Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Profil Romo Mudji Sutrisno, Rohaniwan dan Budayawan Asal Solo yang Wafat di Usia 71 Tahun, Pernah Mengajar di ISI Surakarta dan UI

Nur Pramudito • Senin, 29 Desember 2025 | 19:05 WIB

 

Profil Romo Mudji Sutrisno, Rohaniwan Asal Solo yang Wafat di Usia 71 Tahun, Pernah Mengajar di ISI Surakarta
Profil Romo Mudji Sutrisno, Rohaniwan Asal Solo yang Wafat di Usia 71 Tahun, Pernah Mengajar di ISI Surakarta

RADARSOLO.COM - Kabar duka menyelimuti dunia intelektual dan kebudayaan Indonesia.

Romo Mudji Sutrisno, rohaniwan Katolik sekaligus budayawan dan filsuf ternama, meninggal dunia pada Minggu malam, 28 Desember 2025, di Rumah Sakit St Carolus, Jakarta.

Ia wafat pada usia 71 tahun setelah menjalani perawatan medis.

Informasi wafatnya Romo Mudji Sutrisno dikonfirmasi Tim Komunikator Jesuit Indonesia pada Senin (29/12/2025) pagi.

Sebelumnya, kabar duka juga telah beredar melalui akun resmi @jesuitindonesia, tempat Romo Mudji bernaung sebagai anggota Serikat Yesus (SJ).

Baca Juga: Dosen ISI Surakarta Hadirkan Inovasi Pertunjukan Wayang Kulit 2D “Bhinneka Sadasa” di Padepokan Seni Sarotama Karanganyar

Jejak Kehidupan Romo Mudji Sutrisno

Romo Mudji Sutrisno lahir di Solo pada 12 Agustus 1954.

Sepanjang hidupnya, ia dikenal luas sebagai rohaniwan yang konsisten mengaitkan iman, filsafat, seni, dan kepekaan sosial dalam pemikirannya.

Ia menempatkan refleksi spiritual sebagai bagian tak terpisahkan dari realitas kebudayaan dan kemanusiaan.

Gelar doktor filsafat diraihnya dari Universitas Gregoriana, Italia.

Dengan latar akademik yang kuat, Romo Mudji Sutrisno kemudian mengabdikan dirinya di dunia pendidikan tinggi dan menjadi salah satu pemikir publik yang disegani.

Aktif Mengajar di ISI Surakarta dan UI

Hingga akhir hayatnya, Romo Mudji masih aktif mengajar dan berdiskusi dengan mahasiswa lintas disiplin.

Ia tercatat sebagai dosen di Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara, Jakarta, Universitas Indonesia (UI), serta ISI Surakarta.

Kehadiran Romo Mudji Sutrisno di ISI Surakarta memberi warna tersendiri bagi dunia seni dan budaya.

Ia dikenal mendorong mahasiswa untuk memandang seni bukan hanya sebagai ekspresi estetika, tetapi juga sebagai refleksi sosial dan spiritual yang kritis.

Pernah Terjun ke Ruang Publik

Selain berkarya di dunia akademik, Romo Mudji Sutrisno juga pernah terlibat langsung dalam urusan kenegaraan.

Ia tercatat sebagai anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada periode 2001–2003.

Namun, menurut catatan Lembaga Pers Dr. Soetomo, Romo Mudji memilih mengundurkan diri dari jabatan tersebut untuk kembali memfokuskan diri pada dunia akademik dan pendidikan, bidang yang menjadi panggilan utamanya.

Rangkaian Misa Requiem dan Pemakaman

Prosesi penghormatan terakhir untuk Romo Mudji dijadwalkan berlangsung sebagai berikut:

Pihak keluarga dan Serikat Yesus juga mengimbau pelayat untuk tidak mengirim karangan bunga berbahan plastik dan styrofoam demi menjaga kelestarian lingkungan.

Warisan Pemikiran

Kepergian Romo Mudji Sutrisno meninggalkan duka mendalam, terutama bagi komunitas akademik, seni, dan kebudayaan.

Pemikirannya yang kritis namun membumi terus hidup melalui karya tulis, diskusi, dan generasi mahasiswa yang pernah disentuh pemikirannya—baik di Solo, ISI Surakarta, maupun berbagai kampus lain di Indonesia.(np)

Editor : Nur Pramudito
#Romo Mudji #meninggal dunia #kabar duka #ui #solo #isi surakarta #Romo Mudji meninggal #profil #Sosok #romo mudji sutrisno #Tokoh katolik