Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Profil Rekam Jejak Menlu Sugiono, Viral Dapat “Pesan Cinta” dari Dino Patti Djalal Soal Minim Waktu Urus Kementerian Luar Negeri

Syahaamah Fikria • Jumat, 26 Desember 2025 | 02:01 WIB
Menlu Sugiono (kiri). Eks Wamenlu Dino Patti Djalal.
Menlu Sugiono (kiri). Eks Wamenlu Dino Patti Djalal.

RADARSOLO.COM - Nama Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono tengah menjadi perbincangan publik setelah mantan Wakil Menlu Dino Patti Djalal menyampaikan kritik terbuka yang ia sebut sebagai “pesan cinta dan dukungan”.

Kritik tersebut viral di media sosial dan memantik diskusi luas soal kepemimpinan Sugiono di Kementerian Luar Negeri (Kemlu).

Video berdurasi lebih dari sembilan menit yang diunggah Dino Patti Djalal pada 21 Desember 2025 itu berisi empat poin kritik dan saran.

Intinya, Dino menilai Sugiono perlu meluangkan lebih banyak waktu untuk memimpin langsung Kemenlu agar kinerja diplomasi Indonesia berjalan optimal.

Sorotan ini membuat publik kembali menengok rekam jejak Sugiono, sosok Menlu yang memiliki latar belakang militer dan politik, sekaligus figur pertama dari partai politik yang menduduki posisi Menlu sejak era Alwi Shihab.

Jejak Karier dan Latar Belakang Sugiono

Sugiono lahir di Takengon, Aceh Tengah, pada 11 Februari 1979.

Ia menghabiskan masa kecilnya di dataran tinggi Gayo sebelum melanjutkan pendidikan menengah di Banda Aceh.

Pada 1994, Sugiono lolos seleksi masuk SMA Taruna Nusantara Magelang, sebuah sekolah favorit yang dikenal mencetak calon pemimpin nasional.

Di SMA Taruna Nusantara, Sugiono aktif berorganisasi dan dipercaya menjadi anggota Majelis Permusyawaratan Kelas.

Ia lulus pada 1997 sebagai bagian dari Angkatan V, satu angkatan dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Cita-cita menjadi prajurit TNI mengantarkannya pada jalur pendidikan militer.

Saat itu, Danjen Kopassus Mayor Jenderal TNI Prabowo Subianto membuka program beasiswa bagi alumni SMA Taruna Nusantara untuk menempuh pendidikan militer di Amerika Serikat.

Sugiono lolos seleksi dan melanjutkan pendidikan sebagai kadet di Norwich University, kampus militer tertua di AS.

Usai menyelesaikan studi, Sugiono sempat bekerja di Amerika Serikat sebelum kembali ke Indonesia dan mengikuti pendidikan calon perwira TNI AD (Semapa PK) di Akademi Militer Magelang.

Pada 2002, ia resmi dilantik sebagai perwira TNI AD berpangkat Letnan Dua dari korps Infanteri.

Dari Militer ke Politik hingga Jadi Menlu

Setelah menanggalkan seragam militer, Sugiono aktif di dunia politik dan menjadi salah satu kader awal Partai Gerindra sejak 2008.

Karier politiknya menanjak saat terpilih sebagai anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah I pada Pemilu 2019.

Di parlemen, Sugiono dipercaya menjabat Wakil Ketua Komisi I DPR RI periode 2019–2024, komisi yang membidangi pertahanan, luar negeri, dan informasi.

Pada Pemilu 2024, ia kembali meraih kursi DPR RI dari dapil yang sama untuk periode 2024–2029.

Namun, langkahnya di Senayan berlanjut ke kabinet setelah ditunjuk Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Luar Negeri pada 2024.

Penunjukan ini mencatatkan sejarah, karena Sugiono menjadi Menlu pertama berlatar belakang militer dan Menlu pertama dari partai politik setelah lebih dari dua dekade.

Viral “Pesan Cinta” Dino Patti Djalal

Kepemimpinan Sugiono di Kemlu belakangan mendapat sorotan tajam dari Dino Patti Djalal.

Dalam video berjudul “4 Kritik dan Saran untuk Menlu Sugiono dari Masyarakat Hubungan Internasional”, Dino menyampaikan kritik yang ia sebut sebagai bentuk kepedulian.

“This is a message of love and support for you,” ujar Dino dalam video tersebut.

Pada poin pertama, Dino meminta Sugiono meluangkan lebih banyak waktu untuk memimpin langsung Kementerian Luar Negeri.

“Mohon luangkan waktu lebih banyak untuk memimpin Kementerian Luar Negeri,” kata Dino.

Ia mengibaratkan Kemlu sebagai mobil Ferrari berperforma tinggi yang tidak akan melaju optimal tanpa kepemimpinan penuh.

Dino menyampaikan adanya laporan soal penurunan kinerja sejumlah duta besar akibat pemotongan anggaran, demoralisasi, serta minimnya dorongan untuk berinisiatif.

Eks Wamenlu itu juga menyoroti sulitnya para dubes menemui Menlu saat berada di Indonesia, yang dinilai berisiko menghambat tindak lanjut diplomasi strategis.

Kritik soal Komunikasi Publik dan Keterlibatan Pemangku Kepentingan

Pada poin kedua, Dino menyoroti komunikasi publik Menlu Sugiono yang dinilai minim.

Ia menekankan pentingnya prinsip dari eks Menlu Ali Alatas, yakni foreign policy begins at home.

Di mana kebijakan luar negeri harus dipahami dan didukung publik dalam negeri.

Menurut Dino, dalam satu tahun terakhir Sugiono belum pernah menyampaikan policy speech mendalam maupun wawancara khusus terkait substansi politik luar negeri.

Ia berharap Menlu dapat rutin berbicara kepada publik, setidaknya sekali dalam sepekan.

Poin ketiga dan keempat berkaitan dengan keterlibatan pemangku kepentingan.

Dino mendorong Sugiono agar lebih aktif menjalin komunikasi dengan komunitas hubungan internasional, termasuk pihak yang kritis.

"Mohon Menlu Sugiono dapat engage dengan stakeholders atau pemangku kepentingan hubungan internasional, baik yang mendukung maupun yang kritis,” papar Dino.

Dia juga meminta Menlu membuka ruang kerja sama dan terbuka dengan akar rumput hubungan internasional.

Diakui Dinno, dia terpaksa menyampaikan kritik tersebut lewat media sosial karena jalur komunikasi langsung dengan Menlu Sugiono disebut terblokir selama berbulan-bulan.

Viralnya kritikan tajam ini menempatkan Sugiono di bawah sorotan publik, sekaligus menjadi ujian kepemimpinan bagi Menlu berlatar militer yang kini memegang kendali diplomasi Indonesia di tengah dinamika global. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#viral #militer #profil #sugiono #dino patti djalal #kementerian luar negeri #menlu #kemlu #kritik