Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Jateng Fokus Lumbung Pangan Nasional: Ketua DPRD Sumanto Soroti Masalah Bibit, Pupuk, dan Regenerasi Petani

Rudi Hartono RS • Kamis, 11 Desember 2025 | 01:24 WIB
Ketua DPRD Jateng Sumanto hadiri kegiatan Temu Tani Desa. Sumanto menekankan sektor pangan adalah penopang utama kehidupan masyarakat.
Ketua DPRD Jateng Sumanto hadiri kegiatan Temu Tani Desa. Sumanto menekankan sektor pangan adalah penopang utama kehidupan masyarakat.

RADARSOLO.COM- Ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto mendorong Pemprov untuk menjadikan pembangunan sektor pertanian sebagai prioritas utama dalam APBD 2026.

Prioritas ini sejalan dengan visi misi Gubernur, yaitu menjadikan wilayah Jawa Tengah sebagai lumbung pangan nasional.

Sumanto menegaskan bahwa sektor pangan adalah penopang utama kehidupan masyarakat, sebagaimana pesan bersejarah dari Presiden Soekarno yang menyatakan, "Pangan adalah soal hidup matinya suatu bangsa."

"Meski ada pemangkasan dana transfer daerah dari pemerintah pusat dan akan berakibat ada sektor yang anggarannya belum maksimal, kami berharap sektor pertanian dan peternakan yang menjadi penyokong visi-misi lumbung pangan nasional bisa tetap maksimal," katanya, belum lama ini.

Persoalan Mendasar dan Tiga Komponen Strategis

Mantan ketua DPRD Karanganyar tersebut mengungkapkan, berbagai program pertanian pemerintah belum berjalan optimal karena masih adanya sejumlah persoalan mendasar di lapangan.

Masalah-masalah yang disoroti antara lain:

Politisi PDI Perjuangan ini menyebutkan tiga komponen strategis yang harus diperkuat pemerintah dalam pembangunan sektor pertanian.

Yakni petani, penyuluh pertanian, dan lembaga ekonomi pedesaan (seperti koperasi dan lembaga keuangan mikro).

Tantangan Alih Fungsi Lahan dan Krisis Regenerasi

Sumanto juga menyoroti dua masalah klasik yang masih dihadapi: maraknya alih fungsi lahan pertanian dan krisis regenerasi petani.

Baca Juga: Ketua DPRD Jateng Sumanto: Manfaatkan Live Streaming dan Konten Kreatif Medsos untuk Lestarikan Kesenian Tradisional di Era Digital

Meskipun alih fungsi lahan dianggap sebagai bagian dari perkembangan zaman, Sumanto berpesan agar para petani tidak mudah tergiur dengan iming-iming harga tinggi.

"Kalau dapat warisan sawah jangan dijual meskipun ada iming-iming harga miliaran. Kalau dijual, warisannya akan habis. Dibelikan mobil baru, semakin lama nilainya menyusut," paparnya.

Sumanto menyoroti dua masalah klasik yang masih dihadapi: maraknya alih fungsi lahan pertanian.
Sumanto menyoroti dua masalah klasik yang masih dihadapi: maraknya alih fungsi lahan pertanian.

Tantangan regenerasi petani juga sangat berat. Dalam program Temu Tani, Sumanto menemukan bahwa petani yang paling muda rata-rata berusia 50 tahun.

Ia menegaskan, hal ini harus dicarikan solusi agar bertani menjadi pekerjaan yang menguntungkan sehingga anak muda tertarik. (*)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#pupuk #Ketua DPRD Jateng Sumanto #regenerasi petani #bibit #Lumbung Pangan Nasional