Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Terungkap! Detik-Detik Bus PO Cahaya Trans Terguling di Exit Tol Krapyak Semarang Tewaskan 16 Penumpang:  Tidak Ngerem

Syahaamah Fikria • Selasa, 23 Desember 2025 | 01:05 WIB
Tim SAR melakukan proses evakuasi korban kecelakaan bus Cahaya Trans di Exit Tol Krapyak Semarang
Tim SAR melakukan proses evakuasi korban kecelakaan bus Cahaya Trans di Exit Tol Krapyak Semarang

RADARSOLO.COM — Tragedi kecelakaan bus PO Cahaya Trans di Exit Tol Krapyak, Kota Semarang pada Senin (22/12/2025) tengah malam, masih menyisakan luka mendalam.

Kesaksian penumpang selamat mulai terungkap, menggambarkan detik-detik mencekam sebelum bus terguling dan merenggut nyawa 16 orang penumpang.

Salah satu korban selamat, Sutiadi Sarwono, 67, mengaku masih terjaga saat bus melaju menuruni jalan tol sebelum akhirnya mengalami kecelakaan.

Menurutnya, tidak ada tanda-tanda perlambatan ketika kendaraan memasuki jalur menurun menuju simpang susun Krapyak.

“Saya belum tidur. Posisi jalan menurun, tapi bus seperti tidak mengerem sama sekali. Begitu masuk tikungan, kendaraan langsung oleng,” ungkap Sutiadi, dilansir dari Radar Magelang, Senin (22/12/2025).

Benturan keras membuat bus PO Cahaya Trans bernomor polisi B 7201 IV terguling ke sisi kiri jalan tol.

Sutiadi mengalami luka di bagian kepala dan kaki akibat serpihan kaca bus yang pecah.

“Setelah bus berhenti, saya langsung keluar. Kondisi kaki saya berdarah kena pecahan kaca, jadi tidak sempat menolong penumpang lain,” ujarnya.

Bus Angkut 34 Penumpang dari Jakarta ke Yogyakarta

Kecelakaan maut ini terjadi pada Senin dini hari sekitar pukul 00.30 WIB.

Bus Cahaya Trans diketahui berangkat dari Jatiasih, Jakarta, dengan tujuan Yogyakarta, membawa total 34 penumpang.

Sutiadi sendiri tengah dalam perjalanan pulang ke Boyolali usai menghadiri acara keluarga di Bogor.

“Saya mau pulang ke Boyolali. Baru dari acara keluarga,” tuturnya.

Akibat kecelakaan tersebut, 16 penumpang meninggal dunia, termasuk seorang balita.

Sebanyak 15 korban meninggal di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya mengembuskan napas terakhir saat dirawat di RSUD Tugu Kota Semarang.

Suasana Haru di RSUP dr Kariadi Semarang

Jenazah para korban dievakuasi ke RSUP dr Kariadi Semarang untuk proses identifikasi dan penanganan sebelum dipulangkan ke daerah asal.

Sejumlah keluarga korban tampak mendatangi posko keluarga di depan kamar jenazah rumah sakit tersebut.

Salah satu kerabat korban, Bambang, mengatakan keluarganya kehilangan empat anggota keluarga dalam kecelakaan itu.

“Ada lima keluarga kami di bus. Empat meninggal dunia, satu selamat dan dirawat di RS Tugu,” ujar Bambang.

Jenazah para korban kemudian diberangkatkan menggunakan ambulans milik Pemprov Jawa Tengah menuju rumah duka, termasuk ke wilayah Kabupaten Boyolali.

“Mereka habis nengok cucu di Jakarta, mau pulang ke Boyolali. Yang meninggal rata-rata orang tua, meninggalkan anak-anak,” katanya.

Polisi Dalami Dugaan Sopir Mengantuk

Kapolda Jawa Tengah Irjen Ribut Hari Wibowo menyampaikan, kecelakaan bus PO Cahaya Trans diduga merupakan kecelakaan tunggal.

Bus melaju tak terkendali sebelum menabrak pagar pembatas di simpang susun Exit Tol Krapyak.

“Sebanyak 16 penumpang meninggal dunia dan 17 lainnya mengalami luka-luka. Mayoritas korban meninggal di lokasi kejadian,” kata Ribut dalam keterangan tertulis.

Ia menambahkan, posisi bus yang terguling ke sisi kiri menyebabkan sebagian besar korban mengalami luka berat di sisi tersebut.

“Korban mayoritas berada di sisi kiri, sesuai arah jatuhnya bus,” jelasnya.

Polisi juga tengah mendalami kemungkinan sopir mengantuk serta melakukan tes urine untuk memastikan tidak adanya pengaruh narkoba atau zat terlarang lainnya.

“Penyelidikan masih berjalan. Sopir akan diperiksa urine untuk memastikan kondisi saat mengemudi,” tegas Kapolda.

Daftar Korban Meninggal Dunia

Polisi telah merilis identitas 16 korban meninggal dunia dalam tragedi ini, yang berasal dari berbagai daerah seperti Klaten, Boyolali, Bogor, Sleman, hingga Jakarta.

Berikut daftar identitas korban meninggal dalam kecelakaan bus Cahaya Trans:

1. Sadimin, 57, buruh, warga Wedi, Kabupaten Klaten
2. Srihono, 53, buruh, warga Juwiring, Kabupaten Klaten
3. Listiana, 44, buruh, warga Trucuk, Kabupaten Klaten
4. Sugimo, 62, wiraswasta, warga Banyudono, Kabupaten Boyolali
5. Haryadin, 43, swasta, warga Pasar Rebo, Jakarta Timur
6. Mutiara, 19, mahasiswa, warga Kabupaten Sleman, DIY
7. Saguh, 62, wiraswasta, warga Parung, Kabupaten Bogor
8. Wahyu, 26, mahasiswa, warga Kabupaten Boyolali
9. Ngatiyem, 48, ibu rumah tangga, warga Mojosongo, Kabupaten Boyolali
10. Erna, 53, swasta, warga Rancaungur, Kota Bogor
11. Yanto, 47, buruh, warga Trucuk, Kabupaten Klaten
12. Anis, 36, swasta, warga Banyudono, Kabupaten Boyolali
13. Noviani, 31, ibu rumah tangga, warga Kemang, Kota Bogor
14. Anih, 56, ibu rumah tangga, warga Parung, Kota Bogor
15. Dwi, 47, ibu rumah tangga, warga Ciputat, Kota Tangerang Selatan
16. Endah, 48, petani, warga Cangkringan, Kabupaten Sleman

Editor : Syahaamah Fikria
#kecelakaan #Bus Cahaya Trans #kesaksian korban #Exit Tol Krapyak #kecelakaan tunggal #PO Cahaya Trans #semarang