RADARSOLO.COM - Neo Solo Grand Mall digemparkan insiden tragis pada Minggu (30/11/2025) sekitar pukul 18.15 WIB. Seorang perempuan muda ditemukan meninggal dunia di Lobi Barat setelah diduga melompat dari area parkir mobil lantai 4A mall setempat.
Korban diketahui berinisial VRG, 26, warga Pung Wetan, Ngepungsari, Jatipuro, Karanganyar.
Berdasarkan informasi yang dihimpin radarsolo.com, kejadian yang diduga upaya mengakhiri hidup itu berlangsung sangat cepat.
Dua petugas keamanan mall, Bagas Sri Widodo, 36, dan Santosa Putra Adi Wijaya, 27, mengaku awalnya mendengar teriakan keras dari area lobi.
Mereka kemudian menemukan tubuh korban dalam keadaan tengkurap dengan pelipis kanan mengeluarkan darah.
Para pengunjung mall yang barada di sekitar lokasi pun sontak panik, berteriak dan menjauh dari lokasi.
Sementara petugas keamanan langsung menutup area agar tidak terjadi kerumunan.
Tak berselang lama, petugas keamanan lainnya Johan Rendy Saputra, 19, bersama Akmal Hisbulloh Gymnastiar, 22 melakukan pengecekan ke area parkir Lantai 4A.
Di titik pembatas beton, persis di atas lokasi jatuhnya korban, polisi menemukan tas abu-abu dan kacamata putih yang diduga milik korban.
Penemuan itu memperkuat dugaan bahwa korban melompat dari tempat tersebut.
Tim Identifikasi Polresta Solo serta gabungan piket fungsi tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP, mengumpulkan keterangan saksi, dan memeriksa CCTV.
Kapolsek Laweyan Kompol Dani Herlambang menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung dan pihaknya belum menyimpulkan motif korban.
Namun hasil awal pemeriksaan di lokasi menunjukkan indikasi kuat aksi mengakhiri hidup.
“Berdasarkan hasil pengecekan awal di TKP, termasuk penemuan barang milik korban di pembatas area parkir Lantai 4A, sementara ini korban diindikasikan melakukan bunuh diri. Namun kami belum menetapkan penyebab pasti sebelum proses penyelidikan dan visum selesai,” jelasnya.
Dani menekankan bahwa penyidikan dilakukan secara menyeluruh, termasuk melibatkan keterangan keluarga dekat dan lingkungan kerja korban.
“Kami akan mendalami latar belakang korban, aktivitas terakhirnya, serta hasil rekaman CCTV. Semua keterangan, termasuk kemungkinan masalah pribadi atau tekanan lain, akan dikaji,” tambahnya.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan foto ataupun video korban yang beredar di media sosial.
Menurutnya, hal tersebut sangat sensitif bagi keluarga dan dapat mengganggu proses penyelidikan.
“Kami mengajak masyarakat untuk bijak. Jangan menyebarkan konten tidak pantas terkait kejadian ini. Hormati privasi keluarga dan tunggu keterangan resmi dari kepolisian,” tegas Kapolsek.
Usai olah TKP, jenazah korban dibawa ke RSUD Dr Moewardi menggunakan ambulans untuk dilakukan visum.
Kepolisian memastikan perkembangan kasus akan disampaikan setelah seluruh proses pemeriksaan selesai.
Hingga berita ini diterbitkan, penyidik Polsek Laweyan masih menganalisa rekaman CCTV dan menunggu keterangan tambahan saksi maupun pihak keluarga untuk menguatkan kesimpulan motif di balik aksi nekat korban. (atn/ria)
Editor : Syahaamah Fikria