Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Sosok Sigit Joko Purnomo, Pelari Berpengalaman yang Meninggal Dunia di Siksorogo Lawu Ultra 2025, Ternyata Pejabat Penting di Kemenparekraf

Nur Pramudito • Senin, 8 Desember 2025 | 16:36 WIB
Sosok Sigit Joko Purnomo, Pelari Berpengalaman yang Meninggal Dunia di Siksorogo Lawu Ultra 2025, Ternyata Pejabat Penting di Kemenparekraf
Sosok Sigit Joko Purnomo, Pelari Berpengalaman yang Meninggal Dunia di Siksorogo Lawu Ultra 2025, Ternyata Pejabat Penting di Kemenparekraf

RADARSOLO.COMSigit Joko Purnomo, salah satu peserta lomba lari Siksorogo Lawu Ultra 2025, dikabarkan meninggal dunia saat mengikuti kompetisi di kawasan Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah, pada Minggu (7/12/2025).

Sigit menghembuskan napas terakhir di usia 45 tahun.

Sigit diketahui merupakan warga Kelurahan Cempaka Baru, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat.

Pria tersebut menjabat sebagai Kepala Biro Umum dan Hukum di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI.

Peristiwa ini bukan hanya menimpa Sigit. Seorang pelari lain bernama Pujo Buntoro (55) juga ditemukan meninggal dunia.

Baca Juga: Duka Mendalam Selimuti Keluarga Pujo Buntoro, Peserta Siksorogo Lawu Ultra 2025 yang Meninggal Dunia: Begini Kondisi Rumah Duka

Pujo adalah ASN Kementerian Agama yang bekerja di Solo, sekaligus suami dari Sri Asih Handayani, Kabag Perekonomian Setda Karanganyar. Ia berdomisili di Tegalwinangun, Desa Tegalgede, Karanganyar.

Ajang Siksorogo Lawu Ultra 2025 sendiri diikuti sekitar 5.700 pelari dengan tujuh kategori jarak, mulai 7 km hingga 120 km.

Kronologi Kejadian

Kasi Humas Polres Karanganyar, Iptu Mulyadi, menyampaikan bahwa laporan dua peserta yang meninggal dunia masuk sekitar pukul 11.30 WIB.

Baca Juga: Dua Peserta Lomba Lari Siksorogo Lawu Ultra 2025 yang Meninggal Dunia merupakan Orang Penting di Pemerintahan

Pada saat insiden, cuaca di jalur perlombaan sedang diguyur hujan lebat.

Sigit Joko Purnomo pertama kali ditemukan dalam kondisi tidak sadar di Bukit Cemoro Mitis, kilometer 12, sekitar pukul 10.44 WIB.

Tim PMI bersama marshal langsung melakukan pertolongan pertama, tetapi upaya penyelamatan tak membuahkan hasil.

Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Karanganyar, tiba sekitar pukul 14.30 WIB.

Hanya sebelas menit setelah laporan mengenai Sigit, petugas menerima informasi lain mengenai Pujo Buntoro.

Pujo ditemukan terkapar di Bukit Cemoro Wayang, kilometer 8. Saat tim medis tiba, ia telah dinyatakan meninggal dunia.

Proses evakuasi selanjutnya dilakukan relawan dan korban tiba di RSUD Karanganyar sekitar pukul 15.30 WIB.

Baca Juga: Dua Pelari Meninggal Dunia Diduga Akibat Serangan Jantung, Begini Ekstremnya Rute Lomba Lari Trail Siksorogo Lawu Ultra 2025

Penyebab Dua Pelari Meninggal Dunia

Direktur lomba, Tony, mengungkapkan bahwa baik Pujo maupun Sigit Joko Purnomo diduga meninggal dunia akibat serangan jantung.

Menurutnya, Pujo memiliki riwayat gangguan pernapasan yang dapat kambuh saat melakukan aktivitas berat.

Keduanya tercatat mengikuti kategori 15 kilometer. “Di kilometer 8, Pujo terkena serangan jantung. Sementara Sigit Joko Purnomo mengalami hal serupa di kilometer 12,” jelas Tony.

Keduanya telah mendapatkan bantuan medis, termasuk pemberian oksigen. Namun kondisi medan perbukitan serta cuaca buruk membuat penanganan tidak maksimal.

“Kami sudah berupaya sebaik mungkin. Tapi jalur yang berada di kawasan pegunungan membuat proses pertolongan sangat menantang,” ujar Tony.

Kabar wafatnya Sigit Joko Purnomo di ajang Siksorogo Lawu Ultra 2025 menjadi duka mendalam bagi keluarga, rekan kerja, dan komunitas pelari.(np)

Editor : Nur Pramudito
#tawangmangu #meninggal dunia #Sigit Joko Purnomo #profil #Sosok #siksorogo lawu ultra 2025 #pujo buntoro