Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Pemilik PT Toba Pulp Lestari Terungkap: Ini Sosok yang Sebenarnya dan Fakta Kepemilikannya, Benarkah Perusahaan Ini Penyebab Banjir Sumatra?

Nur Pramudito • Rabu, 3 Desember 2025 | 15:42 WIB

 

Pemilik PT Toba Pulp Lestari Terungkap: Ini Sosok yang Sebenarnya dan Fakta Kepemilikannya, Benarkah Perusahaan Ini Penyebab Banjir Sumatra?
Pemilik PT Toba Pulp Lestari Terungkap: Ini Sosok yang Sebenarnya dan Fakta Kepemilikannya, Benarkah Perusahaan Ini Penyebab Banjir Sumatra?

RADARSOLO.COM - PT Toba Pulp Lestari belakangan menjadi sorotan publik setelah disebut ikut memperparah bencana banjir di Sumatra Utara.

Ramainya isu tersebut membuat publik penasaran mengenai sosok pemilik PT Toba Pulp Lestari dan bagaimana rekam jejak perusahaan tersebut.

Banjir besar yang menerjang Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat telah menelan lebih dari 700 korban jiwa per 3 Desember 2025 menurut data BNPB.

Ratusan warga juga masih hilang, sementara puluhan ribu rumah mengalami kerusakan.

Infrastruktur publik seperti 271 jembatan serta 282 fasilitas pendidikan turut terdampak.

Baca Juga: Update Data Terkini BNPB: Jumlah Korban Bencana Banjir Sumatera Tembus 744 Meninggal, 551 Masih Hilang

Meski faktor cuaca ekstrem menjadi penyebab utama, berbagai kalangan menilai aktivitas manusia seperti pembalakan liar ikut memperparah bencana tersebut.

Di tengah kondisi ini, PT Toba Pulp Lestari menjadi salah satu perusahaan yang kerap disebut-sebut berkontribusi pada kerusakan lingkungan di Sumatera Utara.

Isu pun bergulir, mengaitkan perusahaan tersebut dengan tokoh publik Luhut Binsar Pandjaitan. Lantas, siapa sebenarnya pemilik PT Toba Pulp Lestari?

Fakta Pemilik PT Toba Pulp Lestari yang Sebenarnya

PT Toba Pulp Lestari sebelumnya bernama PT Inti Indorayon Utama Tbk (INRU) dan merupakan perusahaan penghasil pulp dan serat rayon.

Perusahaan ini didirikan tahun 1983 oleh konglomerat Sukanto Tanoto.

Namun, berdasarkan catatan Bursa Efek Indonesia, Sukanto Tanoto sudah tidak lagi memiliki saham di perusahaan tersebut.

Data terbaru menunjukkan bahwa pemilik PT Toba Pulp Lestari adalah Allied Hill Limited (AHL), perusahaan berbasis di Hong Kong yang menguasai 92,54% saham.

AHL sendiri dimiliki oleh pengusaha Singapura, Joseph Oetomo. Sisa saham TPL dimiliki oleh masyarakat dengan porsi masing-masing 2,14% dan 5,32%.

Artinya, pemilik PT Toba Pulp Lestari bukanlah Luhut Binsar Pandjaitan, sebagaimana sering dispekulasikan di media sosial.

Profil Singkat dan Area Operasional TPL

PT Toba Pulp Lestari berdiri pada 26 April 1983, sebelum akhirnya mengubah nama dari PT Inti Indorayon Utama menjadi PT Toba Pulp Lestari pada 23 Agustus 2001.

Perusahaan ini memperoleh izin pengelolaan Hutan Tanaman Industri (IUPHHK-HTI) pertama kali seluas 269.060 hektare.

Baca Juga: Update Data Terkini BNPB: Jumlah Korban Bencana Banjir Sumatera Tembus 744 Meninggal, 551 Masih Hilang

Luas area izin usaha ini kemudian disesuaikan melalui keputusan Menteri Kehutanan pada 2011 sehingga tersisa 188.055 hektare.

Hingga 2025, TPL mengelola 167.912 hektare HTI di Sumatera Utara, tersebar di beberapa wilayah berikut:

Bantahan PT Toba Pulp Lestari Terkait Isu Banjir

Menanggapi tudingan sebagai penyebab banjir, PT Toba Pulp Lestari menegaskan bahwa mereka taat terhadap seluruh regulasi.

TPL merujuk pada audit lingkungan dan sosial yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) periode 2022–2023.

Hasil audit tersebut menyatakan tidak ditemukan pelanggaran oleh perusahaan.

TPL juga membantah tuduhan deforestasi dan menjelaskan bahwa operasional mereka mencakup proses pemanenan dan penanaman kembali sesuai aturan HTI.

Baca Juga: Siapa Sukanto Tanoto? Profil Crazy Rich Medan Pemilik Royal Golden Eagle yang Masih Masuk Daftar Orang Terkaya di Indonesia

Rekomendasi Penutupan Perusahaan oleh Pemerintah Daerah

Meski demikian, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution berencana mengeluarkan rekomendasi penutupan TPL kepada pemerintah pusat.

Hal ini berkaitan dengan konflik agraria antara perusahaan dan masyarakat adat di Buntu Panaturan, Desa Sihaporas, Kabupaten Simalungun.

Pihak perusahaan membantah adanya konflik tersebut. TPL mengklaim memiliki program pemberdayaan masyarakat dan pengembangan sosial di sekitar wilayah operasionalnya.

Merujuk informasi resmi perusahaan, terdapat sembilan program sosial yang dijalankan, antara lain program beras emas, sekolah kopi, ekonomi kreatif desa, tumpang sari, pendidikan, kesehatan, hingga program lingkungan hidup.(np)

Editor : Nur Pramudito
#siapa #pemilik PT Toba Pulp Lestari #banjir sumatera #profil #Sosok #PT Toba Pulp Lestari #sumatera utara #bencana Sumatera