Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Malaysia dan China Siap Tanam Investasi Rp62,3 Triliun di Jawa Tengah, Ini Rinciannya

Syahaamah Fikria • Sabtu, 29 November 2025 | 22:17 WIB
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi paparkan capaian investasi di Jateng saat rapat senat terbuka Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi paparkan capaian investasi di Jateng saat rapat senat terbuka Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang.

RADARSOLO.COM – Jawa Tengah kembali menjadi pusat perhatian investor mancanegara.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyebut, perusahaan-perusahaan dari Malaysia serta Provinsi Fujian, China, telah menyatakan komitmennya untuk menanamkan modal dengan total nilai Rp62,3 triliun.

Saat menghadiri rapat senat terbuka Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Sabtu (29/11/2025), Luthfi menjelaskan, komitmen investasi tersebut sudah dituangkan dalam penandatanganan Letter of Intent (LoI).

“Malaysia berkomitmen sekitar Rp6,9 triliun, sedangkan dari Fujian mencapai Rp55,4 triliun,” ujar Luthfi dalam sambutannya.

20 Tahun Hubungan “Sister Province” Berbuah Investasi Besar

Provinsi Fujian dan Jateng telah menjalin kemitraan sebagai sister province selama dua dekade.

Kerja sama yang panjang tersebut kini berkembang menjadi rencana investasi lintas sektor yang bernilai strategis.

Menurut Luthfi, komitmen investasi Fujian mencakup proyek-proyek besar.

Antara lain pembangunan jalan, pembangunan pabrik beton dan material konstruksi, industri komponen otomotif.

Selain itu, juga pengembangan infrastruktur perumahan, pabrik produk pecah belah. Serta industri energi terbarukan, termasuk produksi solar panel.

Menurut Ahmad Luthfi, keunggulan tenaga kerja, kondisi industri yang padat karya dan padat modal, serta kemudahan perizinan menjadi daya tarik utama Jateng bagi para investor.

“Iklim investasi kita nyaman dan proses perizinan semakin dipermudah,” tambah Gubernur Jateng.

Kerja Sama Pendidikan dan Pelatihan Vokasi

Selain investasi sektor industri dan infrastruktur, kerja sama dengan Fujian juga melebar ke bidang pendidikan.

Pemprov Jateng dan Ruijie Network dari China telah menyepakati program beasiswa dan magang untuk siswa SMK jurusan Teknologi Informasi.

Kerja sama ini diprakarsai oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah untuk mencetak tenaga kerja vokasi yang sesuai kebutuhan industri.

“Kami siapkan sekolah vokasi agar siswa memiliki keahlian yang langsung dibutuhkan dunia usaha,” tegas Luthfi.

Penerbangan Langsung Fujian–Semarang Masih Terkendala Runway

Pemerintah Provinsi Fujian juga menyatakan kesiapan membuka rute penerbangan langsung ke Semarang.

Namun realisasi rute tersebut masih terhambat oleh keterbatasan panjang landasan pacu Bandara Internasional Ahmad Yani.

Koordinasi dengan pemerintah pusat dan Angkasa Pura sudah dilakukan untuk mendorong percepatan perpanjangan runway.

Sementara itu, jalur laut melalui Pelabuhan Tanjung Emas sudah melayani rute langsung ke Fujian setiap dua minggu sekali.

Meski begitu, revitalisasi pelabuhan dinilai perlu dilakukan agar arus logistik semakin efektif dan kompetitif.

Pemprov Jateng telah bersurat kepada Kementerian Perhubungan untuk meminta dukungan penuh.

 

Kolaborasi ATTEC, Kadin, dan Hipmi Perkuat Perdagangan Asia

Luthfi juga menyebut adanya dukungan dari Asian Trade, Tourism and Economic Council (ATTEC) bersama pelaku usaha Asia, Kadin, dan Hipmi untuk memperluas jaringan perdagangan serta meningkatkan arus investasi.

Ia meyakini langkah-langkah strategis ini akan memperkokoh posisi Jawa Tengah sebagai destinasi investasi baru di Indonesia.

Realisasi Investasi Jateng 2025 Sudah Capai 84,42 Persen dari Target

Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), realisasi investasi di Jawa Tengah sejak Januari hingga September 2025 telah mencapai Rp66,13 triliun atau 84,42 persen dari target tahunan.

Investasi tersebut berhasil menyerap 326.462 tenaga kerja.

Hal ini sekaligus menjadikan Jawa Tengah sebagai provinsi dengan serapan tenaga kerja terbesar kedua di Pulau Jawa. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#gubernur jateng #malaysia #Ahmad Luthfi #sister province #china #investasi #investasi di jateng #Fujian