RADARSOLO.COM - Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh kembali menyorotkan perhatian publik pada peran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Di tengah situasi darurat ini, percakapan Netizen di media sosial justru dipenuhi kerinduan terhadap tiga sosok yang dulu identik dengan informasi kebencanaan: Sutopo, Doni Monardo, dan Achmad Yurianto.
Nama ketiganya kembali mencuat setelah Kepala BNPB saat ini, Letjen Suharyanto, menyampaikan bahwa kondisi bencana di Sumatera tampak mencekam di media sosial dan belum memenuhi kriteria sebagai bencana nasional.
Pernyataan tersebut membuat banyak Netizen mengenang kembali masa-masa ketika Sutopo, Doni Monardo, dan Achmad Yurianto kerap hadir memberi kepastian dan informasi yang menenangkan di tengah krisis.
Sebagai lembaga yang bertugas mendampingi Presiden dalam penanggulangan bencana, BNPB memang selalu berada di garis depan setiap terjadi bencana besar di Indonesia.
Tak heran jika sosok komunikator publik seperti Sutopo, pemimpin tangguh seperti Doni Monardo, dan figur kesehatan seperti Achmad Yurianto, meninggalkan jejak mendalam di hati Netizen.
Berikut profil tiga tokoh BNPB yang kembali dirindukan di tengah bencana banjir di Sumatera.
Profil Sutopo Purwo Nugroho
Sutopo Purwo Nugroho adalah juru bicara BNPB yang lahir di Boyolali pada 7 Oktober 1969.
Ia dikenal sebagai “pembawa kabar” di setiap bencana besar yang terjadi di Indonesia.
Meski berjuang melawan kanker paru-paru stadium 4B sejak 2017, Sutopo tetap tampil profesional—menggelar konferensi pers, mengirim rilis dari ruang perawatan, hingga menjawab ribuan pertanyaan wartawan lewat grup WhatsApp.
Pada masa puncak bencana tahun 2018—gempa NTB, bencana di Sulawesi Tengah, hingga tsunami Selat Sunda—Sutopo tetap bekerja tanpa henti meski kondisinya melemah.
Ia wafat pada 7 Juli 2019 di Guangzhou, Tiongkok, ketika menjalani pengobatan.
Profil Doni Monardo
Letjen TNI (Purn) Doni Monardo, lahir di Cimahi pada 10 Mei 1963, adalah salah satu pemimpin BNPB yang sangat dihormati masyarakat.
Ia menjabat Kepala BNPB sejak Januari 2019 dan memimpin penanganan berbagai bencana besar, seperti gempa Sulawesi Barat, cuaca ekstrem di NTB, hingga pandemi Covid-19.
Sebagai Ketua Satgas Covid-19, Doni Monardo dikenal tegas dan lugas dalam mengampanyekan disiplin protokol kesehatan.
Setelah purnawirawan, ia tetap aktif di ruang publik melalui PPAD serta dipercaya menjadi Komisaris Utama MIND ID dan Inalum.
Doni Monardo meninggal dunia pada 3 Desember 2023 akibat stroke setelah menjalani perawatan intensif sejak September.
Profil Achmad Yurianto
Kolonel CKM (Purn.) dr. Achmad Yurianto, lahir di Malang pada 11 Maret 1962, adalah dokter sekaligus perwira TNI yang populer sebagai Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 pada awal pandemi.
Publik mengenalnya sebagai sosok tenang dan informatif ketika situasi nasional penuh ketidakpastian.
Sebelum menjadi Dirjen P2P Kemenkes pada 2020, dr. Achmad Yurianto pernah menjabat Kepala Pusat Krisis Kesehatan.
Setelah tidak lagi menjadi juru bicara, ia dipercaya menjadi Staf Ahli Menkes dan diangkat sebagai Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan pada 2021.
Ia meninggal dunia pada 21 Mei 2022 di RSUD Saiful Anwar, Malang, akibat kanker usus dan dimakamkan secara militer.
Kembalinya nama Sutopo, Doni Monardo, dan Achmad Yurianto di tengah bencana banjir di Sumatera memperlihatkan betapa besar kontribusi mereka dalam sejarah penanganan bencana di Indonesia.
Ketiga sosok ini bukan hanya pejabat, tetapi figur yang memberi rasa aman, kejelasan informasi, dan empati pada masyarakat saat menghadapi situasi sulit.(np)
Editor : Nur Pramudito