RADARSOLO.COM – Nama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto belakangan jadi sorotan publik setelah komentarnya mengenai banjir besar yang melanda Sumatera yang picu kontroversi.
Dalam pernyataannya, Suharyanto menilai situasi di lapangan “tidak semencekam” seperti yang ramai ditampilkan di media sosial.
Bahkan, dia juga menyebut jika bencana banjir bandang dan longsor di Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh belum layak ditetapkan sebagai bencana nasional.
Menurutnya, meski kerusakan signifikan, pemerintahan daerah masih dapat berfungsi dan koordinasi lintas lembaga tetap berjalan.
Padahal, desakan untuk penetapan bencana nasional banyak disuarakan berbagai pihak maupun masyarakat.
“Memang kemarin kelihatannya mencekam karena berseliweran di media sosial, tetapi begitu kami tiba langsung di lokasi, banyak daerah yang sudah tidak hujan," kata dia.
Akhirnya Minta Maaf
Setelah meninjau langsung bencana di Desa Aek Garoga, Batang Toru, Minggu (30/11/2025), Kepala BNPB mengaku terkejut dengan skala kerusakan yang terjadi.
Dia pun akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu.
“Saya tidak mengira sebesar ini. Saya minta maaf Pak Bupati, baru kali ini saya melihat langsung dampaknya sebesar ini. Bukan berarti kami tidak peduli,” ucapnya.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah pusat tetap mengerahkan dukungan maksimal lewat BNPB, TNI, Polri, dan kementerian terkait.
Profil Lengkap Letjen TNI Suharyanto
Sosok Letnan Jenderal TNI Suharyanto bukanlah wajah baru dalam dunia militer maupun penanganan bencana nasional.
Perwira tinggi kelahiran Cimahi, Jawa Barat, 8 September 1967 ini menjabat sebagai Kepala BNPB sejak 17 November 2021, menggantikan Letjen TNI (Purn) Ganip Warsito.
Pendidikan Militer
Suharyanto merupakan lulusan Akmil 1989 dan berasal dari kecabangan Infanteri, pasukan tempur utama TNI AD.
Sepanjang kariernya, ia telah menamatkan berbagai pendidikan strategis:
Sesarcab If
Dik PARA
Diklapa I & II
Seskoad
Susdanyon
Susdandim
Sesko TNI (Lulusan Terbaik 2013)
Dik Raider
Air Borne
PPSA Lemhannas RI (2019)
Brevet dan kualifikasi tempurnya pun terbilang lengkap, menandakan karier militernya yang solid sejak awal.
Riwayat Jabatan Lengkap
Karier Suharyanto terbilang panjang dan strategis di struktur TNI AD:
- Jabatan awal karier
Danton, Danki, Pasi Yonif Linud 612/Modang (1989)
Gumil Pussenif (1999)
Pabandya Ops Sopsdam V/Brawijaya (2003)
Danyonif 516/Caraka Yudha (2004)
Danyonif 500/Raider (2005)
Dandim 0832/Surabaya Selatan (2006)
Kasi Intel Korem 081/Dhirotsaha Jaya
- Jabatan menengah hingga tinggi
Danrem 051/Wijayakarta (2015)
Brigadir Jenderal (2016)
Karo Kepegawaian Settama BIN
Direktur Kontra Separatisme Deputi III BIN (2017)
Kasdam Jaya (2018)
Sesmilpres Kemensetneg RI (2019)
Pangdam V/Brawijaya (2020)
Pada 2021, Presiden menunjuknya sebagai Kepala BNPB, jabatan yang masih ia emban hingga kini.
Karier Cemerlang, Sempat Digadang Calon KSAD
Nama Suharyanto pernah digadang-gadang sebagai calon Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) dan dianggap sebagai salah satu jenderal dengan rekam jejak paling lengkap di tubuh TNI AD.
Pengalaman operasional, intelijen, hingga diplomasi pemerintahan membuatnya dianggap memiliki kompetensi luas.
Kehidupan Pribadi
Suharyanto menikah dengan Ervianti Rahmasari. Meski menjabat di posisi strategis, kehidupan pribadi sang jenderal relatif jarang terekspos. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria