RADARSOLO.COM - Musibah besar kembali menimpa Sumatera Utara.
Kota Sibolga dilanda Banjir dan tanah longsor secara bersamaan sejak Senin (24/11/2024) malam.
Air yang datang tiba-tiba, disertai hujan deras dan struktur tanah yang labil, membuat sejumlah kawasan lumpuh dalam hitungan menit.
Berdasarkan data terbaru dari kepolisian, lima orang ditemukan meninggal dunia dan empat lainnya masih belum diketahui keberadaannya.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menjelaskan bahwa bencana kali ini tergolong paling parah dalam beberapa tahun terakhir.
Enam titik longsor besar muncul serentak di tengah kondisi banjir Sibolga yang tidak terkendali.
Selain menimbulkan korban jiwa, sekitar 17 rumah warga dilaporkan rusak berat akibat material tanah, batu, dan arus banjir yang deras.
“Tim kami masih mendalami kronologi kejadian serta mengidentifikasi korban. Fokus utama adalah pencarian empat warga yang hilang,” ujar Ferry dalam keterangan resmi, Rabu (26/11/2024).
Ia menegaskan bahwa aparat bekerja tanpa henti sejak malam kejadian.
Baca Juga: Banjir Aduan Masyarakat Soal Pohon Rawan Tumbang, BPBD Sukoharjo Terjunkan Tim Ke Lapangan
Tidak hanya Sibolga, bencana serupa turut dirasakan di sejumlah daerah lain seperti Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Nias Selatan, hingga Kota Padang Sidempuan.
Curah hujan ekstrem membuat wilayah-wilayah tersebut rawan banjir dan longsor dalam beberapa hari terakhir.
“Setiap laporan langsung ditindaklanjuti. Petugas di lapangan bekerja siang dan malam untuk menyelamatkan warga dan membuka kembali jalur-jalur yang tertutup material,” tambah Ferry.
Sejumlah akses vital, seperti jalan penghubung antar-kecamatan, sempat tertutup lumpur dan batu besar sehingga memperlambat proses evakuasi.
Sementara itu, BPBD Sumut melalui Kabid Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik, Sri Wahyuni, melaporkan bahwa wilayah yang terdampak banjir Sibolga meliputi Kecamatan Sibolga Utara, Sibolga Selatan, Sambas, dan Sibolga Kota.
Peristiwa ini terjadi tiba-tiba pada sekitar pukul 21.30 WIB ketika sebagian besar warga sudah bersiap beristirahat.
“Kami masih mendata jumlah pengungsi, korban luka-luka, serta kerusakan rumah warga. Koordinasi dengan BPBD Sibolga terus dilakukan untuk mempercepat penanganan,” ujarnya.
BPBD memperkirakan bahwa jumlah pengungsi berpotensi bertambah mengingat kondisi cuaca masih tidak stabil.
Baca Juga: Banjir Semarang Mulai Surut, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Pastikan Penanganan Berlanjut hingga 2027
Posko darurat dan dapur umum telah disiapkan untuk warga yang kehilangan tempat tinggal.
Selain pencarian korban hilang, tim gabungan juga memprioritaskan pembukaan akses jalan agar logistik dapat masuk ke kawasan terdampak. Beberapa titik yang sebelumnya terisolasi kini mulai dapat diakses setelah alat berat diturunkan.
Hingga kini, masyarakat diimbau untuk tetap waspada, terutama mereka yang tinggal di daerah perbukitan atau dekat aliran sungai.
Kondisi tanah masih berpotensi longsor apabila hujan kembali turun.
Pemerintah daerah juga mengingatkan warga untuk tidak memaksakan diri melintasi jalur yang rawan, mengingat ancaman susulan bukan tidak mungkin terjadi.
Bencana banjir Sibolga ini menjadi pengingat bahwa sebagian wilayah Sumut harus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem yang diprediksi masih berlangsung beberapa hari ke depan.(np)
Editor : Nur Pramudito