RADARSOLO.COM - Fenomena langit menarik akan menghiasi awal Desember 2025, salah satunya adalah cold moon, yang juga menjadi supermoon terakhir pada tahun ini.
Momen puncaknya diperkirakan berlangsung pada 4 Desember 2025 dan menarik perhatian banyak pengamat langit.
Apa Itu Cold Moon?
Berdasarkan informasi dari Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA), cold moon merupakan istilah untuk bulan purnama yang muncul pada bulan Desember, penutup dari rangkaian fase bulan di setiap tahun.
Nama tersebut diberikan karena kemunculannya bertepatan dengan datangnya musim dingin di belahan bumi utara.
Baca Juga: Langit Indonesia Dipenuhi Fenomena Astronomi Desember 2025, dari Supermoon hingga Hujan Meteor
Situs Almanac.com mencatat bahwa cold moon tahun ini terjadi pada Kamis, 4 Desember 2025.
Fase purnama penuh diperkirakan mencapai puncaknya pada pukul 18.14 EST atau sekitar 06.14 WIB pada Jumat pagi.
Ini menjadi supermoon ketiga sekaligus yang terakhir pada tahun 2025, dan fenomena serupa baru akan terulang kembali pada November 2026.
BMKG Ingatkan Potensi Banjir Pesisir
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai dampak dari fenomena bulan purnama bersamaan dengan fase perigee—jarak terdekat bulan ke bumi—yang terjadi pada 4 December 2025.
Kombinasi keduanya dapat meningkatkan tinggi pasang maksimum air laut.
Melalui unggahan di akun Instagram resmi @infobmkg, BMKG menjelaskan bahwa potensi banjir pesisir (rob) mungkin terjadi di sejumlah wilayah pesisir Indonesia berdasarkan pemantauan water level dan prediksi pasang surut.
Wilayah yang berpotensi terdampak antara lain:
-
Pesisir Aceh
-
Pesisir Sumatera Utara
-
Pesisir Sumatera Barat
-
Pesisir Jambi
-
Pesisir Kepulauan Riau
-
Pesisir Bangka Belitung
-
Pesisir Lampung
-
Pesisir Banten
-
Pesisir Jakarta
-
Pesisir Jawa Barat
-
Pesisir Jawa Tengah
-
Pesisir Jawa Timur
-
Pesisir Bali
-
Pesisir NTB
-
Pesisir NTT
-
Pesisir Kalimantan Utara
-
Pesisir Kalimantan Selatan
-
Pesisir Kalimantan Barat
-
Pesisir Kalimantan Tengah
-
Pesisir Sulawesi Utara
-
Pesisir Maluku
BMKG menyebutkan bahwa banjir rob dapat mengganggu berbagai aktivitas di kawasan pesisir, seperti kegiatan bongkar muat pelabuhan, aktivitas permukiman, hingga usaha tambak garam dan perikanan darat.
Masyarakat di wilayah pesisir diimbau tetap siaga menghadapi potensi peningkatan pasang air laut selama periode cold moon berlangsung.(np)
Editor : Nur Pramudito