Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Profil Tan Sri Rais Yatim, Eks Menlu Malaysia yang Kritik Tajam Tito Karnavian Soal "Remehkan" Bantuan Bencana Aceh: Belajar Dulu Komunikasi!

Syahaamah Fikria • Minggu, 21 Desember 2025 | 01:16 WIB
Tan Sri Rais Yatim.
Tan Sri Rais Yatim.

RADARSOLO.COM – Nama Tan Sri Rais Yatim mendadak jadi sorotan publik Indonesia setelah melontarkan kritikan tajam terhadap pernyataan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian terkait bantuan kemanusiaan Malaysia untuk korban bencana di Aceh.

Pernyataan tersebut viral di media sosial dan memantik diskusi luas soal etika diplomasi antarnegara serumpun.

Kontroversi bermula dari komentar Tito Karnavian yang menyinggung nilai bantuan dari Malaysia.

Di mana dalam salah satu podcast, Tito menyebut bantuan kemanuasiaan untuk Aceh dari Malaysia yang tidak sampai Rp1 miliar.

"Nilainya nggak sampai Rp1 miliar, kalau sampai Rp1 miliar kita cukup punya anggaran jauh dari itu, mungkin anggarannya tidak seberapa dibandingkan kemampuan kita lebih dari itu," katanya.

Ucapan itu kemudian dinilai sebagian pihak sebagai bentuk meremehkan dan mengecilkan solidaritas kemanusiaan.

Reaksi keras pun datang dari Tan Sri Rais Yatim, mantan Menteri Luar Negeri Malaysia yang dikenal vokal dan berpengalaman panjang di pemerintahan.

Kritikan Keras Rais Yatim yang Viral

Dalam sebuah video yang beredar di media sosial X, Rais Yatim menyampaikan kekecewaannya secara terbuka.

Ia menilai pernyataan Tito tidak pantas diucapkan oleh seorang pejabat setingkat menteri.

Menurut Rais, bantuan kemanusiaan seharusnya dinilai dari niat baik dan dampaknya bagi korban bencana, bukan semata-mata dihitung dari besar kecilnya angka nominal.

“Dengan pernyataan publik yang menunjukkan kepada dunia bahwa Malaysia hanya berkontribusi sedikit dalam bentuk 60 ribu dolar AS, menteri yang bersangkutan seharusnya belajar lebih dahulu tentang ucapan, berkomunikasi, dan berbahasa kepada negara tetangga,” ujar Rais Yatim.

Pernyataan tersebut langsung menuai dukungan luas dari netizen, termasuk dari masyarakat Indonesia.

Banyak pihak yang juga menyayangkan cara bicara dan merespons Tito Karnavian terkait bantuan dari negara lain untuk korban bencana di tanah air.

Siapa Tan Sri Rais Yatim?

Seiring viralnya kritik tersebut, publik Indonesia pun ramai mencari tahu sosok Tan Sri Rais Yatim.

Ia dikenal sebagai salah satu tokoh senior Malaysia yang memiliki rekam jejak panjang di pemerintahan dan politik nasional.

Rais Yatim lahir di Jelebu, Malaysia, pada 1942.

Ia memiliki darah keturunan Indonesia dari kedua orang tuanya yang berasal dari suku Minangkabau.

Ayahnya, Mohammad Yatim, merupakan pedagang asal Jorong Pisang, Palupuh, Agam, Sumatera Barat.

Sementara ibunya, Siandam, berasal dari Kampung Sipisang, Agam, yang merantau ke Malaysia.

Karier politik Rais Yatim terbilang panjang dan beragam. Ia pernah menjabat sebagai:

- Menteri di Departemen Perdana Menteri

- Menteri Besar Negeri Sembilan (1978–1982)

- Menteri Tanah dan Pembangunan Daerah (1982–1984)

- Menteri Penerangan (1984–1986)

- Menteri Luar Negeri Malaysia (1986–1987 dan 2008–2009)

Selain itu, pada Juni 2007, Rais Yatim juga pernah dicalonkan sebagai kandidat Sekretaris Jenderal Persemakmuran, menggantikan Don McKinnon.

Setelah sempat kembali ke dunia hukum sebagai pengacara, ia kembali aktif di politik dan pada 16 Juni 2020 diangkat sebagai Senator Dewan Negara oleh Yang di-Pertuan Agong, usai bergabung dengan Partai Pribumi Bersatu Malaysia.

Klarifikasi Tito Karnavian

Menanggapi polemik yang berkembang, Mendagri Tito Karnavian akhirnya memberikan klarifikasi.

Ia menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki niat sedikit pun untuk meremehkan bantuan dari Malaysia maupun dukungan masyarakat negeri jiran kepada Aceh.

Menurut Tito, ucapannya kemungkinan disalahartikan.

"Pernyataan saya kemarin mungkin disalahpahami. Saya sama sekali tidak bermaksud untuk mengecilkan bantuan, dukungan dari warga Malaysia kepada Aceh, tidak, sama sekali tidak bermaksud itu," ujar Tito.

Dia pun menyampaikan permohonan maaf. "Jika ada yang salah paham, saya minta maaf,” imbuh Mendagri.

Tito juga menekankan bahwa hubungan personal dan profesionalnya dengan Malaysia telah terjalin lama, sejak masa kerja sama pascabom Bali, ketika ia masih bertugas di Densus 88, hingga menjabat Kapolri dan kini Mendagri.

Ia menjelaskan, inti pernyataannya bukan untuk membandingkan bantuan luar negeri.

Melainkan mengajak publik juga menghargai kerja besar pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat, relawan, dan donatur dalam negeri yang telah bergerak sejak hari pertama bencana.

Tito mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyalurkan ratusan ton beras dari Bulog, mengerahkan helikopter, kapal, dan pesawat, serta menyiapkan dukungan anggaran cepat bagi daerah terdampak.

Ia sendiri turun langsung ke Aceh pada 29 November 2025 untuk mengoordinasikan penanganan lintas sektor bersama TNI, Polri, BNPB, Basarnas, dan pemerintah daerah.

Di akhir klarifikasinya, Tito kembali menegaskan komitmen menjaga hubungan baik Indonesia–Malaysia. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#viral #malaysia #bantuan #Bencana Aceh #profil #Tan Sri Rais yatim #tito karnavian #Mendagri #bencana Sumatera