Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Apa Itu Bibit Siklon Tropis Senyar? Pemicu Cuaca Ekstrem di Aceh dan Sumut, Waspada Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi

Nur Pramudito • Kamis, 27 November 2025 | 18:18 WIB
Apa Itu Bibit Siklon Tropis Senyar? Pemicu Cuaca Ekstrem di Aceh dan Sumut, Waspada Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi
Apa Itu Bibit Siklon Tropis Senyar? Pemicu Cuaca Ekstrem di Aceh dan Sumut, Waspada Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi

RADARSOLO.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa bibit siklon 95B yang sebelumnya terpantau di Selat Malaka, timur Aceh, kini telah berkembang menjadi Siklon Tropis Senyar.

Pengumuman resmi disampaikan pada Rabu, 26 November 2025, pukul 07.00 WIB.

Siklon ini bergerak ke arah barat menuju daratan Aceh dengan kecepatan sekitar 10 km/jam dan berpotensi menimbulkan hujan sangat lebat hingga ekstrem disertai angin kencang.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyampaikan bahwa kondisi ini muncul akibat peningkatan uap air di perairan hangat Selat Malaka, yang memicu terbentuknya awan konvektif di wilayah utara Sumatra.

Saat ini, pusat Siklon Tropis Senyar berada di koordinat 5.0° LU dan 98.0° BT, dengan tekanan minimum sekitar 998 hPa dan kecepatan angin maksimum 43 knot (80 km/jam).

Baca Juga: Sumut Berduka: 13 Orang Meninggal Dunia Akibat Banjir dan Longsor di Sejumlah Wilayah

"Dalam 24 jam ke depan, Siklon Tropis Senyar bergerak ke arah barat hingga barat daya dan masih berada di daratan Aceh dengan kecepatan 4 knot (7 km/jam). Dalam 48 jam mendatang, intensitasnya diprediksi menurun menjadi Depresi Tropis," jelas Faisal di Gedung Command Center MHEWS BMKG, Jakarta.

Meskipun akan melemah, BMKG menekankan bahwa potensi cuaca ekstrem masih tetap tinggi.

Masyarakat di Aceh, Sumatra Utara (Sumut), Kepulauan Riau, Riau, dan Sumatera Barat (Sumbar) diimbau waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi selama dua hingga tiga hari ke depan.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menambahkan bahwa siklon ini diperkirakan memicu hujan sangat lebat hingga ekstrem di Aceh dan Sumut, sementara wilayah Riau dan Sumbar akan mengalami hujan sedang hingga lebat.

Baca Juga: Update Banjir dan Longsor Sibolga: Lima Warga Tewas, Empat Hilang, Puluhan Rumah dan Fasilitas Umum Terdampak

Angin kencang juga berpotensi terjadi di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, dan Kepulauan Riau.

Di perairan, BMKG memperkirakan gelombang setinggi 1,25–2,5 meter di Selat Malaka bagian tengah, perairan Sumut, dan perairan Rokan Hilir.

Sementara gelombang 2,5–4 meter muncul di utara Selat Malaka, perairan Aceh, hingga Samudra Hindia barat Aceh sampai Nias.

Pemantauan siklon dilakukan melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta.

Sejak tahap awal sebagai Bibit Siklon Tropis 95B, sistem ini sudah memengaruhi cuaca di sekitar Selat Malaka.

Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, menuturkan bahwa siklon tropis seperti Senyar jarang terjadi di dekat khatulistiwa karena kondisi geografisnya tidak ideal.

Namun, lima tahun terakhir menunjukkan tren meningkatnya jumlah sistem siklon yang mendekati wilayah Indonesia dengan dampak signifikan.

“Siklon Tropis Senyar termasuk fenomena yang tidak umum di Selat Malaka, apalagi melintasi daratan. Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak cuaca selama siklon bergerak,” ujar Andri.

Baca Juga: Update Banjir dan Longsor Sibolga: Lima Warga Tewas, Empat Hilang, Puluhan Rumah dan Fasilitas Umum Terdampak

BMKG juga mengimbau pemerintah daerah, masyarakat, pelaku pelayaran, dan nelayan agar tetap waspada terhadap risiko banjir, banjir pesisir, tanah longsor, pohon tumbang, dan gelombang tinggi.

Informasi resmi BMKG menjadi rujukan utama agar tidak menimbulkan kebingungan atau hoaks.

Faisal menekankan bahwa tujuan pemberitahuan ini bukan untuk menakut-nakuti, tetapi meningkatkan kesiapsiagaan publik.

Dengan prinsip awas, siaga, selamat, diharapkan peringatan dini dapat ditindaklanjuti secara tepat dan meminimalisir kerugian maupun korban jiwa.

Baca Juga: Update Banjir dan Longsor Sibolga: Lima Warga Tewas, Empat Hilang, Puluhan Rumah dan Fasilitas Umum Terdampak

Apa itu Siklon Tropis Senyar?

Siklon tropis adalah badai besar dengan radius sekitar 150–200 km, terbentuk di perairan hangat dengan suhu permukaan laut di atas 26,5°C.

Keunikan Senyar adalah terbentuk sangat dekat garis khatulistiwa, tepat di 5.0° LU, wilayah yang selama ini dianggap relatif aman dari badai siklon.

Pada lintang ini, efek Coriolis masih memungkinkan pembentukan sistem badai.

Kondisi akhir November 2025—suhu laut hangat, kelembapan tinggi, dan pola angin stabil—mendukung pertumbuhan bibit siklon menjadi sistem siklon penuh.

Fenomena ini menunjukkan pola cuaca global yang semakin dinamis, dengan pemanasan global turut memperluas wilayah pembentukan siklon ke area sebelumnya dianggap aman, termasuk Indonesia.

Menurut New Straits Times, Senyar menjadi siklon tropis pertama dengan intensitas kuat di Selat Malaka.

Direktur Jenderal MetMalaysia, Dr. Mohd Hisham Mohd Anip, menuturkan sebelumnya hanya depresi tropis yang tercatat, terakhir terjadi pada 2017 di Penang.

Asal Usul Nama "Senyar"

Nama Senyar, yang berarti “singa”, diajukan oleh Uni Emirat Arab dalam sistem penamaan siklon di Samudera Hindia Utara.

Siklon diberi nama setelah kecepatan angin melebihi 34 knot (62 km/jam) untuk mempermudah komunikasi publik dan menghindari kebingungan.

Sistem penamaan diatur oleh World Meteorological Organization (WMO) dan ESCAP Panel on Tropical Cyclones, yang melibatkan 13 negara termasuk Indonesia. Nama ini hanya dipakai sekali dan tidak digunakan lagi.

Selain berdampak di Indonesia dan Malaysia, Siklon Tropis Senyar diperkirakan memberi pengaruh cuaca hingga Teluk Benggala, Kepulauan Andaman, dan wilayah selatan India.(np)

Editor : Nur Pramudito
#Siklon Tropis Senyar #aceh #cuaca ekstrem #sumut #bibit siklon #Apa Itu