Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Kronologi Lengkap Kebakaran Gedung Terra Drone Jakpus Tewaskan 21 Orang, Tragedi saat Jam Istirahat Makan Siang

Syahaamah Fikria • Rabu, 10 Desember 2025 | 00:53 WIB
Petugas saat mengevakuasi jenazah korban kebakaran di gedung ruko Terra Drone, Jalan Letjen Soeprapto, Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2025).
Petugas saat mengevakuasi jenazah korban kebakaran di gedung ruko Terra Drone, Jalan Letjen Soeprapto, Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2025).

RADARSOLO.COM — Suasana jam istirahat makan siang di kawasan Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, mendadak berubah menjadi kepanikan besar ketika gedung ruko Terra Drone dilalap api, Selasa (9/12/2025).

Asap pekat menjulang cepat hingga membuat puluhan karyawan terjebak di lantai atas.

Hingga petang, 21 orang ditemukan meninggal dunia. Di antaranya 15 perempuan, termasuk satu di antaranya wanita hamil.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo mengungkap, kondisi di dalam gedung sangat mempersulit proses evakuasi.

“Petugas masih berjuang menembus lantai 6 karena asapnya sangat pekat,” ujar Susatyo saat memberikan keterangan.

Seluruh jenazah telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lanjutan.

Asal Api Diduga dari Gudang Baterai di Lantai 1

Dari penyelidikan awal, kebakaran diduga berawal dari gudang penyimpanan baterai di lantai dasar bangunan.

“Ada baterai di lantai 1, itu yang terbakar. Awalnya sempat dipadamkan karyawan, tetapi api malah membesar,” jelas Susatyo.

Letupan api dari gudang itu memicu asap tebal yang kemudian merambat cepat ke lantai 2 hingga lantai 6.

Naiknya asap inilah yang membuat banyak pegawai tidak sempat menyelamatkan diri.

 

Karyawan Sedang Istirahat Makan Siang

Saat peristiwa terjadi, sebagian besar karyawan berada di area istirahat.

“Beberapa pegawai sedang makan di luar, namun yang lain berada di lantai 2 hingga 6. Setelah api membesar, asap langsung memenuhi lantai atas,” ungkap Susatyo.

Banyak korban diyakini kehabisan oksigen sebelum sempat dievakuasi.

29 Mobil Damkar Dikerahkan

Laporan kebakaran masuk pada pukul 12.43 WIB, dan unit pemadam tiba tujuh menit kemudian.

Total 29 mobil pemadam kebakaran dan 101 personel dikerahkan.

Petugas sempat kesulitan menjangkau lantai 6, lokasi yang diprediksi menjadi titik terjebaknya sebagian besar korban.

Untuk membuka jalur udara, damkar memecahkan sejumlah kaca gedung.

“Kaca kami pecahkan untuk mengurangi kepadatan asap dan memberi peluang evakuasi melalui bronto skylift,” tutur Susatyo.

Meski lantai 4 dan 5 sudah bisa ditembus, kondisi lantai 6 disebut paling berat karena suhu panas dan minimnya oksigen.

Hingga sore, proses pendinginan masih dilakukan untuk memastikan tidak ada api yang kembali menyala.

 

21 Korban Tewas

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengungkapkan bahwa data terbaru mencatat 21 orang menjadi korban jiwa dalam kebakaran gedung ruko Terra Drone.

Dari total tersebut, 15 di antaranya adalah perempuan, sementara enam korban lainnya merupakan laki-laki.

“Total korban meninggal mencapai 21 orang, terdiri dari enam laki-laki dan 15 perempuan. Hingga kini tim gabungan masih terus melakukan penyisiran serta pencarian lanjutan,” ujar Isnawa.

Korban Masih Mungkin Bertambah

Polisi dan petugas pemadam masih terus menyisir seluruh ruangan gedung Terra Drone.

Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting atau reaksi dari baterai yang terbakar.

“Kami mohon doa agar seluruh korban segera ditemukan. Setelah pemadaman tuntas, olah TKP akan kami lakukan,” kata Susatyo. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#baterai #kronologi #gedung #kebakaran #Korsleting #ruko #Terra Drone