Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Puasa Berapa Hari Lagi? Ini Hitung Mundur Ramadhan 2026 Versi Pemerintah dan Muhammadiyah

Nur Pramudito • Kamis, 1 Januari 2026 | 08:18 WIB
Berapa Hari Lagi Puasa? Ini Perkiraan Awal Ramadan 2026 dan Hitung Mundurnya
Berapa Hari Lagi Puasa? Ini Perkiraan Awal Ramadan 2026 dan Hitung Mundurnya

RADARSOLO.COM - Pertanyaan puasa berapa hari lagi? mulai ramai diperbincangkan seiring masuknya awal tahun 2026.

Artinya, umat Islam di berbagai belahan dunia mulai bersiap menyambut datangnya bulan suci Ramadhan dengan berbagai persiapan ibadah, baik secara fisik maupun spiritual.

Di Indonesia, penentuan awal Ramadhan selalu menjadi perhatian karena melibatkan sejumlah metode dan lembaga.

Perbedaan pendekatan ini kerap memunculkan diskusi soal puasa tanggal berapa akan dimulai secara resmi.

Meski demikian, sejumlah perkiraan sudah dapat dijadikan acuan untuk melakukan hitung mundur Ramadhan 2026.

Sejumlah organisasi Islam besar telah menyampaikan pandangannya masing-masing.

Baca Juga: Niat Puasa Rajab, Apakah Boleh Digabung dengan Puasa Senin-Kamis? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya

Muhammadiyah, misalnya, sudah lebih dulu mengumumkan jadwal awal puasa berdasarkan perhitungan astronomi.

Sementara itu, pemerintah bersama Nahdlatul Ulama (NU) masih akan menunggu keputusan resmi melalui Sidang Isbat Kementerian Agama.

Lantas, sebenarnya puasa berapa hari lagi Ramadhan 2026 akan dimulai? Berikut rangkuman informasi yang disusun Radar Solo sebagai gambaran awal bagi masyarakat, Kamis (1/1).

Perkiraan Ramadhan 2026 Versi Pemerintah Berdasarkan SKB 3 Menteri

Pemerintah Indonesia telah merilis daftar hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2026 melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri.

SKB tersebut melibatkan Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, serta Menteri PANRB, dan menjadi pedoman resmi perencanaan aktivitas nasional sepanjang tahun.

Dalam dokumen SKB tersebut, Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah ditetapkan jatuh pada 21–22 Maret 2026.

Penetapan ini memberi gambaran awal terkait estimasi durasi Ramadhan, meski tidak secara langsung menetapkan awal puasa.

Perlu dicatat, tanggal Idulfitri dalam SKB bersifat perkiraan kalender Hijriah.

Pemerintah tetap akan menetapkan awal Ramadhan secara resmi melalui Sidang Isbat yang mempertimbangkan hasil hisab dan rukyatul hilal.

Keputusan ini juga akan menentukan malam pertama pelaksanaan Salat Tarawih.

Versi Muhammadiyah: Ramadhan Dimulai Rabu, 18 Februari 2026

Berbeda dengan pemerintah, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah mengumumkan secara resmi jadwal puasa Ramadhan 1447 Hijriah.

Berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal, Muhammadiyah menetapkan bahwa puasa tanggal berapa dimulai sudah dapat dipastikan.

Mengacu pada maklumat resmi PP Muhammadiyah, 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Baca Juga: Bacaan Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun 2026: Lengkap dengan Arti, dan Waktu Membacanya

Keputusan ini ditetapkan melalui perhitungan astronomi dengan kriteria bulan baru dianggap dimulai ketika ijtimak terjadi sebelum matahari terbenam dan posisi bulan masih berada di atas ufuk saat matahari terbenam.

Maklumat Nomor 2/MLM/1.0/E/2025 yang dirilis di Yogyakarta pada 22 September 2025 juga menyebutkan bahwa penetapan tersebut mengacu pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), hasil Musyawarah Nasional Tarjih Muhammadiyah.

“Menurut hisab hakiki wujudul hilal, posisi bulan telah memenuhi syarat sehingga 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026,” demikian kutipan dalam maklumat tersebut.

Mengapa Tanggal Ramadhan Bisa Berbeda?

Perbedaan penentuan awal Ramadhan antara pemerintah dan Muhammadiyah bukanlah hal baru di Indonesia.

Selisih satu hari kerap terjadi akibat perbedaan metode yang digunakan dalam menetapkan awal bulan Hijriah.

Muhammadiyah berpegang pada hisab hakiki wujudul hilal tanpa mempertimbangkan tinggi hilal.

Sementara itu, pemerintah dan NU menggunakan kriteria Imkanur Rukyat yang mengacu pada kesepakatan MABIMS (Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).

Kriteria MABIMS mensyaratkan tinggi hilal minimal 3 derajat dan sudut elongasi minimal 6,4 derajat agar bulan baru dianggap dapat terlihat.

Perbedaan inilah yang membuat Muhammadiyah sering kali menetapkan awal puasa lebih awal.

Meski demikian, perbedaan ini diharapkan tidak mengganggu kekhusyukan ibadah. Pemerintah tetap menghormati perbedaan metode yang dianut masing-masing organisasi.

Berapa Hari Lagi Puasa Ramadhan 2026?

Dalam kalender Hijriah, Ramadhan dapat berlangsung selama 29 atau 30 hari, tergantung hasil pengamatan hilal di akhir bulan.

Siklus bulan yang rata-rata berdurasi 29,53 hari membuat jumlah hari Ramadhan tidak selalu sama setiap tahunnya.

Jika dihitung dari awal Januari 2026 dan mengacu pada penetapan Muhammadiyah serta perkiraan pemerintah, maka hitung mundur Ramadhan 2026 menunjukkan bahwa awal puasa tinggal sekitar 49–50 hari lagi.

Artinya, jawaban atas pertanyaan puasa berapa hari lagi kini sudah semakin jelas dan dapat dijadikan acuan awal bagi umat Muslim untuk mempersiapkan diri menyambut bulan penuh berkah.

Mekanisme Pemerintah Menentukan Awal Ramadhan

Penetapan resmi awal Ramadhan oleh pemerintah dilakukan melalui Sidang Isbat yang diselenggarakan Kementerian Agama. Forum ini melibatkan pakar astronomi, ahli falak, perwakilan MUI, organisasi masyarakat Islam, serta instansi terkait.

Sidang Isbat diawali dengan pemaparan data hisab mengenai posisi hilal oleh Tim Hisab Rukyat Kemenag.

Selanjutnya, hasil rukyatul hilal dari berbagai titik pemantauan di Indonesia diverifikasi sebagai bahan pertimbangan.

Setelah melalui musyawarah, Menteri Agama akan mengumumkan keputusan resmi mengenai awal Ramadhan. Metode ini merupakan kombinasi antara perhitungan astronomi dan pengamatan langsung, sesuai kriteria Imkanur Rukyat MABIMS.

Dengan proses tersebut, pemerintah memastikan penetapan Ramadhan dilakukan secara akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.(np)

Editor : Nur Pramudito
#hitung mundur ramadhan 2026 #puasa berapa hari lagi #muhammadiyah #pemerintah #puasa tanggal berapa