Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Wow, Jateng Menjadi Magnet Libur Nataru, Tercatat 8,6 Juta Orang Datang

Kabun Triyatno • Kamis, 1 Januari 2026 | 16:52 WIB
Kendaraan memadati Jalan Slamet Riyadi Solo selama libur Nataru. (Arif Budiman/Radar Solo)
Kendaraan memadati Jalan Slamet Riyadi Solo selama libur Nataru. (Arif Budiman/Radar Solo)

RADARSOLO.COM — Jawa Tengah kembali menjadi magnet pergerakan manusia saat libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Dalam rentang 20–31 Desember 2025, sebanyak 8,6 juta orang tercatat masuk ke wilayah Jawa Tengah, dan angka tersebut masih berpotensi bertambah hingga berakhirnya Operasi Lilin Candi pada 5 Januari 2026.

Data itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat mengikuti pantauan malam pergantian tahun  secara virtual bersama Menkopolkam Djamari Chaniago dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dari Mapolda Jateng, Rabu (31/12/2025) malam.

Menurut Luthfi, Jawa Tengah memang menjadi salah satu daerah tujuan utama selama libur panjang Nataru. Bahkan, prediksi Kementerian Perhubungan menyebutkan total pergerakan masyarakat di Jateng bisa mencapai 8,7 juta orang.

“Per tanggal 20 sampai 31 Desember 2025, sudah 8,6 juta masyarakat tumplek blek ke Jawa Tengah,” kata Luthfi saat menyampaikan laporan situasi kamtibmas.

Lonjakan pergerakan itu beriringan dengan tingginya aktivitas perayaan malam tahun baru. Dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, 17 daerah menggelar car free night (CFN). Total terdapat 101 titik perayaan yang dipantau aparat gabungan.

Untuk mengamankan arus manusia dan aktivitas publik tersebut, 10.112 personel TNI-Polri diterjunkan, diperkuat Satpol PP serta instansi terkait. Pengamanan dilakukan di pos terpadu, pos pelayanan, pos pengamanan, gereja, objek wisata, hingga jalur-jalur rawan kemacetan.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada Kapolda, Pangdam, dan seluruh stakeholder yang sudah bekerja maksimal melayani masyarakat selama Nataru. Semoga Jawa Tengah tetap kondusif,” ujar Luthfi.

Meski situasi relatif terkendali, kecelakaan maut bus Cahaya Trans di lingkar Tol Krapyak, Semarang, menjadi peristiwa paling menonjol selama Nataru. Insiden yang terjadi Senin (22/12/2025) dini hari itu menewaskan 16 orang, dan menjadi pengingat tingginya risiko mobilitas massal di jalur transportasi.

Di sisi lain, potensi cuaca ekstrem juga diantisipasi. Menyusul peringatan BMKG terkait curah hujan tinggi, Pemprov Jateng mengaktifkan 1.400 desa tanggap bencana. Warga telah dibekali pelatihan dan asesmen kebencanaan untuk membentuk klaster pengungsi, SAR, hingga infrastruktur.

“Berdasarkan pengalaman di Cilacap dan Banjarnegara, kami siapkan langkah mitigasi. Sampai saat ini tidak ada kejadian longsor atau banjir yang menonjol,” jelas Luthfi.

Menkopolkam Djamari Chaniago mengapresiasi soliditas Forkompimda Jawa Tengah dalam mengelola lonjakan Nataru. Menurutnya, sinergi lintas sektor di Jateng menjadi contoh harmoni pengamanan nasional.

Ia juga mengingatkan bahwa malam tahun baru bukan puncak Operasi Lilin, karena aktivitas masyarakat masih berlanjut hingga 5 Januari 2026.

“Mudah-mudahan situasi Jawa Tengah tetap terjaga aman dan kondusif sampai operasi berakhir,” ujarnya.

Pantauan tersebut turut dihadiri Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo dan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin Darojat. (atn/bun)

 

Editor : Kabun Triyatno
#natal #libur #nataru #manusia #tahun baru #magnet