RADARSOLO.COM - Kabar duka menyelimuti dunia intelektual dan kebudayaan Indonesia.
Romo Mudji Sutrisno, rohaniwan Katolik sekaligus budayawan dan filsuf ternama, meninggal dunia pada Minggu malam, 28 Desember 2025, di Rumah Sakit St Carolus, Jakarta.
Ia wafat pada usia 71 tahun setelah menjalani perawatan medis.
Informasi wafatnya Romo Mudji Sutrisno dikonfirmasi Tim Komunikator Jesuit Indonesia pada Senin (29/12/2025) pagi.
Sebelumnya, kabar duka juga telah beredar melalui akun resmi @jesuitindonesia, tempat Romo Mudji bernaung sebagai anggota Serikat Yesus (SJ).
Jejak Kehidupan Romo Mudji Sutrisno
Romo Mudji Sutrisno lahir di Solo pada 12 Agustus 1954.
Sepanjang hidupnya, ia dikenal luas sebagai rohaniwan yang konsisten mengaitkan iman, filsafat, seni, dan kepekaan sosial dalam pemikirannya.
Ia menempatkan refleksi spiritual sebagai bagian tak terpisahkan dari realitas kebudayaan dan kemanusiaan.
Gelar doktor filsafat diraihnya dari Universitas Gregoriana, Italia.
Dengan latar akademik yang kuat, Romo Mudji Sutrisno kemudian mengabdikan dirinya di dunia pendidikan tinggi dan menjadi salah satu pemikir publik yang disegani.
Aktif Mengajar di ISI Surakarta dan UI
Hingga akhir hayatnya, Romo Mudji masih aktif mengajar dan berdiskusi dengan mahasiswa lintas disiplin.
Ia tercatat sebagai dosen di Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara, Jakarta, Universitas Indonesia (UI), serta ISI Surakarta.
Kehadiran Romo Mudji Sutrisno di ISI Surakarta memberi warna tersendiri bagi dunia seni dan budaya.
Ia dikenal mendorong mahasiswa untuk memandang seni bukan hanya sebagai ekspresi estetika, tetapi juga sebagai refleksi sosial dan spiritual yang kritis.
Pernah Terjun ke Ruang Publik
Selain berkarya di dunia akademik, Romo Mudji Sutrisno juga pernah terlibat langsung dalam urusan kenegaraan.
Ia tercatat sebagai anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada periode 2001–2003.
Namun, menurut catatan Lembaga Pers Dr. Soetomo, Romo Mudji memilih mengundurkan diri dari jabatan tersebut untuk kembali memfokuskan diri pada dunia akademik dan pendidikan, bidang yang menjadi panggilan utamanya.
Rangkaian Misa Requiem dan Pemakaman
Prosesi penghormatan terakhir untuk Romo Mudji dijadwalkan berlangsung sebagai berikut:
-
Misa Requiem:
Senin (29/12/2025) dan Selasa (30/12/2025) pukul 19.00 WIB
Lokasi: Kapel Kolese Kanisius, Jakarta -
Pemberangkatan jenazah:
Selasa (30/12/2025) pukul 21.00 WIB menuju Girisonta, Kabupaten Semarang -
Pemakaman:
Rabu (31/12/2025), diawali Ekaristi pukul 10.00 WIB di Gereja Paroki Santo Stanislaus Girisonta, kemudian dimakamkan di Taman Maria Ratu Damai
Pihak keluarga dan Serikat Yesus juga mengimbau pelayat untuk tidak mengirim karangan bunga berbahan plastik dan styrofoam demi menjaga kelestarian lingkungan.
Warisan Pemikiran
Kepergian Romo Mudji Sutrisno meninggalkan duka mendalam, terutama bagi komunitas akademik, seni, dan kebudayaan.
Pemikirannya yang kritis namun membumi terus hidup melalui karya tulis, diskusi, dan generasi mahasiswa yang pernah disentuh pemikirannya—baik di Solo, ISI Surakarta, maupun berbagai kampus lain di Indonesia.(np)
Editor : Nur Pramudito