Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Profil FX Hadi Rudyatmo, Mundur dari Plt Ketua PDIP Jateng: Kader Kepercayaan Megawati yang Pernah Tolak Tawaran Wakil Menteri dari Jokowi

Syahaamah Fikria • Jumat, 19 Desember 2025 | 04:00 WIB
Sosok FX Hadi Rudyatmo (depan), politisi senior PDIP yang kini mundur dari Plt Ketua DPD PDIP Jateng.
Sosok FX Hadi Rudyatmo (depan), politisi senior PDIP yang kini mundur dari Plt Ketua DPD PDIP Jateng.

RADARSOLO.COM – Nama FX Hadi Rudyatmo kembali menjadi sorotan publik setelah secara resmi menyatakan mengundurkan diri dari jabatan Plt Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah.

Keputusan politik itu menambah panjang perjalanan sosok yang dikenal sebagai kader ideologis PDIP sekaligus salah satu kader kepercayaan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

Apalagi di tengah pernyataan pengunduran dirinya sebagai Plt Ketua DPD PDIP Jateng, Rudy menegaskan diri akan tetap setia dan loyal kepada Megawati.

"Dengan legowo dan tulus ikhlas kami mohon tetap menjadi anggota PDI Perjuangan biasa. Kami tetap loyal, taat dan patuh kepada Ketua Umum Ibu Hj Megawati Soekarnoputri dan tetap berjuang siap memenangkan Pemilu Tahun 2029,” tulis Rudy dalam surat pengunduran dirinya.

Profil FX Hadi Rudyatmo

FX Hadi Rudyatmo lahir di Solo pada 13 Februari 1960. Ia bukan figur politik instan.

Karier panjangnya dibangun dari akar rumput hingga menduduki jabatan strategis di pemerintahan dan partai.

Berbeda dengan banyak politisi, Rudy tidak berasal dari keluarga elite politik.

Ia menamatkan pendidikan di SD Kanisius Solo (1967–1973), SMP Negeri 6 Solo (1973–1976), lalu STM Penerbangan pada 1979.

Selepas sekolah, Rudy mengandalkan keterampilan teknis sebagai tukang las.

Kemampuannya berkembang saat bekerja di PT Konimex, perusahaan farmasi dan makanan ternama.

Pengalaman tersebut membuatnya piawai mengoperasikan mesin las hingga mesin bubut. Keahlian inilah yang kelak menjadi sandaran hidupnya.

Di usia 19 tahun, Rudy menikah dengan Endang Prasetyaningsih.

Ia dikenal sebagai pemeluk agama Katolik dan menjalani kehidupan sederhana sebelum masuk ke dunia politik.

Awal Karier Politik

Langkah Rudy ke dunia politik dimulai dari level paling dasar, yakni Ketua RT di lingkungan tempat tinggalnya.

Pengalaman langsung melihat problem warga kecil mendorongnya terjun ke partai politik. Ia memilih PDI Perjuangan sebagai kendaraan perjuangan.

Karier organisasinya terbilang panjang dan konsisten. Rudy mulai menjadi kader PDI sejak 1977, meniti jenjang dari tingkat desa hingga kecamatan.

Ia pernah menjabat Bankordes, Sekretaris Komdes, Ketua Komdes, Sekretaris Komcat, hingga Ketua PAC PDIP.

Pada akhir tahun 2000, Rudy dipercaya menjadi Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Solo.

Jabatan ini dipegangnya selama lima periode hingga 2025, menjadikannya salah satu ketua DPC terlama di Jawa Tengah.

Pendamping Jokowi hingga Wali Kota Solo

Rudy terjun ke politik elektoral saat terpilih sebagai anggota DPRD Kota Solo pada 2004.

Setahun berselang, ia dipercaya mendampingi Joko Widodo sebagai Wakil Wali Kota Solo periode 2005–2010 dan kembali terpilih untuk periode berikutnya.

Saat Jokowi maju sebagai Gubernur DKI Jakarta pada 2012, Rudy naik menggantikan posisinya sebagai Wali Kota Solo.

Ia resmi dilantik pada 19 Oktober 2012 oleh Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo.

Pada Pilkada 2015, Rudy kembali maju sebagai calon Wali Kota Solo berpasangan dengan Achmad Purnomo.

Pasangan yang diusung PDIP itu ditetapkan sebagai pemenang oleh KPU Solo pada 17 Desember 2015. Rudy kemudian memimpin Solo hingga 17 Februari 2021.

Tolak Jabatan Wakil Menteri

Usai menyelesaikan masa jabatan sebagai wali kota, Rudy kembali fokus mengurus partai.

Ia tetap memimpin DPC PDIP Solo dan aktif mengawal mesin partai di tingkat akar rumput.

Menariknya, Rudy sempat ditawari posisi Wakil Menteri PUPR oleh Presiden Jokowi.

Tepatnya saat di akhir masa jabatannya sebagai Wali Kota Solo. Namun, tawaran itu ditolaknya.

"Saya tidak gila jabatan, dan saya menjaga perasaan Pak Purnomo (Achmad Purnomo) yang telah bersahabat selama delapan tahun dalam suka dan duka," tutur Rudy pada akhir awal 2021 lalu.

Sejak saat itu, hubungan politik Rudy dengan Jokowi dan keluarganya perlahan merenggang.

Terutama setelah Gibran Rakabuming Raka maju dan terpilih sebagai Wali Kota Solo, serta puncaknya saat pencalonan Gibran sebagai cawapres.

Kembali ke Bengkel Las dan Jogo Kali Usai Purnatugas

Setelah purnatugas dari kursi wali kota, Rudy memilih kembali ke dunia yang membesarkannya, bengkel las.

Usaha tersebut telah ia rintis bersama rekan-rekannya lebih dari 25 tahun lalu. Aktivitas ini dijalani bersamaan dengan perannya sebagai kader senior PDIP.

Selain itu, Rudy turut menggagas lahirnya Taman Sunan Jogo Kali, kawasan bantaran Sungai Bengawan Solo tak jauh dari kediamannya di wilayah Jebres.

Kawasan yang semula kumuh itu disulap menjadi ruang publik bernuansa edukasi lingkungan, mengusung pesan kepedulian untuk menjaga kelestarian sungai. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#FX Hadi Rudyatmo #wali kota solo #pdip #profil #megawati soekarnoputri #kader pdip #dpd pdip jateng