Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Meski Anggaran Dipangkas, Sumanto Tegaskan APBD Jateng 2026 Tetap Prioritaskan Visi Lumbung Pangan Nasional

Rudi Hartono RS • Selasa, 25 November 2025 | 00:39 WIB

Ketua DPRD Jateng Sumanto (tiga dari kanan) bersama Gubernur Jateng Ahmad Luthfi (tiga dari kiri) hadiri rapat paripurna di Gedung Berlian, Kota Semarang, Kamis (20/11/2025).
Ketua DPRD Jateng Sumanto (tiga dari kanan) bersama Gubernur Jateng Ahmad Luthfi (tiga dari kiri) hadiri rapat paripurna di Gedung Berlian, Kota Semarang, Kamis (20/11/2025).

RADARSOLO.COM- DPRD bersama Gubernur Jawa Tengah menandatangani Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara atau KUA-PPAS APBD tahun 2026.

Ketua DPRD Jateng Sumanto menuturkan, fokus Jawa Tengah pada tahun mendatang masih menjadi lumbung pangan nasional.

“Prioritas anggaran ini masih mengacu tema daripada visi-misi gubernur jadi Jawa Tengah menjadi Lumbung Pangan Nasional,” ujar Sumanto usai rapat paripurna di Gedung Berlian, Kota Semarang, Kamis (20/11/2025).

Baca Juga: Soroti Kelemahan UMKM, Ketua DPRD Jateng Sumanto: Keterbatasan Pemasaran dan Kualitas Produk Masih Jadi Kendala Utama

Namun, Sumanto mengungkap adanya penurunan anggaran pada tahun mendatang akibat pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat.

“Jadi anggaran ini jumlahnya turun dari tahun, kemarin karena dana transfer turun sekitar Rp1,52 triliun. Kalau kemarin Rp24,48 triliun, sekarang Rp22,16 triliun. Jadi masih pada posisi menjadi disetujui hari ini,” terang Sumanto.

Imbas pemangkasan dana transfer itu, ketua DPRD Jateng tak menampik ada sektor yang anggarannya belum maksimal.

Kendati begitu, Sumanto berharap sektor pertanian dan peternakan yang menjadi penyokong visi-misi Lumbung Pangan Nasional bisa dimaksimalkan.

Baca Juga: Silaturahmi dengan Pengusaha Sound, Ketua DPRD JAteng Sumanto Dorong Kolaborasi dan Profesionalitas

“Ya, ini memang harus dimaksimalkan, karena belum maksimal. Ada penurunan juga di sektor-sektor yang menjadi prioritas visi-misi Gubernur, itu masih kurang. Ini perlu ada penambahan,”  urainya.

Lebih jauh, Sumanto membenarkan semua sektor dalam APBD 2026 angkanya akan turun imbas pemangkasan dana transfer.

Plafon Anggaran Sementara (PAS), kata dia, akan dipertajam dalam pembahasan APBD.

“Ya, ini baru plafon sementara ya, nanti akan ditajamkan dengan APBD-nya. Semuanya akan turun karena ada sektor kekurangan itu. Tapi dipertajam dalam dalam pembahasan APBD,” jelas Sumanto.

Baca Juga: Ketua DPRD Jateng Sumanto Pentaskan Wayang Kulit 30 Jam Nonstop dengan 23 Dalang

Politisi PDI Perjuangan tersebut tak menampik bahwa pemangkasan dana transfer yang berimbas pada berkurangnya anggaran membuat kinerja program bisa tak maksimal.

Sumanto menyebut, kemungkinan program di Jawa Tengah akan ada yang menggunakan biaya dari pemerintah pusat imbas pemangkasan dana transfer.

Ketua DPRD Jateng Sumanto tanda tangani KUA-PPAS APBD tahun 2026 di Gedung Berlian.
Ketua DPRD Jateng Sumanto tanda tangani KUA-PPAS APBD tahun 2026 di Gedung Berlian.

“Ya, mesti ya berpengaruh pada program kerja, tentunya akan berdampak tidak maksimal, kan? Jadi, mungkin ada program-program dari pusat yang akan membiayai,” pungkas Sumanto. (*)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#Ketua DPRD Jateng Sumanto #anggaran dipangkas #Lumbung Pangan Nasional #apbd jateng 2026