RADARSOLO.COM - Insiden Kecelakaan Mobil MBG Tabrak Siswa dan seorang guru di SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, pada Kamis (11/12/2025) menjadi sorotan publik.
Peristiwa tersebut menyebar cepat di media sosial usai rekaman CCTV memperlihatkan detik-detik mobil penghantar paket Makan Bergizi Gratis (MBG) menerjang gerbang sekolah dan mengenai para murid yang tengah berada di halaman.
Dalam video, tampak sejumlah siswa duduk berkelompok di area halaman sekolah.
Tiba-tiba, kendaraan MBG menerobos masuk setelah menghantam pintu gerbang hingga akhirnya menabrak para siswa.
Peristiwa Kecelakaan Mobil MBG Tabrak Siswa itu menyebabkan total 21 korban.
Rinciannya, 11 siswa laki-laki, sembilan siswi perempuan, dan satu guru laki-laki ikut menjadi korban.
“Data per pukul 09.45 WIB, 16 korban menjalani rawat jalan di RSUD Cilincing dan lima dirujuk ke RS Koja,” ungkap Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, dikutip dari Antara.
Pihak kepolisian telah mengamankan pengemudi mobil bernomor polisi B-2029-UIU tersebut dan tengah melakukan penyelidikan mendalam.
Fakta-fakta Kecelakaan Mobil MBG Tabrak Siswa di Kalibaru
1. Pengemudi adalah Sopir Pengganti
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jakarta Utara, Sahrul Gunawan Siregar, mengungkapkan bahwa pengemudi yang menyebabkan tabrakan merupakan sopir cadangan.
“Sopirnya ternyata bukan sopir utama, tetapi pengganti,” ujar Sahrul.
Ia juga menjelaskan bahwa distribusi paket MBG di SDN 01 Kalibaru berada di bawah tanggung jawab Yayasan Darul Esti Sumidah, yang baru meresmikan dapur produksi MBG pada 25 Agustus 2025.
Yayasan ini sebelumnya sempat menghentikan distribusi MBG pada awal tahun karena belum siap secara operasional.
2. Sopir Salah Injak Pedal Gas
Kapolsek Cilincing, AKP Bobi Subasri, memaparkan bahwa sopir berinisial AI sempat keliru saat mengemudikan mobil menuju area sekolah.
Menurut pengakuannya, AI bermaksud mengerem, namun pedal gas yang justru tertekan sehingga mobil melaju kencang ke arah gerbang sekolah.
“Mau ngerem, tapi katanya rem tidak pakem. Karena panik, dia injak pedal lebih dalam dan mengira itu rem, padahal gas,” jelas Bobi.
Akibatnya, minibus Gran Max tersebut menabrak pagar dan langsung menghantam para siswa yang duduk berbaris.
3. Satu Siswa Harus Menjalani Operasi Wajah
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyampaikan bahwa satu siswa mengalami cedera pada area wajah sehingga membutuhkan operasi tulang rahang.
“Harus menjalani operasi, karena ada benturan di bagian muka,” kata Rano di RSUD Koja.
Dokter spesialis ortopedi menangani struktur rahang siswa tersebut. Rano memastikan kondisi otak korban aman.
4. Siswa Sedang Berkumpul Saat Ditabrak
Sahrul Gunawan menuturkan bahwa tabrakan terjadi ketika para murid sedang bersiap mengikuti kegiatan literasi membaca di halaman sekolah.
Karena siswa duduk berbaris dalam jumlah banyak, mobil yang menerjang masuk langsung mengenai belasan anak sekaligus.
5. Mobil Dikendalikan Sopir dan Satu Kernet
Polsek Cilincing menyebutkan bahwa di dalam kendaraan terdapat sopir berinisial AI dan kernet berinisial MRR.
Keduanya telah menjalani tes urine setelah kejadian, dan hasilnya dinyatakan negatif narkoba atau alkohol.(np)
Editor : Nur Pramudito