RADARSOLO.COM - Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) tahap kedua dipastikan mulai cair pekan ini untuk sekitar 12 juta keluarga penerima manfaat (KPM).
Masyarakat yang ingin mengetahui apakah namanya terdaftar bisa melakukan pengecekan secara online lewat handphone.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, penyaluran BLTS tahap pertama telah rampung.
Sementara tahap kedua kini memasuki proses finalisasi sebelum distribusi.
"BLTS ini lagi proses sekarang. Jadi ini lagi proses untuk penyaluran tahap kedua. Kalau yang reguler sudah selesai semua, hampir selesai," ujarnya dikutip dari Antara, Sabtu (23/11/2025).
Hingga Jumat (21/11), tercatat 27,3 juta KPM sudah menerima BLTS sebesar Rp900.000.
Dari total 35 juta penerima, sekitar 15 juta lebih memperoleh bantuan pada tahap pertama.
"Tahap kedua ada hampir 12 juta tengah proses penyaluran. Pada tahap pertama itu ada 15 juta lebih yang sudah tersalurkan, dan nanti tahap ketiga ada sekitar 8 juta yang disalurkan," lanjutnya.
BLTS diberikan untuk periode Oktober–Desember 2025. Penyaluran dilakukan melalui dua jalur, yakni PT Pos Indonesia untuk sekitar 18 juta KPM dan Himbara untuk 17 juta KPM lainnya.
Sebagai catatan, pencairan bantuan dilakukan secara bertahap.
Artinya, beberapa wilayah bisa saja menerima lebih cepat dibanding daerah lain.
Cara Cek Status Penerima BLTS Lewat HP
Masyarakat bisa mengecek status penerimaan BLTS melalui situs resmi Kemensos dengan langkah berikut:
-
Buka laman cekbansos.kemensos.go.id lewat browser HP.
-
Masukkan nama lengkap sesuai KTP.
-
Pilih provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, serta desa/kelurahan.
-
Isi kode captcha untuk verifikasi keamanan.
-
Klik tombol "Cari Data".
Jika nama terdaftar, sistem akan menampilkan informasi jenis bantuan yang diterima, mulai dari BLTS, PKH, hingga Sembako.
Gus Ipul memastikan penyaluran tahap kedua berjalan lancar. Masalah data yang sempat muncul kini telah dituntaskan melalui proses pemutakhiran bersama pemerintah daerah.
“Lancar. Kemarin (ada hambatan) karena ya data. Tapi sekarang datanya kita mutakhirkan baru kita salurkan,” tegasnya.(np)
Editor : Nur Pramudito