RADARSOLO.COM - Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat minta maaf usai video distribusi bantuan bencana banjir yang dijatuhkan dari helikopter TNI (airdrop), viral di media sosial.
Dalam rekaman itu terlihat sejumlah karung beras pecah dan berserakan saat dijatuhkan dari helikopter TNI ke kawasan yang terisolasi akibat bencana banjir dan longsor.
Warga korban bencana pun tampak memunguti beras yang berceceran di tanah. Ada juga yang mengangkat plastik kemasan beras yang isinya kosong dan sobek.
Kondisi itu menuai kritik keras publik maupun dari kalangan legislator.
Seperti Ketua DPR RI Puan Maharani yang meminta metode distribusi bantuan melalui udara harus dievaluasi.
"Jangan sampai bantuan yang datang kemudian tidak bisa bermanfaat bagi para korban," ucap Puan.
Setelah menuai kritik berbagai pihak, Jonius akhirnya menyampaikan permintaan maaf.
Profil Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat
Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat lahir di Tarutung, Tapanuli Utara, pada 26 Februari 1975.
Jonius merupakan putra daerah, yang sukses terpilih sebagai bupati di tanah kelahirannya.
Untuk jejak pendidikan, dia yang menempuh pendidikan tinggi di Universitas Sumatra Utara (USU) dan meraih gelar sarjana pada 1999.
Kemudian melanjutkan pendidikan magister di kampus sama, dan lulus pada 2009.
Perjalanan akademiknya tidak berhenti di situ. Pada 2017, ia kembali menuntaskan pendidikan doktoral, lagi-lagi juga di USU.
Karier Kepolisian hingga Terjun ke Politik
Sebelum aktif sebagai politisi, Jonius menghabiskan karier di kepolisian.
Ia pernah menjabat sebagai Kapolres Tapanuli Utara pada 2017–2018.
Namun, Jonius memilih mengundurkan diri dari institusi Polri untuk masuk ke dunia politik.
Keputusan itu membawanya terpilih sebagai anggota DPRD Provinsi Sumatra Utara periode 2019–2024.
arier politiknya kemudian melesat setelah mengikuti kontestasi Pilkada Tapanuli Utara 2024.
Menang Pilkada 2024 dengan Perolehan Suara Telak
Dalam Pilkada 2024, Jonius maju bersama Deni Parlindungan Lumbantoruan sebagai pasangan calon nomor urut 2.
Mereka meraih 105.505 suara atau 64,07 persen, mengungguli pasangan nomor urut 1, Satika Simamora–Sarlandy Hutabarat.
Paslon 01 sempat membawa hasil Pilkada ke Mahkamah Konstitusi dengan tuduhan pelanggaran terstruktur, sistematis, dan masif (TSM).
Namun MK menolak gugatan tersebut, sehingga kemenangan Jonius–Deni dinyatakan sah.
Kronologi Insiden Bantuan Beras Dijatuhkan dari Helikopter
Insiden yang membuat nama Jonius viral bermula saat ia ikut dalam operasi pendistribusian bantuan ke sejumlah desa yang terisolir akibat banjir di Tapanuli Utara.
Distribusi dilakukan melalui udara atau metode airdrop menggunakan helikopter TNI karena akses darat terputus.
Dalam sebuah video klarifikasi, Jonius menjelaskan bahwa timnya sudah melakukan tujuh kali penerbangan untuk menyalurkan logistik ke wilayah terpencil.
Ketika tiba di Kecamatan Hajoran, mereka berencana mendarat di area sekolah.
Namun pendaratan tidak bisa dilakukan karena keberadaan kabel listrik menghalangi jalur helikopter.
Warga yang sudah menunggu di bawah, membuat Jonius memutuskan tetap menurunkan sebagian bantuan dari udara.
Ia mengakui bahwa beberapa karung beras dan paket makanan instan rusak ketika dilempar keluar dari helikopter pada ketinggian sekitar 10–15 meter.
Melihat kerusakan itu, pilot kemudian mencari lokasi lain yang memungkinkan untuk mendarat.
Tak jauh dari lokasi pertama, helikopter akhirnya berhasil turun rendah, hanya sekitar 1 meter dari tanah. Seluruh bantuan yang tersisa diserahkan langsung kepada warga.
Jonius Sampaikan Permintaan Maaf
Melalui sebuah video yang beredar di media sosial, Jonius menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat, khususnya warga Desa Manalu Purba, Kecamatan Hajoran.
“Saya Bupati Tapanuli Utara, bersama pilot, meminta maaf kepada seluruh masyarakat Tapanuli Utara. Secara khusus kepada masyarakat di Desa Manalu Purba,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh bantuan yang dibawa timnya bertujuan murni untuk kemanusiaan, dan kejadian tersebut bukanlah tindakan yang disengaja. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria