RADARSOLO.COM - Nama Utut Adianto Wahjuwidajat, Ketua Komisi I DPR RI tengah ramai diperbincangkan publik usai menyampaikan usulan pembentukan Kementerian Bencana dalam rapat kerja bersama Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid.
Usulan tersebut menuai beragam reaksi, termasuk komentar satir dari mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, yang membuat topik ini semakin viral.
Usulan Kementerian Bencana yang Jadi Sorotan
Dalam rapat yang digelar Senin (8/12/2025), Utut menilai bahwa Indonesia membutuhkan lembaga khusus setingkat kementerian untuk menangani bencana alam.
Ia bahkan merinci struktur ideal yang menurutnya perlu dibentuk.
"Ke depan ini mungkin kalau Ibu (Meutya Hafid) bisa ngomong sama Pak Presiden, ada perlunya juga disampaikan mungkin sudah adanya Menteri Bencana," ujar Utut, Selasa (9/12/2025).
Uut kemudian juga menyebut dari kementerian itu, mungkin ada sejumlah dirjen.
"Jadi ada Dirjen Longsor, Dirjen Banjir, Dirjen Angin Topan, dan dirjen satu lagi apa," imbuh dia.
Utut menyebut gagasan itu didorong situasi bencana yang terus terjadi di berbagai wilayah, termasuk daerah pemilihannya di Jawa Tengah VII.
Ia menyinggung, musibah di Banjarnegara yang menelan korban jiwa dan masih menyisakan warga hilang.
Namun, tak butuh waktu lama sebelum gagasan ini memicu kritik publik.
Susi Pudjiastuti menuliskan komentar pedas di platform X.
“His brain is a disaster,” tulis Susi.
Sindiran itu pun diaminkan sejumlah netizen dengan memberikan komentar serupa.
"His brain needs a rest," komen @blo*****.
Ada juga yang mempertanyakan, lantas apa peran dan tugas BNPB jika kementerian kebencanaan itu dibentuk.
"If you think only when sometihing happens... what's the purpose of BNPB then?" tulis @him*****.
Profil Utut Adianto
Di balik sorotan tersebut, Utut Adianto bukan sosok baru di dunia politik maupun olahraga.
Pria kelahiran Jakarta, 16 Maret 1965 itu dikenal luas sebagai pecatur terbaik Indonesia dan salah satu Grand Master paling berpengaruh.
Awal Perjalanan di Dunia Catur
Bakat Utut sudah terlihat sejak kecil. Ia mulai bermain catur pada usia 8 tahun setelah mengenal olahraga itu dari kakaknya.
Ia kemudian bergabung dengan Kencana Chess Club pada 1973.
Prestasinya menanjak cepat:
Juara Junior Jakarta (1978)
Juara Junior Nasional (1979)
Juara Catur Indonesia (1982)
Pada 1986, Utut dianugerahi gelar Grand Master di usia 21 tahun, menjadikannya yang termuda di Indonesia pada masanya.
Pada periode 1995–1999, rating ELO-nya menembus angka 2600, kelas “super grandm aster”.
Ia juga pernah menembus 100 besar dunia pada 2001.
Selain berprestasi sebagai atlet, Utut juga mendirikan Sekolah Catur Utut Adianto pada 1993, yang menghasilkan banyak pecatur nasional. Ia pernah menjabat Ketua PERCASI.
Karier Politik Utut Adianto
Setelah lama berkecimpung di dunia catur, Utut mulai terjun ke politik melalui PDI Perjuangan.
Berikut rekam jejak politiknya:
Anggota DPR RI sejak 2009 dari Dapil Jawa Tengah VII
Ketua Fraksi PDI-P DPR RI (2014–2019 dan 2019–2024)
Wakil Ketua DPR RI (2018–2019), setelah revisi UU MD3
Wakil Ketua Komisi I DPR RI (2019–2024)
Ketua Komisi I DPR RI periode 2024–2029
Sebagai legislator, Utut membawahi bidang pertahanan, komunikasi-informatika, luar negeri, dan intelijen.
Atas dedikasinya, ia pernah menerima Bintang Jasa Utama pada 13 Agustus 2020.
Pendidikan Utut Adianto
SD Blok B II Pagi, Jakarta (1977)
SMP Negeri 12 Kebayoran Baru (1981)
SMA Negeri 6 Jakarta (1984)
S1 Universitas Padjadjaran (1989)
Editor : Syahaamah Fikria