungkur, hingga Inafis Polrestabes Semarang setelah menemukan Levi dalam kondisi tak bernyawa di lantai kamar.
AKBP Basuki Dikenakan Penempatan Khusus
Meski penyebab pasti kematian Levi belum diumumkan, Basuki telah dikenai penempatan khusus (patsus) oleh Bidpropam Polda Jateng.
Ia diduga melanggar etik karena tinggal satu atap dengan Levi tanpa status pernikahan.
Penyelidikan lanjutan masih berlangsung, termasuk menelusuri percakapan terakhir Levi dengan keluarga yang kini menjadi bagian penting untuk mengungkap kondisi psikologis dan situasi sebelum kematiannya. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria