Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Sosok Suwari, Pembuat Patung Macan Putih Viral di Kediri yang Tampangnya Dinilai "di Luar Nurul": Ternyata Sempat Alami Hal Ini

Syahaamah Fikria • Selasa, 30 Desember 2025 | 03:19 WIB
Suwari dan hasil karyanya patung Macan Putih yang kini viral di Kediri.
Suwari dan hasil karyanya patung Macan Putih yang kini viral di Kediri.

RADARSOLO.COM - Patung Macan Putih di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, mendadak menyedot perhatian publik dan viral di medsos.

Bukan karena kemegahannya, melainkan karena tampang macan yang dinilai tak lazim dan dinilai di luar ekspektasi.

Patung Macan Putih itu berdiri dengan ukuran cukup besar, panjang sekitar 1,5 meter, lebar 1 meter, dan tinggi total mencapai 2,5 meter termasuk pondasi.

Baru selesai dibangun, patung bercorak hitam putih tersebut langsung menuai beragam reaksi di media sosial.

Banyak netizen menilai wujudnya jauh dari gambaran harimau pada umumnya karena proporsinya dianggap janggal dan menyerupai gabungan beberapa hewan seperti kuda nil, zebra, hingga tapir.

Meski menuai kritik, keberadaan patung tersebut justru menjadi magnet baru.

Warga dari berbagai daerah berdatangan ke Balongjeruk, sekadar melihat langsung hingga berfoto di dekat patung yang kini viral itu.

Ada pula yang tetap mengapresiasi patung tersebut sebagai bentuk ekspresi karya seni sang pembuat.

Siapa Sosok Pembuat Patung Macan Putih di Kediri?

Di balik patung yang ramai diperbincangkan itu, ada sosok Suwari, 60, warga Desa Balongjeruk.

Ia dikenal sebagai seniman tradisional yang telah puluhan tahun berkecimpung di dunia seni.

Selain menekuni seni patung selama kurang lebih 40 tahun, Suwari juga merupakan pelaku seni ludruk.

Pada masa mudanya, ia aktif sebagai pemukul kendang dalam pementasan ludruk.

Menariknya, sebelum mulai mengerjakan patung Macan Putih, Suwari mengaku mengalami pengalaman batin yang tak biasa.

Ia bermimpi tengah memerankan lakon ludruk sebagai sosok siluman Macan Putih.

Dalam mimpinya, Suwari didatangi salah satu pamong desa yang hendak menyewa grup ludruk miliknya untuk memerankan tokoh tersebut.

“Cerita Macan Putih itu sebenarnya sudah lama saya dengar. Waktu mendapat pesanan membuat patung, saya juga sempat mimpi tentang itu,” ujar Suwari.

Dalam kepercayaan masyarakat setempat, Macan Putih diyakini sebagai simbol penjaga atau danyang desa.

Pengalaman mimpi itu pun dimaknai Suwari sebagai isyarat sekaligus penguat batin sebelum menerima permintaan pembuatan patung dari Kepala Desa Balongjeruk, Safi’i.

Dikerjakan Sendiri Selama 19 Hari

Dari sisi teknis, proses pembuatan patung Macan Putih tidak dilakukan secara instan.

Suwari menghabiskan waktu sekitar 19 hari untuk menyelesaikan karya tersebut, meski pengerjaannya tidak dilakukan penuh setiap hari.

Seluruh proses, mulai dari membentuk patung hingga membuat bagian bawah atau pijakan, dikerjakan sendiri tanpa bantuan tenaga lain.

Untuk jasanya, Suwari menerima upah sekitar Rp2 juta.

Sementara itu, material patung disediakan dengan biaya sekitar Rp1,5 juta.

Seluruh anggaran tersebut berasal dari dana pribadi Kepala Desa Balongjeruk, Safi’i.

Menanggapi ramainya kritik soal tampilan patung, Suwari menegaskan bahwa ia telah bekerja sesuai permintaan.

Ia mengaku hanya menyesuaikan cerita yang berkembang di desa terkait sosok Macan Putih.

“Itu permintaan Pak Kepala Desa. Patung dibuat sesuai cerita yang ada di desa. Secara bentuk sudah sesuai gambar, hanya lorengnya berbeda. Di gambar warnanya kuning, di sini jadi putih karena menyesuaikan cerita,” jelasnya.

Ekspresi Sengaja Dibuat Tidak Seram

Soal ekspresi patung yang dinilai tidak garang, Suwari menyebut hal tersebut memang disengaja.

Ia mempertimbangkan kenyamanan masyarakat sekitar, terutama anak-anak. Menurutnya, patung itu tidak dimaksudkan untuk menakut-nakuti.

“Kalau dibuat menganga, nanti anak-anak ketakutan, tidak mau main dan foto di sini,” pungkasnya. (ria)

 

Editor : Syahaamah Fikria
#kediri #viral #Suwari #seniman #macan putih #Patung macan putih #Desa Balongjeruk