Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Dua Peserta Meninggal di Siksorogo Lawu Ultra 2025, Dokter Tirta Bongkar Fakta yang Jarang Terungkap

Nur Pramudito • Selasa, 9 Desember 2025 | 17:11 WIB

 

Dua Peserta Meninggal di Siksorogo Lawu Ultra 2025, Dokter Tirta Bongkar Fakta yang Jarang Terungkap
Dua Peserta Meninggal di Siksorogo Lawu Ultra 2025, Dokter Tirta Bongkar Fakta yang Jarang Terungkap

RADARSOLO.COM - Dokter Tirta atau dr. Tirta Mandira Hudhi akhirnya buka suara terkait kabar dua peserta Siksorogo Lawu Ultra 2025 meninggal dunia pada gelaran lomba lari tersebut.

Lewat video yang ia unggah di akun Instagram pribadinya, @dr.Tirta, ia menyampaikan rasa duka mendalam atas insiden yang menimpa peserta lomba pada Minggu (7/12/2025).

“Saya turut berduka cita dan belasungkawa terhadap kedua peserta yang wafat dalam event trail SLU. Izin saya share karena saya juga seorang peserta SLU tahun 2024 di kategori 15K. Saya juga finish-nya di dua jam 20 menit saat itu dan saya sudah finish ultra tahun ini dan maraton tiga kali, dan saya seorang dokter,” ujar Dokter Tirta, dikutip Selasa (9/12/2025).

Ia berharap penjelasannya bisa memberikan sudut pandang ganda—sebagai pelari yang pernah ikut event tersebut dan sebagai tenaga medis.

Baca Juga: Ini Makna dan Filosofi Siksorogo yang Jadi Nama Event Lari di Karanganyar: Bukan Menyiksa Raga

Dari sisi peserta, ia menekankan bahwa siapa pun yang mengikuti event olahraga, termasuk trail run, wajib memiliki persiapan matang sebelum start.

“Event apapun yang anda ikuti, mau event sepeda, lari, sepakbola, ketika sudah register event, anda harus tanggung jawab terhadap event tersebut. Dengan cara apa bentuk tanggung jawabnya? Latihan konsisten. Kalau anda merasa latihannya tidak konsisten, dan anda ragu bisa finish apa enggak, lebih baik do not start atau DNF di tengah kalau ada kejadian aneh aneh,” jelasnya.

Menurutnya, tubuh selalu memberikan tanda ketika berada dalam kondisi tidak fit, misalnya lemas tiba-tiba hingga blackout. Karena itu, ia menegaskan kembali pentingnya kesiapan sebelum mendaftar.

“Jadi kalau anda merasa tidak proper latihan, jangan register event. Tanggung jawab sama event-nya,” tegasnya.

Baca Juga: Insiden Siksorogo Lawu Ultra 2025 Karanganyar Disorot Wamenparekraf, Panitia Kena Peringatan soal Ini

Dokter Tirta juga menjelaskan bahwa Siksorogo merupakan komunitas trail yang berpengalaman dan sudah sering menggelar event serupa.

Ia menilai penyelenggara sudah mengikuti prosedur yang benar.

“Setahu saya Siksorogo itu adalah komunitas yang sudah lama banget mengadakan event trail dan mereka itu proper. Bahkan untuk register SLU saja itu harus punya sertifikat screening kesehatan ya. Dan ada surat pernyataan banyak banget ini track-nya seperti apa,” katanya.

Nama Siksorogo sendiri, lanjutnya, sudah menjadi penanda bahwa medan yang dihadapi tidak mudah dan membutuhkan kemampuan serta persiapan memadai dari peserta.

“Ya karena itu komunitas dan itu reminder bahwa track-nya berat. Okay? Setiap event trail itu beda-beda kesulitannya pasir atau dessert di Bromo, Rinjani kesulitannya technical, SLU itu kesulitannya cuaca dan technical sama kayak mantra di Gunung Arjuna banyak. Jadi kamu register event sesuai kemampuan. Kalau register event tidak sesuai kemampuanmu, resikonya sangat besar,” tuturnya.

Melalui pesannya ini, Dokter Tirta berharap insiden dua peserta Siksorogo Lawu Ultra 2025 meninggal dunia dapat menjadi refleksi bagi pelari lain untuk lebih memperhatikan keselamatan, kesiapan fisik, dan kemampuan pribadi sebelum mengikuti lomba berat semacam ini.(np)

Editor : Nur Pramudito
#meninggal dunia #karanganyar #edukasi #dokter tirta #trail run #Peserta #siksorogo lawu ultra 2025 #siksorogo lawu ultra