RADARSOLO.COM – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto terus tuai sorotan publik lantaran pernyataannya yang dinilai menyepelekan dampak bencana banjir dan longsor di Sumatera.
Dalam pernyataannya, Suharyanto juga menyebut jika bencana yang telah merenggut nyawa ratusan warga itu belum layak ditetapkan sebagai bencana nasional.
Sebab, kata dia, ada kriteria ketat untuk penetapan status bencana nasional. Sehingga tragedi yang telah meluluhlantakkan sejumlah wilayah di Sumatera itu masih berstatus sebagai bencana daerah.
Hingga akhirnya Kepala BNPB itu turun langsung dan melihat sendiri kondisi bencana di Desa Aek Garoga, Batang Toru, Minggu (30/11/2025).
Suharyanto mengaku terkejut dengan skala kerusakan yang terjadi.
“Saya tidak mengira sebesar ini. Saya minta maaf Pak Bupati, baru kali ini saya melihat langsung dampaknya sebesar ini. Bukan berarti kami tidak peduli,” ucapnya.
Kini, di tengah pernyataannya yang sempat jadi kontroversi, sosok Suharyanto juga terus menarik perhatian publik.
Termasuk profil dan harta kekayaan jenderal TNI, yang sempat digadang-gadang sebagai calon Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu.
Harta Kekayaan Letjen TNI Suharyanto
Harta kekayaan Letjen TNI Suharyanto tertuang dalam LHKPN periodik tahun 2024 yang disampaikan pada 26 Februari 2025.
Dari dokumen resmi itu, jenderal TNI yang menjabat sebagai Kepala BNPB sejak 2021 itu tercatat mempunyai kekayaan mencapai Rp25,26 miliar.
Porsi terbesar berasal dari aset tanah dan bangunan yang tersebar di berbagai kabupaten/kota.
Aset Properti Capai Rp15,82 Miliar
Dalam laporan kekayaannya, Letjen Suharyanto melaporkan memiliki aset tanah dan bangunan sebesar Rp15,82 miliar, menjadikannya kategori harta paling dominan yang ia miliki.
Rincian aset propertinya sebagai berikut:
Dua bidang tanah dan bangunan di Bandung Barat, masing-masing bernilai
• Rp1,09 miliar
• Rp577,5 juta
Tanah dan bangunan 1.401 m²/400 m² di Bandung dengan nilai fantastis
• Rp7,11 miliar
Tanah dan bangunan 396 m²/300 m² di Surabaya
• Rp4,89 miliar
Tanah dan bangunan 533 m²/400 m² di Bogor
• Rp2,13 miliar
Aset-aset tersebut menunjukkan bahwa kekayaan Kepala BNPB itu tersebar di berbagai daerah strategis, mulai dari Jawa Barat hingga Jawa Timur.
Koleksi Kendaraan Bernilai Lebih dari Rp1,3 Miliar
Selain properti, Suharyanto memiliki dua kendaraan pribadi, yakni:
Toyota Alphard 2.5G A/T (2022) senilai Rp1,21 miliar
Honda DG48 1.5 RS CVT Z (2023) senilai Rp162 juta
Total nilai aset alat transportasi dan mesin yang ia laporkan mencapai Rp1,37 miliar.
Harta Lainnya dan Kas
Letjen Suharyanto juga mencatat:
Harta bergerak lainnya: Rp838,82 juta
Kas dan setara kas: Rp7,26 miliar
Tidak memiliki surat berharga
Tidak ada harta lainnya yang tercatat
Meski jumlah total kekayaannya cukup besar, ia juga memiliki utang sebesar Rp38,09 juta.
Setelah dikurangi utang, total kekayaan bersih yang dilaporkannya menjadi Rp25,26 miliar. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria