Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Apa Itu Taubat Nasuha? Viral Ajakan Cak Imin ke Para Menteri di Tengah Banjir Sumatera: Ini Langkah dan Doanya

Syahaamah Fikria • Jumat, 5 Desember 2025 | 03:14 WIB
Ilustrasi taubat nasuha.
Ilustrasi taubat nasuha.

RADARSOLO.COM - Ajakan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Cak Imin) untuk para menteri agar melakukan tobat nasuha di tengah bencana banjir Sumatera, kini jadi ramai usai mendapat respons dari sesama menteri hingga anggota DPR RI.

Ucapan itu langsung memicu rasa penasaran publik sebenarnya apa yang dimaksud dengan tobat nasuha, bagaimana tata caranya, dan mengapa dalam Islam ajaran ini sangat ditekankan?

Di balik viralnya pernyataan tersebut, tobat nasuha atau taubat nasuha bukan sekadar ajakan spiritual, namun sebuah konsep pertobatan yang memiliki landasan kuat dalam ajaran Islam.

Pertobatan ini menuntut kesungguhan total, ketulusan hati, dan komitmen penuh untuk meninggalkan dosa.

Apa Itu Taubat Nasuha?

Islam menggambarkan manusia sebagai makhluk paling sempurna karena akal yang diberikan Allah SWT.

Namun kesempurnaan itu tidak menjadikan manusia bebas dari kesalahan.

Setiap orang dapat terjerumus ke dalam dosa, dan karena akalnya pula, manusia diberi kemampuan untuk kembali kepada Allah melalui taubat.

Taubat nasuha adalah bentuk pertobatan yang dilakukan dengan kemurnian hati, keikhlasan penuh, dan motivasi semata-mata karena Allah SWT.

Para ulama menjelaskan bahwa taubat jenis ini harus terbebas dari niat duniawi seperti menjaga wibawa, jabatan, ataupun kepentingan pribadi lainnya.

Syaikh Muhammad bin Ibrahim al-Hamd menegaskan bahwa seorang muslim hendaknya bertaubat dari semua dosa yang pernah dilakukan, tanpa terkecuali.

Taubat nasuha menuntut keinginan kuat untuk tidak mengulangi perbuatan maksiat, disertai kejujuran dan penyesalan yang tulus di dalam hati.

Landasan lain muncul dari Madaarijus Saalikiin dan Fathul Baari, yang menyebutkan bahwa Allah SWT akan mengampuni seluruh dosa melalui taubat nasuha.

Bahkan dijelaskan, siapa yang memperindah taubatnya, maka Allah akan menggantikan keburukannya dengan kebaikan yang berlipat ganda.

Mengapa Taubat Nasuha Penting?

Taubat nasuha tidak boleh ditunda. Ia harus dilakukan karena rasa takut kepada azab Allah dan kerinduan mendapatkan kedamaian di sisi-Nya.

Bukan karena tekanan sosial, rasa malu, atau motif duniawi.

Taubat jenis ini dianggap sebagai pintu pembuka keberkahan.

Banyak ulama menyebut bahwa seseorang yang kembali kepada Allah dengan kesungguhan, akan mendapatkan kemudahan dalam hidupnya dan hati yang jauh lebih tenang.

Tata Cara Taubat Nasuha

Walau sering disebut, banyak umat Islam belum memahami tahapan taubat nasuha secara detail. Berikut penjabaran lengkapnya:

1. Berhenti dari Perbuatan Dosa

Pertama, seseorang harus menghentikan perbuatan maksiat yang selama ini dilakukan. Jika dosanya berkaitan dengan meninggalkan kewajiban seperti shalat atau puasa, maka ia wajib menggantinya dengan qadha.

2. Menyesali Dosa dengan Sepenuh Hati

Penyesalan adalah inti taubat nasuha. Bukan sekadar sedih atau merasa bersalah, tetapi kesadaran mendalam bahwa perbuatan itu salah dan menyakiti diri sendiri.

Dari penyesalan itu muncul keinginan kuat untuk memperbaiki diri.

3. Melaksanakan Salat Taubat

Salat taubat dapat dilakukan 2 atau 4 rakaat seperti salat sunnah lainnya. Waktu terbaik adalah di malam hari sesudah Isya, terutama menjelang sepertiga malam terakhir.

Niat Shalat Taubat Nasuha:

Arab:
أُصَلِّي سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ ِللهِ تَعَالَى

Latin:
Ushallii sunnatat-taubati rak'ataini lillaahi ta'aalaa. Allahu akbar.

Artinya:
“Saya niat salat sunnah taubat dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

4. Memohon Ampunan Melalui Doa

Setelah shalat, dianjurkan membaca istighfar sebagai bentuk permohonan ampun yang tulus.

Doa Istighfar Utama:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْم الَّذِي لَا إِلهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Astaghfirullaahal ‘adziim alladzii laa ilaaha illa huwal hayyul qayyuumu wa atuubu ilaih.

Artinya:
“Saya memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup dan Berdiri Sendiri. Aku bertaubat kepada-Nya.”

Setelah itu, dianjurkan membaca doa tambahan berikut:

اللّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لآاِلهَ اِلَّااَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَناَ اللّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لآاِلهَ اِلَّااَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَناَ عَبْدُكَ وَأَناَ عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوْذُ بِكَ من شَرِّمَاصَنَعْتَ. اَبُوْءُلَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَي وَأَبُوْءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْلِي فَإِنَّهُ لاَيَغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلاَّ اَنْتَ

Latin: "Allaahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta khalaqtanii wa ana'abduka wa ana'alaa 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu a'uudzubika min syarri maa shana'tu. Abuu ulaka bini'matika 'alayya wa abuu u bidzanbi fahghfirlii fa innahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta."

Artinya: "Wahai Tuhan, Engkau adalah Tuhanku, tiada yang patut disembah melainkan hanya Engkau, Engkaulah yang menjadikan aku dan aku adalah hamba-Mu, dan aku dalam ketentuan dan janji-Mu yang Engkau limpahkan kepadaku dan aku mengakui dosaku, karena itulah ampunilah aku, sebab tidak ada yang dapat memberi ampunan melainkan Engkau wahai Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan apa yang telah aku perbuat."

5. Bertekad Tidak Mengulangi Dosa

Syarat terakhir adalah komitmen nyata dalam hati. Pelaku taubat nasuha harus berjanji sungguh-sungguh untuk tidak kembali pada kesalahan yang sama. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#viral #salat taubat #cak imin #Taubat Nasuha #Tobat Nasuha #Doa Taubat